Dikatakan Nong Susar, dirinya sudah mendengar rencana pembangunan gedung Puskesmas Kopeta Maumere. Bahkan sewaktu menjabat sebagai PLT Bupati Sikka, dia pernah meminta pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka untuk melakukan koordinasi secara intens dengan pihak Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) dan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) Kabupaten Sikka agar menyelesaikan proses pelepasan lahan tersebut.
“Meskipun asset tersebut merupakan milik Pemda namun pengelolaannya oleh Dinas PKO Kabupaten Sikka. Apalagi diperuntukan membangun Pukesmas Kopeta. Nah, saat ini yang menjadi masalah adalah proses pelepasan aset yang masih ditangani oleh pihak Dinas PPKAD Kabupaten Sikka,”urai Nong Susar.
Pada kesempatan terpisah, anggota DPRD Sikka Stefanus Suwandi, S.Fil kepada citra-news.com berharap Pemda Sikka melalui dinas terkait, segera menyelesaikan polemik ini. “Hendaknya polemic segera berakhir agar tidak meresahkan warga masyarakat Kabupaten Sikka umumnya dan para pihak di Taman Kanak Kanak Negeri Pembina Maumere,”tandasnya.
Menurut Stef, dari media massa selalu menjadi topic pemberitaan menarik. Di lokasi tersebut memang tidak layak untuk membangun sebuah puskesmas. Alasanya adalah di lokasi tersebut sebelumnya telah ada beberapa gedung perkantoran. Bahkan ada sarana pendidikan yaitu Taman Kanak Kanak. Juga ada gedung kantor Pengawasan TK/SD dan SMP milik Dinas PKO. Dimana kesemuanya masih aktif berjalan baik aktivitas perkantoran maupun kegiatan belajar mengajar (KBM).
