NTT Juga BISA BERPRESTASI Secara Nasional

Naek Tigor Sinaga : Sejak 5 (lima) tahun terakhir inflasi (pertumbuhan ekonomi) di Provinsi Tenggara Timur mengalami peningkatan hingga mencapai angka di level 2,00 persen. Perolehan angka inflasi NTT secara nasional ini memberi bukti adanya kerjas keras dan sinergisitas program antar organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada.

Kupang, citra-news.com : PENJABAT Gubernur NTT Drs. Robert Simbolon, MPA mengatakan, Tim Pengendali Inflasi Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (TPID NTT) mendapat penghargaan   dari Presiden RI sebagai TPID Terbaik di kawasan Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

“Ini membuktikan bahwa NTT juga bisa berprestasi dan bisa berinovasi di tingkat nasional. Jika selama ini kita dianggap sebagai daerah terbelakang tapi lewat penghargaan ini kita kembali membuktikan kehadiran pemerintah daerah dalam menekan angka inflasi,”demikian Robert saat apel bendera bersama di halaman depan Gedung Sasando, Kupang, Senin 30 Juli 2018.

Sambil mengangkat thropi (piala) penghargaan itu, Robert di hadapan pejabat ASN lingkup Pemerintah Provinsi NTT mengatakan, penghargaan TPD Terbaik tersebut ia terima mewakili semua stakeholder Provinsi NTT dan diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi yang dihelat Kemenko Perekonomian Kementerian Dalam Negeri bersama Bank Indonesia di Jakarta, Kamis 26 Juli 2018.

Dikatakannya, pentingnya tingkat inflasi sebagai salah satu indicator makro. Dimana pada tahun 2017 TPID NTT berhasil menekan inflasi di level 2,00 persen (yoy) dengan capaian inflasi terendah sepanjang 17 tahun terakhir.

“Capaian ini adalah lebih rendah dibandingkan dengan kawasan lainnya. Bahkan lebih rendah dari angka inflasi nasional yaitu 3,61 persen (yoy) berkat pengendalian bahan makanan,”jelas Robert.

Meski demikian Robert mengingatkan beberapa intansi terkait agar tidak lengah menjaga ketersediaan produksi dan distribusi barang. Sehingga harga terus dapat dijaga sepanjang tahun. Pentingnya meningkatkan daya beli masyarakat untuk menopang pertumbuhan ekonomi di daerah.

Buah Tangan Mantan Gubernur Frans Lebu Raya

Sebelum itu Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTT, Naek Tigor Sinaga kepada wartawan di sela-sela perpisahan ASN lingkup Pemprov NTT dengan FRENLY –Frans Lebu Raya dan Benny Alexander Litelnony, Jumat 13 Juli 2018, mengatakan TPID NTT pada tahun 2015 telah mendapat pengharagaan sebagai TPID Terbaik untuk kawasan Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

“Inflasi NTT sejak 5 tahun terakhir dimulai dari angka 8,00 persen kita bisa mencapai angka 2 persen. Ini tidak terlepas dari kerja keras OPD-OPD yang ada dibawah kepemimpinan Gubernur Frans Lebu Raya selaku Ketua TPI,”kata Sinaga.

Seperti dilansir  citra-news.com Jumat 13 Juli 2018, Sinaga mengatakan upaya menggapai hasil terbaik dilakukan antara lain melakukan sinergisisitas dengan semua OPD melalui strategis penilaian inflasi atau yang dikenal dengan 7 (tujuh) Pengendalian. Mulai dari pengendalian infrastrutur sampai dengan pengendalian ekspektasi dan sebagainya. Dan ini kita harapkan sebagai modal yang baik dalam membangun NTT ke depan menjadi lebih baik lagi, tandasnya.

Pengendali inflasi juga, lanjut dia, mendapat penilaian pada tahun 2017 dimana Inflasi NTT tercapai dengan baik. Dan besar kemungkinan sebagai nominator TPID Terbaik di Kawasan Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara.

“Mudah-mudahan tanggal 26 Juli 2018 ini nantinya kita memperoleh yang terbaik hasilnya. Walaupun ini masih nominasi dengan penilaian hasil yang belum final. Tapi ini adalah prestasi karena pada tahun 2017 kemarin mencapai angka baik,”ucap Sinaga.

Dikatakan, sebagaimana kita ketahui di awal tahun 2018 program unggulan kita adalah bagaimana kita melakukan Sinergisitas antara seluruh OPD dan bagaimana kita melakukan kerjasama antar daerah. Seperti misalkan pada pertengahan tahun 2017 harga cabe rawit meningkat. Namun  dengan kesigapan dari sinergisitas yang ada ternyata itu bisa dilakukan operasi pasar sehingga pengendalian cabe rawit dapat berjalan dengan baik.

“Itu merupakan kesuksesan karena harga cabe dengan inflasi sekitar 58 persen tapi pada bulan Januari 2018 bisa minus sampai dengan minus 6 persen. Juga adalah sebuah terobosan dan bagaimana sinergisitas yang terjadi antara Bank Indonesia dalam fungsinya infiltry kepada OPD-OPD yang ada. Ini yang mungkin dipandang oleh bapak Gubernur Frans Lebu Raya menjadi suatu nilai plus dari fungsi BI di daerah,”tegasnya. +++ cnc1/avenhumasntt

Gambar : Penjabat Gubernur NTT Drs. Robert Simbolon, MPA mengangkat thropi Penghargaan NTT TPID Terbaik saat apel bersama ASN Lingkup Pemprov NTT di halaman depan Gedung Sasando, Kupang, Senin 30 Juli 2018. Doc. CNC/humasprovntt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *