Tanam KELOR di Hari BAKTI PU Ke-73

Multiguna tanaman Kelor selain menjadi sumber pangan bergizi, tanaman ini juga berfungsi untuk penghijauan dan pelestarian lingkungan hidup.

Kupang, citra-news.com – DINAS Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Nusa Tenggara Timur (PUPR NTT) melakukan Aksi Nyata menanam 10.000 anakan Kelor di kawasan Bendungan Raknamo Kabupaten Kupang.

Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT, Ir. Andre W. Koreh, MT melalui Kepala Seksi (Kasi) Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR NTT, Dr. Ir. Alfons Theodorus, MT, mengatakan penanaman kelor di kawasan Bendungan Raknamo bertepatan dengan Bhakti PU, merupakan aksi nyata Dinas PUPR Provinsi NTT dalam mendukung Gerakan Revolusi Hijau yang dicanangkan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, VIKTOR Laiskodat dan JOSEF Adrianus Nae Soi.

Alfons membeberkan, dalam rangka Hari Bakti PU ke-73 tanggal 3 Desember 2018 ini kami melaksanakan beberapa kegiatan. Diantaranya menanam anakan kelor di kawasan Bendungan Raknamo Kabupaten Kupang. Tujuannya untuk penghijauan sekaligus pelestarian lingkungan hidup di area kawasan sekitar bendungan. Selain itu lanjut dia, Dinas PUPR Provinsi NTT juga menggelar sarasehan dengan menghadirkan beberapa narasumber. Kami berharap selaku narasumber utama (keynote speaker) bapak Gubernur Viktor,“ucap Alfons saat ditemui citra-news.com di ruang kerjanya, Senin 26 November 2018.

Menurut Alfons, peringatan Hari Bakti Pekerjaan Umum (Harbak PU) ke-73 tahun 2018 ini dilaksanakan agak sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Seperti lazimnya setiap tahun dalam menyongsong hari bersejarah ini, dilaksanakan aneka lomba dan kegiatan olahraga. Namun pada tahun ini ditambahkan sarasehan dan penanaman kelor. Dan pada hari H tanggal 3 Desember itu dilakukan apel bersama di halaman kantor Dinas PU.

“Iya pas bertepatan tanggal 3 Desember 2018 jatuh pada hari Senin maka besar kemungkinan acara apel nantinya dipimpin langsung oleh bapak Gubernur NTT. Namun jelang hari H itu kami selenggarakan Sarasehan terkait bidang ke-PU-an pada tanggal 29 November 2018. Kemudian juga diisi dengan aksi penanaman anakan kelor di kawasan Bendungan Raknamo,”jelas Panitia Hari Bakti PU ke72 tingkat Provinsi NTT itu.

 

Hari Bakti PU Lahir di Gedung Sate

Peringatan Hari Bakti Pekerjaan Umum (Harbak PU) yang diperingati setiap tanggal 3 Desember, tak lepas dari sejarah perjuangan para pegawai Departemen Pekerjaan Umum yang mengorbankan nyawanya demi mempertahankan Gedung Sate Jawa Barat

Saat itu tanggal 3 Desember 1945, tentara sekutu Belanda menyerang, mau mengambil alih Gedung Sate yang pada waktu itu merupakan kantor Departemen PU.  Berkat perlawanan tujuh pegawai PU, Gedung Sate dapat dipertahankan. Namun, ketujuh pegawai yang kini dijuluki Sapta Taruna itu gugur.

Nama ketujuh pahlawan tersebut sampai saat ini diabadikan pada tugu di depan Gedung Sate. Mereka adalah Didik Ardiyanto, Muchtarudin, Suhodo, Rio Susilo, Subengat, Ranu, dan Suryono. Untuk mengenang jasa ketujuh pahlawan tersebut, setiap tahun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melaksanakan doa bersama di depan tugu pahlawan Sapta Taruna Gedung Sate yang kini menjadi kantor Pemerintahan Provinsi Jawa Barat. +++ cnc1/tirto.id

Gambar : Dr. Ir. Alfons Theodorus, MT di Kantor Dinas PUPR Provinsi NTT di bilangan Jl. Basuki Rachmat, Oepura Kota Kupang Provinsi NTT.

Foto : Doc. CNC/marthen radja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *