JULIE Laiskodat PAMER Tenun NTT di Ajang IFW 2019

Ratusan koleksi kain tenun NTT dari designer beken di tanah air segera dipamer di ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2019. Show tunggal berskala internasional ini untuk lebih mempromosikan Tenun NTT ke pasaran dunia.

Kupang, citra-news.com – KETUA DEWAN Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Dekranasda NTT), Julie Surisno Laiskodat menyatakan, Indonesia Fashion Week (IFW) 2019 merupakan momentum untuk memperkenalkan sekaligus mempromosikan produk Tenun NTT ke pasaran nasional maupun internasional.

Demikian Julie Sutrisni Laiskodat dalam temu pers di Kantor Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT (Dinas Parekraf NTT), di bilangan Jl. Frans Seda Kota Kupang NTT, Jumat 22 Maret 2019.

“Fashion show tunggal di IFW 2019 ini adalah memperkenalkan produk asli  Tenun NTT. Kami segera laksanakan di Jakarta pada tanggal 27-31 Maret 2019.  Diprakarsai Butik LeVICo, saya dibantu oleh beberapa designer beken selaku mentor, kami memperagakan produk tenun dari 22 kabupaten/kota se-Provinsi NTT,”ucap Julie.

Menurut Julie yang sukses membawa tenun NTT ke sejumlah ajang pecan mode internasional seperi New York, London, dan Paris, serta sejumlah negara lainnya ini, bahwa dalam proses pembuatan tenun untuk pagelaran ini selain pengrajin tenun dari seluruh wilayah NTT, pihaknya juga melibatkan pelajar SMKN 4 Kota Kupang.

Dengan keterlibatan para pelajar ini, tegas Julie, agar pembuatan tenun bisa dieruskan dan dikembangkan oleh generasi muda sehingga menjadi kebanggaan. Terlebih sebagai wujud dalam meningkatkan perekonomian masyarakat NTT.

Ketiga mentor yang terus mensupport Bunda Julie yang adalah pemilik brand fashion Tenun LeVICo itu masing-masing Defrico Audy, Handy Hartono, Musa Widyamodjo. Dalam ajang IFW 2019 ketiga designer mengambil peran selaku Mentor dengan tugas masing-masing mendesigner peserta fashion dalam berbagai ‘look’.

Untuk Mentor Defrico Audy, jelas Bunda Julie,  menampilkan 21 Look untuk 7 designer dari kabupaten/kota di NTT. Masing-masing Kota Kupang, Alor, Belu, Kabupaten Kupang, Malaka, TTU, TTS. Sementara Handy Hartono juga menampilkan 21 Look dengan 7 designer dari 7 kabupaten. Masing-masing Kabupaten Lembata, Sabu Raijua, Rote, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sumba Tengah, dan Kabupaten Sumba Timur.

Sedangkan Musa Widyatmodjo selaku Mentor 3 membawahi 8 kabupaten dengan tampilan 24 Look. Ke-8 kabupaten dimaksud yakni Kabupaten Ende, Flores Timur, Manggarai Raya (Manggarai Barat, Manggarai, dan Manggarai Timur), Nagekeo, Ngada, dan Kabupaten  Sikka. Dengan mengangkat thema Eastern Modernity untuk semua koleksi binaannya yakni mengangkat warisan tenun ikat NTT ke gaya hidup modern. Namun dalam nuansa kesederhanaan nan anggun.

“Moment IFW 2019 ini menjadi salah satu upaya kami untuk mempromosikan produk tenun NTT dalam rangka perluasan pangsa pasar baik kedalam maupun keluar negeri. Selain itu dalam kerangka peningkatan kapasitas Dekranasda kabupaten/kota ser-Provinsi NTT untuk meningkatkan ekonomi daerah melalui produk tenun,”jelas Julie.

Berbeda dengan fashion show tahun-tahun sebelumnya kali ini, aku Julie, kami didukung semua OPD tingkat provinsi secara keroyokan mensukseskan ajang IFW 2019. Karena kami menyadari jika ini dilakukan dengan kapasitas masing-masing maka mutahil panggung fashion show nan megah ini bisa terlaksana. Jadi ini bukan hajatan Dekranasda sendiri akan tetapi dibantu sekitar 8 atau 9 organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada di tingkat  Pemprov NTT.

Designer Lokal Bisa ‘Go Public’

Isteri Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat ini menegaskan, di ajang IFW 2019 pihaknya menapilkan nuansa berbeda seperi lazimnya orang ikut fashion show biasa. Kali ini saya (Julie Sutrisno Laiskodat) tidak mau menampilkan hanya tenunannya saja. Tetapi saya mau juga menunjukkan bahwa kita ini mempunyai SDM sangat mumpuni. Saya dan kita semua harus berbangga bahwa kita mempunyai designer lokal NTT yang potensial.

“Kita punya potensi SDM multi talenta. Namun mereka-mereka ini tidak diberi panggung dan kesempatan untuk mereka tampil. Makanya kali ini di ajang IFW 2019 kami tampilkan 108 baju hasil koleksi perancang busana (designer) lokal di 22 kabupaten/kota se-NTT. Ini adalah hasil inovasi dari designer lokal yang patut kita angkat ke ajang nasional bahkan internasional. Mereka semua saya kumpulkan dan menjelaskan bahwa IFW 2019 ini adalah kesempatan emas bagi kalian bisa Go Public,”beber Julie.

Kemana-mana dan dimana-mana, lanjut Julie, dia selalu beri support baik kepada penenunnya juga designer dan para PUTRI (OA/sebutan bagi orang Flores Timur) apalah, untuk tampil percaya diri. Jika memang di ajang IFW 2019 ini belum maksimal tampil, ikut lagi ajang di tahun 2010. Nah, dengan semakin terasah penampilan di ajang-ajang bergengsi seperti IFW ini maka akan terbiasa juga.

Guna mendampingi mendampingi designer lokal NTT, Julie Laiskodat rela membiayai 3 (tiga) Guru Designer Papan Atas. Yakni Defrico Audy, Handy Hartono, Musa Widyamodjo untuk mengisi hal-hal yang dianggap kurang kala berlaga di panggung besar seperti IFW ini. Dan mereka bertiga ini pada momentum IFW 2019 pihak Dekranasda Provinsi NTT mengudangnya menjadi Mentor di Tiga Zona seperti disebutkan di atas. Dengan masing-masing mentor membawahi 7 sampai 8 kabupaten/kota.

“Dengan adanya tiga designer kondang dan punya jam terbang secara internasional ini sudah tentu ilmunya turun kepada 22 designer lokal kita. Inilah tujuan saya menggelar IFW 2019 yang tidak sekadar fashion show saja. Namun juga mengangkat nama designer dan penenun lokal NTT ke ajang yang lebih besar lagi,”ucap Julie.

Sementara Defrico Audy mengakui dirinya sudah belasan tahun bersama Julie Laiskodat. Kemanapun dan di ajang apapun kami selalu bersama.

“Saya sampai bisa kemana-mana di negara manapun, berkat bunda Julie. Beliau adalah ibu saya yang sangat memahami kehidupan saya. Dan saya bisa menjadi designer seperti ini berkat Bunda Julie yang selalu mendampingi dalam kondisi apapun. Bunda Julie adalah ibu yang membangkitkan kehidupan saya. Dia menjadi ibu yang baik sekaligus guru terbaik saya,”ungkap Audy dalam linangan air mata.

Senada dengan Audy, designer kondang lainnya yang juga hadir saat itu yakni Handy Hartono. Pria dengan gaya rambut sebahu ini mengatakan, dia telah banyak kali mengelilingi NTT yang menurutnya sangat kaya dengan karya tenunan yang unik-unik.

“Pengatahuan design yang saya miliki saya bagikan kepada semua orang NTT yang membutuhkan. Karena namanya ilmu pengetahuan kita tidak boleh pelit. Kita harus beri ruang juga bagi mereka yang lain untuk sama-sama mempromosikan Tenun NTT ke panggung yang lebih besar lagi,”ucap Hartono. +++ marthen/citra-news.com

Gambar : Bunda Julie Sutrisno Laiskodat secara simbolis menerima bukti dukungan pelaksanaan IFW 2019 dari Kepala Dinas Parekraf Provinsi NTT, Ir. Wayan Darmawa usai Konperensi Pers di Kupang Timor NTT, Jumat 22 Maret 2019.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *