BERSIKERAS Tahan Mobnas, OBED Bisa ‘Diseret’ ke PIDANA

Kajari TTS Fachrizal, SH saat ditemui sejumlah wartawan yang tergabung dalam FORWAN TTS di SoE, Rabu 16 Oktober 2019. Doc.CNC/Jor Tefa-Citra News

Hingga saat ini mantan Wakil Bupati TTS, Obed Naitboho tetap bersikeras tidak mau mengembalikan mobil dinas (Mobnas) milik Pemda. Meski ditempuh berbagai cara namun tidak jua dia mau menyerah. Tapi masih ada banyak jalan menuju Roma, bukan?

Citra-New.Com, SOE – KEJAKSAAN NEGERI Timor Tengan Selatan (Kejari TTS)  sudah panjang sabar menghadapi ulah aneh dari Obed Naitboho. Pasalnya mobil dinas milik Pemda TTS bernomor Polisi DH 2 C itu hingga hari ini masih digunakan oleh mantan Wakil Bupati TTS. Padahal di era kepemimpinan Bupati EGUSEM Pieter (Epy) Tahun dan Wakilnya JOHNY Army Konay, sangat membutuhkan kendaraan operasional yang mampu menerjang wilayah Kabupaten TTS dengan topografi lembah curam dan berbukit terjal.

Perihal Mobnas DH 2 C berjenis Toyota Fortuner yang hingga saat ini digunakan ‘seenak perutnya’ oleh Obed Naitboho itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) TTS, FACHRIZAL, SH telah melakukan upaya-upaya smart (cerdas) pasca menerima Surat Kuasa Khusus dari Pemda TTS.

“Kami pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) TTS juga sudah menerima Surat Kuasa Khusus dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten TTS untuk menarik kembali kendaraan dinas roda 4 DH 2 C, yang adalah Kendaraan Dinas Wakil Bupati TTS. Menindaklanjuti surat ini kami sudah memanggil yang bersangkutan dan memediasinya. Agar segera mengembalikan mobil dinas yang sampai saat ini masih dikuasainya itu. Tapi belum jua dikembalikan,”jelas Fachrizal.

Fachrizal menegaskan berulang kepada sejumlah wartawan usai acara pemusnahan alat bukti 10 perkara tahun 2018, di halaman Kantor Kejari SoE, Rabu 16 Oktober 2019. Bahwa kendaraan dinas tersebut saat ini sementara dikuasai oleh Mantan Wakil Bupati TTS, OBED Naitboho yang sekarang menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi NTT.

Ini kasus perdata, tambah Fahcrizal, sehingga kami (Kejari TTS, red) mengundang beliau (Obed Naitboho, red) untuk mengatur secara perdamaian. Atau kami mencoba untuk memediasinya agar yang bersangkutan (Obed Naitboho, red) bisa mengembalikan Mobnas DH 2 C tersebut ke pemiliknya yakni Pemda TTS.

Ditegaskan Fachrizal, kendaraan roda empat DH 2 C ini adalah kendaraan dinas yang menjadi asset daerah milik negara, dalam hal ini milik Pemda TTS. Obed Naitboho tidak ada dasar untuk menguasai Mobnas DH 2 C tersebut.

“Kalau yang bersangkutan (Obed Naitboho, red) merasa diri bahwa itu bukan mobil milik pribadinya maka dia harus kembalikan ke Pemda TTS. Tapi kalau dia bersikeras untuk mempertahankan asset yang bukan milik pribadinya itu maka ada kemungkinan bisa berujung ke pidana,”kata Fachrizal.

Kejari TTS Surati Obed Naitboho Via DPRD Provinsi NTT

Sebagai bukti Kejari TTS panjang sabar menghadapi ulah aneh Obed Naitboho, Kajari Fachrizal menyurati Obed Naitboho melalui lembaga DPRD Provinsi NTT di Kupang. Mengapa surat pribadi namun dikirm via lembaga di DPRD Provinsi NTT?

Berikut penelusuran awak citra-news.com selama dua hari berturut-turut. Pada hari pertama, Kamis 17 Oktober 2019, informasi yang diterima dari staf di bagian administrasi Sekretariat Dewan DPRD Provinsi NTT membenarkan bahwa surat itu sudah tiba di meja Sekwan (Sekretaris Dewan) sejak Rabu 16 Oktober 2019.

“Betul ada surat dari Kejari TTS ditujukan ke pak Obed Naitboho. Dan surat itu kami sudah teruskan ke meja Sekwan. Tapi tunggu pak Sekwan ada keluar nanti beliau datang baru kaka (wartawan portal berita citra news, red) tanya beliau saja. Dan mungkin juga sudah sampai di meja ibu Ketua DPRD NTT (Ir. Emilia Julia Nomleni, red),”ungkap pria yang meminta namanya tidak dipublikasi.

Tidak berbeda juga dengan upaya panjang sabar ala Kajari Fachrizal. Pada hari berikutnya, Jumat 18 Oktober 2019, di gedung dewan bilangan jalan El Tari Kupang itu Sekwan DPRD Provinsi NTT, Drs. TOBIAS B. Ngongo ‘diculik’ dari waktu permainan bola pingpongnya. dengan berat hati dia  terpaksa melayani kebutuhan wartawan.

Drs. TOBIAS B. Ngongo. Doc. CNC/marthen radja-Citra News

“Coba kalian panggil itu orang di bagian kearsipan,”ucap Tobi meminta stafnya. Tidak lama berselang informan yang kemarinnya ditemui awak citra-news.com berdiri di hadapan Sekwan Tobi. “Betul bapak. Itu surat dari kemarin kami antar ke ruang kerja bapak,”ucapnya.

“Iya kalau begitu itu surat dari Kejari TTS sudah ada.  Saya juga tidak thau untuk koreksi lagi jenis surat mana-mana saja. Tapi yang pasti ada surat dari Kejari TTS. Kan itu surat sifatnya pribadi ke pak Obed Naitboho.Tapi kebetulan beliau sekarang anggota DPRD Provinsi NTT sehingga surat tersebut via lembaga dewan ini,”jelas Tobi.

Sembari meminta agar difoto saja surat yang masih terbungkus (lem) rapi beramplop coklat itu. “Tujuan surat jangan difoto. Cukup nomor dan tanggal surat yang kami terima. Saya minta jangan difoto tujuan surat karena ini dialamatkan ke pak Obed Naitboho.  Beliau saat ini masih turun kunjungan kerja ke Dapil TTS. Pimpinan juga rupayanya tidak ada di tempat. Nanti isi surat itu seperti apa, hari Senin saja baru datang cek ke meja pimpinan DPRD NTT,”pinta Tobi.

Hasil penelusuran media ini bahkan berhasil memotretnya, benar kalau surat dari Kejari TTS itu ditujukan kepada Drs. Obed Naitboho, M.Si. Di salah satu sisi pojok kiri amplop ditulis tangan Tanggal: 15 Oktober 2019. Nomor : B.1151/P.3.11/GP.2/10/2019. Surat tersebut juga dilengkapi dengan stempel berlogo Kejaksaan Negeri Timor tengah Selatan. +++ jovan/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *