“Bapak Gubernur terus melakukan pemantauan terhadap pembangunan ruang jalan Bokong Lelogama. Beliau berharap pekerjaannya harus selesai tepat waktu. Oleh karena itu sebagai dinas teknis kami juga harus bekerja tuntas, bergerak cepat dan bertindak tepat. Artinya terus melakukan koordinasi lapangan agar kontraktor jangan main-main. Pekerjaan harus selesai tepat waktu dan tepat mutu,”tegas Maksi.
Sembari mengatakan, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat telah berkomitmen bahwa pekerjaan ruas jalan provinsi harus bisa selesai pada tahun 2023. Walaupun pembiayaannya dari anggaran APBD NTT terbatas. Akan tetapi ada upaya-upaya pemerintah untuk melakukan pijaman ke pihak ketiga.
“Kita harus mengikuti langkah cepat yang dilakukan pemerintah NTT saat ini. Artinya harus ada lompatan-lompatan yang kita lakukan. Prinsip pak Gubernur lebih baik kita menyicil uang daripada kita menyicil pekerjaan jalan,”ucap Maksi.
Itu artinya dengan keterbatasan anggaran pemerintah melakukan pinjaman agar bisa membiayai pembangunan infrastruktur jalan. Dengan dana pinjaman daerah yang ada kita bisa bangun satu ruas jalan, misalkan 30-40 kilometer. Daripada menyicil satu dua kilometer nanti pada tahun berikutnya pekerjaan terdahulu sudah rusak lagi.
“Kalau cukup anggarannya dalam satu ruas kita bisa bangun sekaligus dalam setahun. Tahun berikutnya koita bangun lagi di ruas yang lainnya. Karena ada sekitar 900 lebih kilometer jalan provinsi kategori rusak dan rusak berat,”tandasnya. +++ marthen/citra-news.com
