JALAN Prioritas SATU Musrenbangdes Watudiran

FERDINAND Evensius Edomeko, S.Fil. Doc.CNC/edomeko-waigete

Prasarana jalan dan jembatan menjadi prioritas utama warga masyarakat pedesaan. Tiga kebutuhan pokok masyarakat sandang, pangan, papan akan bisa terpenuhi jika ada jalan akses, bukan?

Citra-News.Com, MAUMERE – GELIAT pertumbuhan ekonomi di desa mulai tampak perubahannya setelah ada alokasi APBN berupa Dana Desa. Sumber data Sipede.kemendesa.go.id menyebutkan, alokasi Dana Desa (DD) untuk Kabupaten Sikka tahun 2020 sebesar Rp 154.352.861.000,- Atau mengalami kenaikan sebesar Rp 3.052.438.000 dari tahun 2019 dengan alokasi sebesar Rp 151.300.423.000,-

Desa WATUDIRAN Kecamatan Waigete Kabupaten Sikka, Flores Provinsi Nusa Tenggara Timur (NT) adalah salah satu desa sasaran alokasi DD tersebut. Sebagai salah satu desa dari 147 desa potensial di Kabupaten Sikka, desa Watudiran mengalami kesulitan kebutuhan yakni jalan.

“Kami butuh jalan’, demikian ungkapan peserta Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Watudiran, Rabu 05 Pebruari 2020. Musrenbangdes Watudiran hari itu terlaksana di Kilawair, ibukota Desa Watudiran.

Camat Waigete, FERDINAND Evensius Edomeko, S.Fil dalam siaran persnya dan diterima portal Berita Citra-News.Com, Edomeko menulis, tersedianya prasarana jalan dan jembatan yang memadai hinggake pelosok dusun menjadi prioritas kebutuhan warga Desa Watudiran, Kecamaan Waigete Kabupaten Sikka.

Besaran dana desa (DD) tahun 2020 untuk Desa Warudiran, tulis mantan Kabag Humas dan Protokol Setkab Sikka, adalah sebesar Rp 1.3 miliar. Sejumlah alokasi DD ini untuk kebutuhan peningkatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa Watudiran.

Suasana Musrenbangdes Watudiran dipimpin Kepala Desa, Maximus Magsentius, di Kilawair, Kec, Waigete kab. Sikka. Flores Provinsi NTT, Rabu 05 Pebriuari 2020. Doc.CNC/edomeko-waigete

Rapat yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa (Kades) Watudiran MAXIMUS Magsentius ini, demikian Edomeko, Kades Maximus didampingi Kasi AP2 Kecamaan Waigete, RAY Tokan, Kasirantib KARAENG Corebima. Verfikaor Dana Desa Kanca Waigete, OKTAVIANUS, Ketua BPD, dan Pendamping Desa, IPONG Say.

Selain prasarana jalan, Musrenbangdes Watudiran pun menetapkan beberapa kebtuhan pentig lainnya. Diantaranya, Peningkatan Pendidikan melalui penambahan ruang kelas yakni membangun ruang kelas baru (RKB) untuk SD dan SMP di Desa Waudiran.

“Dari alokasi DD untuk Desa Watudiran direncanakan selain membangun prasarana jalan juga untuk kebutuhan pendidikan dan kesehatan. Yakni membangun tambahan ruang kelas baru di SD dan SMP. Juga penambahan Insentif bagi tenaga guru (honor) dan TKS (tenaga kerja sukarela) Kesehatan,”tulis Edomeko.

Meski demikian Kades Maximus menegaskan bahwa Musrenbangdes Watudiran menetapkan kebutuhan prasarana JALAN jadi Prioritas Satu.

Diketahui, Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020. Dalam Ketentuan Umum Pasal (1) Permen tersebut menjelaskan bahwa, prioritas penggunaan dana desa adalah pilihan kegiatan yang didahulukan dan diutamakan daripada pilihan kegiatan lainnya, untuk dibiayai dengan Dana Desa.

Sementara pasal (3) menjelaskan bahwa prioritas penggunaan Dana Desa disusun berdasarkan prinsip-prinsip, kebutuhan prioritas, keadilan, kewenangan desa, focus, partisipatif, swakelola, dan berbasis sumber daya desa. +++ citra-news.com/edomeko

Sumber : F.E. Edomeko/Waigete Maumere Flores

Editor : Marthin Radja/Citra News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *