PPDB Hingga MPLS Tidak Ada GEJOLAK Serius

MATHIAS M. BEEH, S,ST.M.Par. Doc.marthen radja/citra news.com

Mathias : “Sudah 2 (dua) tahun masa jabatan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat, proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat kondusif….”

Citra News.Com, KUPANG – MESKIPUN kondisi sosial psikologis orangtua peserta didik dan atau masyarakat umumnya berada dibawah tekanan pandemi Covid-19, namun PPDB online sistem zonasi berjalan aman tertib dan lancar.

Demikian Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ((Kabid Dikmen Dinas P dan K) Provinsi NTT, MATHIAS M. Beeh, S.ST.M.Par, di ruang kerja Kepala SMK Negeri 1 Kupang, Senin, 11 Juli 2020.

“Sudah 2 (dua) tahun atau sejak Bapak VIKTOR Bungtilu Laiskodat jadi Gubernur NTT, proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat kondusif. Tidak ada gejolak yang serius seperti tahun-tahun sebelumnya. Dari pengalaman kita ketahui bersama disana-sini ada demo dari para orangtua murid, lantaran tidak puas dengan sistem zonasi dan hal-hal lain terkait proses PPDB. Bahkan ada kelompok demonstran sampai tidur-tiduran di halaman kantor Dinas PK Provinsi NTT,”ucapnya.

Mantan Kepala SMKN 1 Kupang yang baru dilantik jadi pejabat struktural lingkup Provinsi NTT pada Sabtu, 11 Juli 2020 itu mengatakan, proses pelaksanaan PPDB tahun ajaran 2020/2021 hingga Masa ortisentasi dan pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di level pendidikan menengah atas, sangat kondusif. Baik di SMK maupun SMA proses PPDB berjalan aman tertib dan lanca. Padahal masyarakat Indonesia bahkan dunia tengah menghadapi wabah Covid-19.

Di tengah pandemi Covid-19, kata Ketua MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) SMA/SMK se-Kota Kupang, dipastikan situasi sosial masyarakat Indonesia umumnya sangat tidak tidak menentu. Secara psikologis tentunya para orangtua berada dalam goncangan dan tekanan akibat ekonomi keluarga yang tidak menentu.

“Saya yakin para orangtua murid semakin memahami proses pelaksanaan PPDB dengan sistem Zonasi ini. Masyarakat sudah semakin sadar dan menghargai proses pada sebuah institusi pendidikan. Seperti  diutarakan Bapak Benyamin Lola selaku Kepala Dinas P dan K Provinsi NTT mengatakan, untuk tahun ajaran 2020/2021 ini proses PPDB lebih sejuk. Ini berkat spirit pelayanan yang sesungguhnya diterapkan oleh para pemangku pendidikan,”paparnya.

Suasana keakraban terjalin di SMKN 1 Kupang, Provinsi NTT. Mathias M. Beeh  pose bersama usai UAN Maret 2020. Doc.marthen radja/citra news.com

Sebagai kepala sekolah, jelas Mat, untuk SMKN 1 Kupang khususnya PPDB pada hari pertama hanya sekira satu setengah jam saja sistem sudah closing (tutup). Karena quota sudah penuh. Ini tentunya, tegas dia, sudah terbentuk kesadaran yang kuat dan minat para orangtua siswa untuk memilih anaknya agar sekolah di SMKN 1 Kupang. Apalagi SMKN 1 Kupang merupakan sekolah favorit dengan Akreditasi A. Dengan modal Akreditasi A dan menenuhi syarat SMPTN 40 persen membuat orang berlomba-lomba meraih pilihan pada sekolah kejuruan terbaik.

Tunggu Perintah Gubernur

Menjawab citra news.com soal quota (daya tampung), Mat yang sudah mengabdi 7 tahun lebih di SMKN 1 Kupang ini menyebutkan, jumlah siswa PPDB hingga MPLS sebanyak 756 orang. Atau sebanyak 21 rombongan belajar (Rombel).

“Nah dengan kondisi sosial masyarakat kekinian yang umumnya terdampak pandemi Covid-19, para guru harus mencari cara dan strategi yang tepat. Agar suasana pembelajaran bisa berjalan dengan baik dan lancar. Untuk itu maka kami disini sudah melakukan rapat para guru untuk menyatukan persepsi agar metode pembelajaran di era New Normal bisa dilakukan,”tegasnya.

Mengenai tatap muka dengan siswa, sambung dia, dipastikan pihak sekolah tetap mengikuti aturan-aturan normatif protokoler Covid-19. Nah, untuk lembaga pendidikan di semua level harus menunggu informasi lebih lanjut dari Gubernur selaku wakil pemerintah pusat di daerah. Terutama bagi SMA/SMK harus menunggu perintah dari Gubernur sebagai atasan langsung yang berwenang mengatur lembaga pendidikan menengah atas.

Oleh karena mengikuti sosial distancing (jaga jarak) antarsiswa, tambah Mat, maka saat pelaksanaan MPLS siswa baru di SMKN 1 Kupang yang berjumlah 756 orang  ini terbagi dalam dua sesi perhari. Dengan masing-masing Sesi sebanyak 150-an perhari dan MPLS sudah dilaksanakan selama tiga hari.

“Hal menarik yang kami alami di SMKN 1 Kupang ini bahwa proses PPDB hingga MPLS tidak gejolak yang serius. Karena berjalan kondusif maka kepada siswa jalur prestasi yakni sebanyak 15 orang, pihak sekolah sudah berkomunikasi intens dengan orangtua. Sekolah ini sudah lakukan persiapan akan kebutuhan siswa jalur prestasi ini. Seperti penginapan (asrama) yang diatur sesuai dengan protokoler Covid-19,”jelas Mat. +++ marthen/citranews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *