Tari LEDI TUA Sambut Para Taruna TNI AL dari Natuna

Drs. SOFIAN Kurniawan, MM, Kepala UPT Taman Budaya Provinsi NTT. Doc.marthen radja/citra-news.com

Sofian: Tari Ledi Tuak salah satu bukti pertunjukan originalitas budaya Kabupaten Rote Ndao. UPT Taman Budaya Provinsi NTT mempertegasnya melalui performance art dengan tidak mangabaikan nilai keasliannya (pakem).

Citra-News.Com, KUPANG – KEPALA UPT Taman Budaya Provisi Nusa Tenggara Timur (NTT), Drs SOFIAN Kurniawan, MM mengatakan tugas UPT Taman Budaya adalah melakukan Rekonsiliasi dan Pelestarian Budaya Daerah melalui seni pertunjukan.

“Provinsi memiliki beragam suku dengan kekhasan seni budayanya masing-masing. Tugas kita adalah terus melestarikan melalui karya-karya seni garapan baru. Yang sudah tentu tidak mengabaikan nilai-nilai keasliannya yang menjadi ciri khas budaya daerah. Tari Ledi Tua dari Kabupaten Rote Ndao adalah seni tari garapan atau seni pertunjukan yang disuguhkan bagi para tamu. Dan Tari Ledi Tua ini yang segera dipentas pada tanggal 26 Desember 2020. Sesuai rencana para Taruna TNI Angkatan Laut (AL) setelah kembali dari Pulau Natuna diterima di Kupang,”kata Sofian.

Kepada awak citra-news.com di Kupang, Rabu 23 Desember 2020, Sofian menyatakan, tari garapan baru  produksi Laboratorium Taman Budaya Provinsi NTT bekerjsama dengan Sanggar Latasga Helong ini, segera dipertunjukan saat tamu yakni sekembalinya para Taruna TNI AL setelah mengemban tugas negara dari kepulauan Natuna.

Tarian Ledi Tua sebuah tarian yang menceriterakan tentang bagaimana aktivitas masyarakat Rote dan Sabu di Provinsi NTT meramu tuak (nira Lontar) menggunakan haik  sebagai properti utama. Nilai edukasi yang dipertunjukkan melalui gerak tari ini yakni semangat kerja keras, dan kebersamaan  masyarakat NTT.

“Spirit kerja keras, dan keras sama, serta kerja tuntas  ditunjukan melalui gerak tari. Penari secara komunal melompat, menari, bernyanyi bergembira bersama. Sembari berucap syukur atas nikmat dan berkat Tuhan melalui hasil ciptaan yang dinikmati manusia,”ungkap Sofian.

Seni gerak yang dilakonkann penari ini, tambah dia, dikemas secara artistik dan dinamis. Dalam mana menampilkan eksotika hentakan kaki dan eksplorasi pengembangannya. Meski demikian seni garapan namun tidak menghilangkan nilai keasliannya.

Para penari yang siap berunjuk kebolehannya di hadapan Gubernur NTT, Gubernur Akademi Angkatan Laut dan terutama kepada patra taruna AL ini berjumlah 18 orang. Pembawa dulang 2 orang, pembawa tempat sirih 5 orang plus crew sebanyak 4 orang. Total berjumlah 20 orang.

Gerak Tari Ledi Tuak ini sesungguhnya sebagai hiburan selain okomoma  yang juga disuguhkan dengan tarian, tamu tiba di tempat acara. Dan tari Ledi Tuak salah satu seni panggung yang biasanya disuguhkan bagi tamu- tamu istimewa, tandasnya. +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *