KITA Boleh PINTAR Tetapi TIDAK Harus MATI

Tampak Kepala SMPN 7 Kupang, RAMLI  (baju tenun NTT) memantau kegiatan Vaksinasi pada Kamis, 16 September 2021. Doc. marthen radja/citra-news.com

Ramli : “….Jangan sampai karena kita mau pintar, kita harus berpapasan dengan wabah corona virus nineteen. Lalu dalam perjalanan kita mati….”

Citra-News.Com, KUPANG – SMP NEGERI 7 Kupang merupakan salah satu sekolah di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mendapat IZIN dari Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, untuk menyelenggarakan KBM tatap muka di sekolah.

“Mulai Senin 20 September 2021 kami harus membuka kegiatan belajar mengajar (KBM) Tatap Muka. Sehingga dengan adanya vaksinasi ini anak diharapkan ke depannya betul-betul prima dan bebas dari Covid19,”ungkap Ramli.

Kepada portal berita citra-news.com di sela-sela kegiatan vaksinasi untuk siswa SMPN 7 Kupang, Kamis 16 September 2021, Kepala Sekolah ini menyatakan, kegiatan Vaksinasi dimaksud sebagai persiapan KBM tatap muka (off line) langsung di sekolah.

“Pak wartawan kita semua kan tahu semenjak Covid19 mewabah di tanah air pada Maret 2020. Semua aktivitas ekonomi masyarakat menjadi lesu dan tak berdaya. Lembaga pendidikan untuk semua tingkatan pun tidak bisa melaksanakan KBM seperti layaknya. Upaya mencerdaskan anak bangsa harus terkoyak lantaran terdampak Covid19,” tuturnya.

Semua orangtua/wali dan juga para guru, sambung Ramli, tentunya merindukan agar pandemi Civid19 segera berlalu pergi. Sehingga KBM bisa berjalan normal seperti sedia kala.

Atas izin pemerintah dan direstui para orangtua/wali siswa usia 12 tahun keatas dapat divaksin, tegas Ramli, maka dipastikan kita punya anak-anak ini bisa menerima pelajaran dengan baik.

“Saya sering beri motivasi kepada anak-anak, kita boleh pintar tetapi tidak harus mati. Jangan sampai karena kita mau pintar kita harus berpapasan dengan wabah. Lalu di perjalanan kita harus mati. Itu yang tidak boleh,” tegas Ramli.

Tidak Ada Satupun Pejabat Pemkot

Pantauan awak citra-news.com di SMPN 7 Kupang, Kamis 16 September 2021, tidak ada satupun pejabat eselon dari Pemkot Kupang hadir pada saat giat vaksinasi ini.

Menanggapi hal ini Kasek Ramli mengakui pihaknya diberitahu Dinas Kesehatan Kota Kupang dan dari Puskesmas Sikumana. Bahwa SMPN 7 Kupang siap untuk divaksin.

O

Dari pemberitahuan melalui surat ini, jelas Ramli, dari sekolah kami membuat undangan bagi orangtua wali siswa kelas VII, VIII, dan Kelas IX, agar menginjinkan anak mereka untuk divaksin.

“Saya kurang tahu apakah panitia dari Tim Satgas Covid19 SMPN 7 Kupang mengundang juga pihak Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kota Kupang. Tapi sudahlah yang terpenting sudah ada tin dokter vaksintor,”tandasnya.

Lebih jauh Kasek Ramli mengatakan, seminggu sebelumnya kami mendapat surat pemberitahuan Vaksinasi untuk SMPN 7 Kupang selama dua hari dari tanggal 16-17 September 2021. Dengan menghadirkan tim medis dari tiga Puskesmas.

“Tapi dalam perkembangan selanjutnya kami dapat jatah hanya satu hari saja. Yakni pada Kamis tanggal 16 September 2021. Dengan menghadirkan 7 orang dokter dan beberapa tenaga kesehatan (Nakes) dari Puskesmas Sikumana dan Puskesmas Bakunase ” jelas Ramli.

Menurut dia, ketujuh dokter vaksinator berasal dari Puakesmas Sikumana berjumlah 4 orang. Dan dokter dari Puskesmas Bakunase berjumlah 3 orang.

“Semua tenaga dokter yang ada disampingi para Nakes pemeriksa kesehatan alat reproduksi dan kesehatan gigi,” tuturnya.

Ketua Panitia, AGUSTINA Sinantong (kiri) dan  Kasek RAMLI   pose dengan Tim Dokter dari Puskesmas Bakunase. Doc.marthen radja/citra-news.com

Menjawab jumlah siswa yang siap divaksin, Kasek Ramli yang mengaku berasal dari NTB (negeri seribu masjid,red) ini menyebutkan ada 474 siswa yang layak divaksin.

Dari total yang ada, tambah Ramli, ada beberapa diantaranya belum pas umur 12 tahun. Untuk itu mereka harus menunggu jatah selanjutnya.

“Rekapitulasi data siswa layak vaksin oleh Tim Satgas Covid19 SMPN 7 Kupang. Selaku Ketua panitia Vaksinasi ibu Agustina Sinantong, S.Pd dan pak Musa Ndaparoka sebagai Wakil Ketua Panitia. Jadi sekitar 20-an orang guru terlibat dalam Giat Vaksinasi di sekolah ini,” beber Ramli.

Sembari menghimbau para siswa Kelas VII (usia 12 tahun,red) khususnya setelah divaksin, agar ke depannya mereka kebal dari Covid19.

“Harapan saya selaku kepala sekolah, untuk anak-anak Kelas VII setelah divaksin mereka bisa kebal dari Covid19. Bagi anak-anak saya yang belum sampai umurnya (kurang dari 12 tahun, red) agar ke depannya pemerintah bisa memperhatikan hal vaksinasi itu,” pungkasnya. +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.