KBM Tatap Muka TERBATAS Dibatasi KAPASITAS dan Jam PELAJARAN

Tampak Wali Kota Kupang, Dr. JEFRI Riwu Kore saat berkunjung ke SMPN 15 Kel. Manulai 2 Kec. Alak. KOTA Kupang, Timor NTT pada Senin 20 September 2021. Doc. citra-news.com/humaskotakpg

Wali Kota Kupang Doktor Jefri Riwu Kore berpesan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan baik di sekolah maupun di rumah.

Citra-News.Com, KUPANG – PPKM atau Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 (tiga) di Kota Kupang berimplikasi pada kehidupan sosial ekonomi masyakakat.

Selain jumlah kasus Covid19 terus menurun, juga beberapa satuan pendidikan mulai melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di sekolah.

Faktanya, pada Senin 20 September 2021 merupakan awal KBM Tatap Muka Terbatas. Walaupun dengan kapasitas/jumlah siswa dan jumlah jam pelajaran dibatasi. Dengan kata lain, sistem belajar jarak jauh dalam jaringan (Daring) perlahan-lahan tinggalkan.

Dimulainya KBM tatap muka tersebut ditandai dengan kunjungan Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson (JEFRI) R. Riwu Kore, MM, MH ke beberapa sekolah.

Hari itu sang Wali Kota memantau langsung pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka terbatas di dua sekolah di wilayah Kota Kupang. Masing-masing SD Kristen Hosana Agape san SMPN 15 Kupang.

Didampingi Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si, dalam kunjungan tersebut Wali Kota melihat langsung kesiapan sekolah yang telah dinyatakan memenuhi syarat.

Dimana berdasarkan penilaian tim penilai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang direkomendasikan siap menjalankan proses pembelajaran tatap muka terbatas.

Sekolah pertama yang dikunjungi Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore atau biasa disapa Jeriko adalah SD Kristen Hosana Agape di Kelurahan Bonipoi, Kecamatan Kota Lama.

Ternyata, SD Kriaten Hosana Agape sekolah sudah menjalankan KBM tatap muka terbatas sejak seminggu yang lalu (13 September 2021, red)

Kepada para siswa yang ditemui di ruang kelas mereka, Jeriko berpesan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan baik di sekolah maupun di rumah.

“Harus tetap mentaati aturan protokol keehatan baik di sekolah maupun di rumah. Gunakan fasilitas yang disediakan sekolah seperti air dan sabun untuk mencuci tangan dan hand sanitizer,”kata Jeriko.

Tidak lupa Wali Kota Kupang mengingatkan, anak-anak untuk membawa bekal masing-masing yang disiapkan orang tua dari rumah dan tidak jajan sembarangan.

Layaknya orang tua, Wali Kota juga mengimbau kepada para siswa untuk tekun belajar, mengerjakan tugas-tugas sekolah secara baik agar kelak menjadi anak-anak yang pintar dan berprestasi.

Abaikan Prokes Ijin KBM Dicabut

Kepala Dinas Pedidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si, yang turut mendampingi Wali Kota dalam kunjungan tersebut menegaskan, jika menurut hasil penilaian tim ternyata sekolah mengabaikan protokol covid-19 maka rekomendasi pembelajaran tatap muka terbatas bagi sekolah tersebut akan dicabut dan kembali ada pembelajaran jarak jauh (daring).

Dumul menjelaskan, berdasarkan hasil penilaian tim dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang terhadap daftar periksa satuan pendidikan (SD dan SMP) untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas yang sudah dilakukan sebelumnya.

Direkomendasikan bahwa satuan pendidikan (sekolah) yang telah memenuhi syarat untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas.

Dengan ketentuan; Kelas yang menjadi prioritas pembelajaran tatap muka terbatas tahap pertama adalah Jenjang SD/ MI (kelas I seluruhnya dan kelas V khusus siswa peserta Asesmen Nasional Berbasis Komputer/ ANBK).

Berikut, jenjang SMP/ MTs (kelas VII seluruhnya dan kelas VIII khusus siswa peserta Asesmen Nasional Berbasis Komputer/ ANBK).

Untuk tahap pertama, tambah Dumul, akan mulai dilaksanakan paling lambat tanggal 20 September 2021.

“Selama berlangsungnya tatap muka tahap pertama, tim dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap keseluruhan proses pembelajaran pada masing-masing sekolah. Batas waktu evaluasi pembelajaran tatap muka terbatas tahap pertama adalah 30 Oktober 2021,”jelas dia.

Dumul menambahkan untuk tahap kedua, jika hasil evaluasi tim terhadap keseluruhan proses pembelajaran pada tahap pertama ternyata satuan pendidikan konsisten atau taat pada protokol covid-19 dan status Covid-19 di Kota Kupang cenderung menurun maka pembelajaran tatap muka terbatas dinaikkan lagi, yaitu kelas II untuk jenjang SD/ MI dan kelas IX untuk jenjang SMP/ MTs.

Peruhal kapasitas atau jumlah peserta didik tiap sekolah, perharinya tetap mengacu pada SE (Surat Edaran) Walikota Kupang Nomor: 068/ HK. 443.1/IX/2021 yang menjelaskan maksimal jumlah peserta didik tiap hari pada satu sekolah adalah 50% dari total siswa kelas I untuk jenjang SD/MI dan kelas VII untuk jenjang SMP/MTs.

Sedangkan jumlah siswa dalam satu ruang kelas adalah 14 orang untuk jenjang SD/MI dan 16 orang dalam satu ruang untuk jenjang SMP/ MTs.

Terkait dengan alokasi waktu pembelajaran tatap muka perhari untuk jenjang SD/ MI maksimal 4 X 35 menit perhari atau mulai dari pukul 08.00 – 10.20 Wita, sedangkan untuk jenjang SMP/ MTs maksimal kegiatan akan berlangsung 5 X 40 menit per hari atau mulai pukul 08.00 – 11.20 Wita.

Ditegaskannya, peran Satgas Covid-19 Tingkat Sekolah selama berlangsungnya pembelajaran tatap muka di sekolah sangat penting untuk memastikan beberapa hal.

Ada beberapa hal yang menjadi tanggung jawab Tim Satgas Covid19 tingkat sekolah. Antara lain, Memastikan seluruh perlengkapan atau peralatan Covid-19 tersedia dan cukup.

Berikut, Mengawasi siswa agar disiplin dan taat pada protokol Covid-19 yaitu dengan memakai, mencuci tangan, menjaga jarak dengan teman teman dan juga guru.

Memastikan tidak ada kantin yang dibuka di sekolah dan sekaligus mengontrol agar tidak ada kelas yang kosong sehingga menimbulkan kerumunan siswa.

Adapun jumlah satuan pendidikan atau sekolah yang telah diperiksa dan dinyatakan memenuhi syarat sehingga direkomendasikan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas.

Untuk jenjang SD/MI aebut Dumul, sebanyak 109 satuan pendidikan/ sekolah dari total 154 satuan pendidikan di Kota Kupang.

Sedangkan untuk jenjang SMP sebanyak 30 satuan pendidikan (sekolah) dari total 56 satuan pendidikan (sekolah) di Kota Kupang.

Saat Wali Kota Kupang, Jeriko mengunjungi SD Kristen Hosana Agape, sang Kepala Sekolah (Kasek), DICKY Fanggidae, S.Pd, mengatakan, SD Kristen Hosana Agape telah melakukan berbagai persiapan sebagaimana yang diprasyaratkan dalam menunjang pembelajaran tatap muka terbatas.

‘Kami telah mempersiapkan berbagai persyaratan pendukung. Mulai dari perlengkapan Covid-19, pengawasan Satgas Covid-19 tingkat sekolah, dan kesiapan guru yang mengisi proses belajar mengajar,” ungkap Dicky.

Usai memantau di SD Kristen Hosana, Wali Kota Jeriko melanjutkan kunjungan ke SMP 15 Kelurahan Manulai 2 Kecamatan Alak.

Bersama Kepala Sekolah Yusak S. Olla,S.Pd, Wali Kota menyambangi sejumlah ruang kelas yang sedang berlangsung kegiatan belajar mengajar tatap muka terbatas.

Dari dialog dengan sejumlah siswa diketahui sebagian besar siswa yang mengikuti kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah sudah divaksin covid 19. Beberapa siswa belum bisa divaksin karena sedang sakit.

Turut hadir mendampingi Wali Kota Kupang pada kesempatan itu selain Kadis P dan K Kota Kupang, juga Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang, ERNEST S. Ludji, SSTP., M.Si dan Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, OKTO Naitboho, M.Pd. +++ citra-news com/PKP_jms

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.