TIDAK Peduli SP Ketiga Satpol PP NTT Bongkar RUMAH Warga

Tampak Kasatpol PP Provinsi NTT, Ir. CORNELIS Wadu, MM  (berdiri) meminta J. Nalle keluar dari rumah. Doc. matthen radja/citra-news.com

Nama Frans Lebu Raya disebut-sebut dalam peristiwa pembongkaran sejumlah bangunan rumah di bagian Selatan GOR Oepoi Kupang. Ada apa ya?

Citra-News.Com, KUPANG – PERISTIWA NAAS dialami para pemilik rumah di seputaran gelanggang olah raga (GOR) bilangan stadion Oepoi Kupang, Selasa 28 September 2021.

Sedikitnya ada 7 (tujuh) unit rumah dirobohkan Tim Penertiban Asset milik Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT). Salah satunya rumah milik J. Nalle.

“Esok saya gugat di polisi karena Pemprov NTT telah mian hakim sendiri. Bilang penertiban, penertiban apa. Sertifikat 370 sudah dicabut. Muskanan su kasih kalah. Supaya mau tahu, pak Frans Lebu Raya sudah menyatakan tanah ini milik masyarakat. Tahun 2012 Gubernur Frans Lebu Raya menyatakan ini tanah milik saya,” teriak Nalle.

Suara lantang Nalle bahkan ingin mati sekalipun di rumahnya, tidak sedikitpun menyurutkan semangat anggota Satpol PP Provinsi NTT membongkar bangunan yang ada.

Mewakili Kepala Badan Pendapatan dan Asset Daerah Provinsi NTT, DOMINIKUS Payong Dore mengatakan, Pemprov NTT sudah secara prosedural memberikan peringatan, baik lisan maupun tertulis.

“Bahkan sudah tiga kali kita kasih Surat Peringatan (SP). Karena mereka tidak peduli makanya terpaksa kita bongkar. Pihak yang merasa dirugikan silahkan gugat ,” kata Domi

Faktanya, ketujuh unit rumah dengan salah satu sisi rumah berhimpitan dengan tembok stadion dibongkar secara saksama. Ludes, tuntas karena area sekitar stadion segera direhabilitasi.

Pemandangan menarik justeru menyasar pada rumah milik J. Nalle. Pasalnya, Nalle tidak mu beranjak dari kursi tempat duduknya. Bahkan rela mati demi mempertahankan apa uang diklaimnya sebagai hak milik.

“Tidak! Saya tidak mau keluar dari rumah aaya ini. Mu mati biar saj aaya mati di ini rumah diatas tanah milik saya,” tegas Nalle menjawab permintaan Domi Payong Dore dari Badan Asset dan Pendapatan Daerah Prov. NTT.

Jawaban Nalle yang sama juga saat Kasat Pol PP NTT, Ir. CORNELIS Wadu, MM memintanya agar keluar dari rumah.

“Bapak mohon ijin bisa keluar dari ini rumah. Karena ini rumah mau dirobohkan (dibongkar, red). Bapak Nalle mau gugat silahkan. Tugas kami adalah menertibkan semua asset milik Pemprov. NTT. Tidak kecuali tanah dan rumah tinggal bapak ini,” pinta Cornelis.

Meski negosiasi dilakukan namun anggota Satpol PP terus membongkar dinding rumah dan mengeluarkan perabot dari dalam rumah Nalle.

Tampak Nalle duduk lemas sambil marah-marah. Namun kemarahan Nalle bak anjing menggongong kafilah berlalu.

Uniknya satu kepala keluarga (KK) yang baru satu malam tinggal dirumah kontrakan J. Nalle.

“Iya bapa Kasat nanti kami pindah lagi ke TDM. Kami baru tadi malam masuk ini rumah kontrakan bapak Nalle. Dia kasih kontrak satu tahun Rp 2,5 juta, tapi kami baru bayar uang muka Rp 500 000,”kata Baltazar Muki.

Pantauan awak citra-news.com di tempat kejadian perkara (TKP), Tim Penertiban Asset Pemprov NTT melibatkan sebagian besar anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi NTT.

Selain itu beberapa staf Badan Pendapatan dan Asset Daerah (BPAD) Prov. NTT. Dan juga beberapa staf Dispora. Serta dibackup aparat kepolisian Resor Kupang Kota dan anggota Polsek Oebobo.

Tampak hadir Kasat Pol PP NTT, CORNELIS Wadu. Didampingi ANDRE Bale (Kabid Gakda) selaku Koordinator Umum (Korum), SUNARDI (Kabid Linmas) selaku Korlap Koordinator Lapangan), dan anggota SEPRI Bilaut.

Di pihak BPAD NTT yakni DOMINIKUS Payong Dore, dan FLORY Napu. Sementara dari Dispora NTT adalah Kepala UPT Sarpras Olah Raga, DANIEL Nggebu, ALO Min, dan WELLEM Enga (Sekretaris Dinas).

Sedangkan 35 anggota kepolisian dibawah komando, AKP MARGARETA (Kapolek Oebobo).

“Tugas kami hari ini hanya mem-back up Pemprov NTT menertibkan aaset yang ada. Tapi baik juga semuanya berjalan dengan lancar. Karena dilakukan secara persuasif,”kata Magdalena.

Ada beberapa bangunan rumah, tambah dia, yang mana pemilik rumah minta mereka bongkar sendiri. Karena ada bahan bangunan bisa dipakai kembali. +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.