Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

Wapres MA’RUF Sebut NTT Masuk NOMINASI Kemiskinan EKSTRIM

CitraNews

Gubernur NTT,  VIKTOR Bungtilu Laiskodat. Doc. citra-news.com/biro AP setdantt

Presiden Jokowi berharap penurunan angka kemiskinan ekstrem jadi nol persen pada akhir 2024.

Citra-News.Com, KUPANG – WAKIL PRESIDEN Republik Indinesia, MA’RUF Amin mengatakan pada tahun 2021 Pemerintah menargetkan penurunan angka kemiskinan ekstrem sebanyak 2 juta jiwa pada tujuh provinsi prioritas.

Baca Juga :  Soal PAKEM Budaya, Ini Seruan Bunda JULIE Laiskodat dan JOHN Rumat

Tujuh provinsi tersebut adalah Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, Papua dan Papua Barat.

Dari masing-masing Provinsi, dipilih 5 (lima) kabupaten yang menjadi kantong-kantong kemiskinan ekstrem sehingga totalnya 35 kabupaten.

Demikian Wapres Ma’ruf dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penanganan Kemiskinan Ekstrem secara virtua, Selasa 28 September 2021.

Baca Juga :  DPR RI Berjuang Muluskan Proyek EBT dari Sumba NTT

Acara Rakor yang dipimpin langsung oleh Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin tersebut bertujuan untuk menindaklanjuti arahan dan keinginan Presiden untuk penurunan angka kemiskinan ekstrem jadi nol persen pada akhir 2024.

Kemiskinan ekstrem yang dimaksud mengacu pada definisi Bank Dunia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, yaitu sebesar 1,9 US dollar PPP (purchasing power parity) per hari.

Baca Juga :  TENUN NTT Bukan Hasil Kerajinan Tangan Tapi Karya INTELEKTUAL dari PEREMPUAN HEBAT

 

Data kemiskinan secara nasional untuk tahun 2021 menurut BPS, (Badan Pusat Statistik) sebut Ma’ruf, adalah 10,14 persen atau 27,54 juta jiwa. Dari jumlah itu ada sekitar 4 persen atau sekitar 10,86 juta jiwa yang terkategori kemiskinan ekstrem, kata Ma’ruf.