Aduh, Ternyata DIPLINTIR Berita Atlit SUSANTI Naik Pickup

Tampak SUSANTI Ndapataka (ke-6 dari kiri) atlit muaythai peraih medali emas PON XX Jayapura 2021  pose bersama Wakil Gubernur NTT, JOSEF Adrianus Nae Soi di Kupang, Kamis 07 Oktober 2021. Doc.citra-news.com/biro AP setdantt.

Gegara atlit muaythai Susanti Ndapataka naik mobil pickup menggelitik Pemprov NTT hingga menggelar temu pers

Citra-News.Com, KUPANG – PELATIH Muaythai, Angga Silitonga menegaskan bahwa kejadian kemarin yang sempat viral terkait penjemputan atlit NTT peraih medali emas, Susanti Ndapataka adalah kesalahpahaman. Dan kondisi yang terjadi tidak seperti yang diberitakan.

“Memang benar apa yang disampaikan oleh Ketua Kontingen PON NTT bahwa tidak ada masalah terkait penjemputan kemarin. Karena kita masih sempat melakukan pawai,” kata Angga.

Dia menegaskan, kondisi yang sebenarnya tidak seperti yang diberitakan di media massa. Jadi tolong jangan lagi mempersoalkan lagi kejadian kemarin. Karena kita sebagai pelatih dan atlet tidak merasa bermasalah.

“Kami merasa tidak bermasalah. Dan pemerintah sendiri kemarin sudah ada perhatian dengan melakukan penjemputan. Jadi tidak usah lagi beritanya diplintir sehingga menimbulkan polemik,” pinta Angga dengan tidak menyebut nama media yang plintir berita itu.

Hadir dalam temu pers di Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, Kamis 07 Oktober 2021 adalah Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi dan sejumlah pimpinan Dinas Pemuda dan Olah Raga Provinsi NTT. Juga hadir para atlet dan pelatih dari cabang olah raga Wushu dan Muaythai.

Atlit Muaythai peraih medali emas pertama untuk NTT di PON XX, Susanti Ndapataka membenarkan pernyataan yang disampaikan pelatihnya.

“Memang kami pulang menggunakan pickup merupakan kemauan kami Karena ada penjemputan dari teman-teman,” kata Susanti.

Susanti juga mengakui bahwa benar ada penjemputan dari pemerintah. Akan tetapi karena ada penjemputan dari teman-teman Tim Muaythai Kupang dan Laskar Timor Indonesia yang telah jauh-jauh hari sudah mengkonfirmasi bahwa akan menjemput kita di Kupang.

“Jadi kita sudah merencanakan akan pulang dengan mereka menggunakan mobil pickup itu, “tandasnya.

Janji Bonus Untuk Atlit Berprestasi

Dalam pertemuan di ruang kerjamya. Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi memastikan, Pemerintah akan memberikan apresiasi kepada para Atlet yang berprestasi.

Wagub Nae Soi mengatakan sampai saat ini kontingen NTT telah meraih 1 Emas dari Muaythai, 1 Perak dari Kriket, 1 Perunggu dari Wushu.

“NTT masih mempunyai peluang untuk mendapatkan medali dari beberapa cabang olahraga yang masih dipertandingkan. Kita masih mempunyai peluang untuk mendapatkan medali dari Cabor (cabang olahraga) tinju, silat, kempo dan renang,”tuturnya yakin.

Wagub Nae Soi menjelaskan, kemarin Rabu 06 Oktober 2021,red) dia baru tiba dari Jayapura.

“Saya kemarin baru tiba dari Jayapura dan pagi ini saya menerima pelatih dan atlit yang telah tiba di Kupang. Penerimaan secara resmi akan diadakan tanggal 17 Oktober nanti. Sebentar tim sepakbola PON NTT akan datang dan akan diterima oleh Asisten 2 Gubernur. Karena saya harus kembali ke Jayapura lagi hari ini,” kata Wagub Nae Soi.

Dia juga menjelaskan terkait atlet muaythai menumpang (naik,red) mobil pickup, Pemerintah provinsi telah melakukan penjemputan dan menyiapkan tumpangan. Namun pelatih dan atlet lebih memilih untuk pulang bersama-sama teman-temannya yang sudah menjemput di Bandara El Tari Kupang.

“Sebenarnya penjemputan secara resmi akan dilaksanakan tanggal 17 Oktober nanti. Kita sudah pertemuan di Jayapura dan mendapatkan kesepakatan bahwa atlit yang pulang mendahului silahkan berkoordinasi dengan cabornya masing-masing. Tetapi kemarin saya juga menelpon Kadispora NTT untuk menjemput atlit yang sudah pulang. Teman-teman Dispora sudah menjemput dan menawarkan kepada atlet, pelatih dan manager untuk bersama-sama mengikuti acara sederhana di GOR Oepoi. Akan tetapi pelatih dan atlet lebih memilih untuk bersama teman-temannya dari Laskar Timor Indonesia menuju ke Camp Latihan,” jelas Nae Soi.

Lebih lanjut mantan Anggota DPR RI dari Partai Golkar ini menjelaskan, Pemprov pasti akan memberikan bonus kepada para atlit yang berprestasi. Yang resminya akan diumumkan pada saat penjemputan resmi tanggal 17 Oktober nanti.

“Pasti ada apresiasi dari Pemprov NTT untuk atlit yang telah berprestasi. Contohnya secara pribadi Gubernur NTT telah menawarkan beasiswa untuk Susan. Itu hanya merupakan contoh. Akan tetapi apresiasi resminya akan diserahkan tanggal 17 Oktober pada saat penjemputan nanti. Intinya seluruh kepulangan atlit kembali ke NTT menjadi tanggung jawab saya sebagai ketua kontingen PON NTT,” ungkapnya.

Wagub Nae Soi juga menjelaskan terkait dengan berita yang beredar di masyarakat bahwa terjadi perselisihan antara KONI dan Pemprov NTT.

“Itu tidak benar bahwa ada perselisihan antara KONI dan Oemprov NTT,” tegasnya.

Menjawab wartawan soal pendanaan, jelas Wagub Nae Soi, PON seharusnya dilakukan pada tahun 2020 tetapi karena adanya Covid-19 perhelatan tersebut ditunda hingga tahun 2021.

Tetapi karena penundaan tersebut. lanjut dia, dana yang semulanya diperuntukan untuk perhelatan PON telah di rekofusing sehingga perhelatan PON saat ini NTT menggunakan dana Biaya Tak Terduga (BTT) yang pertanggungjawabannya harus dilakukan oleh pemerintah daerah.

“Karena ini bukan hibah. Banyak Provinsi lain yang mengikuti PON ketua kontingennya adalah Gubernur maupun Wakil Gubernur dan tidak menjadi masalah,” tegasnya.

Wagub Nae Soi juga berpesan kepada seluruh masyarakat agar terus mendukung para atlit sehingga mempunyai persiapan yang matang untuk menghadapi event-event selanjutnya.

“Mari kita mendukung agar pembinaan atlit tidak hanya terjadi pada saat perhelatan atau pertandingan. Pembinaan sudah harus dilakukan jauh-jauh hari sehingga persiapan untuk mengikuti event tersebut lebih matang,” pungkasnya. +++ citra-news.com/biro AP setdantt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.