Susanti juga mengakui bahwa benar ada penjemputan dari pemerintah. Akan tetapi karena ada penjemputan dari teman-teman Tim Muaythai Kupang dan Laskar Timor Indonesia yang telah jauh-jauh hari sudah mengkonfirmasi bahwa akan menjemput kita di Kupang.
“Jadi kita sudah merencanakan akan pulang dengan mereka menggunakan mobil pickup itu, “tandasnya.
Janji Bonus Untuk Atlit Berprestasi
Dalam pertemuan di ruang kerjamya. Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi memastikan, Pemerintah akan memberikan apresiasi kepada para Atlet yang berprestasi.
Wagub Nae Soi mengatakan sampai saat ini kontingen NTT telah meraih 1 Emas dari Muaythai, 1 Perak dari Kriket, 1 Perunggu dari Wushu.
“NTT masih mempunyai peluang untuk mendapatkan medali dari beberapa cabang olahraga yang masih dipertandingkan. Kita masih mempunyai peluang untuk mendapatkan medali dari Cabor (cabang olahraga) tinju, silat, kempo dan renang,”tuturnya yakin.
Wagub Nae Soi menjelaskan, kemarin Rabu 06 Oktober 2021,red) dia baru tiba dari Jayapura.
“Saya kemarin baru tiba dari Jayapura dan pagi ini saya menerima pelatih dan atlit yang telah tiba di Kupang. Penerimaan secara resmi akan diadakan tanggal 17 Oktober nanti. Sebentar tim sepakbola PON NTT akan datang dan akan diterima oleh Asisten 2 Gubernur. Karena saya harus kembali ke Jayapura lagi hari ini,” kata Wagub Nae Soi.
Dia juga menjelaskan terkait atlet muaythai menumpang (naik,red) mobil pickup, Pemerintah provinsi telah melakukan penjemputan dan menyiapkan tumpangan. Namun pelatih dan atlet lebih memilih untuk pulang bersama-sama teman-temannya yang sudah menjemput di Bandara El Tari Kupang.
“Sebenarnya penjemputan secara resmi akan dilaksanakan tanggal 17 Oktober nanti. Kita sudah pertemuan di Jayapura dan mendapatkan kesepakatan bahwa atlit yang pulang mendahului silahkan berkoordinasi dengan cabornya masing-masing. Tetapi kemarin saya juga menelpon Kadispora NTT untuk menjemput atlit yang sudah pulang. Teman-teman Dispora sudah menjemput dan menawarkan kepada atlet, pelatih dan manager untuk bersama-sama mengikuti acara sederhana di GOR Oepoi. Akan tetapi pelatih dan atlet lebih memilih untuk bersama teman-temannya dari Laskar Timor Indonesia menuju ke Camp Latihan,” jelas Nae Soi.
