ANITA Sebut KETUA Partai GAGAL Urus DEMOKRAT di NTT

Kika :  ANITA Jacoba Gah, HERRY Kadja Dahi, dan DENNY Lalitan. Doc. citra-news.con/istimewa

Anita Gah menuding beberapa Ketua DPC juga Ketua DPD Partai Demokrat di NTT gagal paham dan salah urus partai. Akibatnya perolehan kursi parlemen dari Partai Demokrat di Pemilu tahun 2019 melorot jauh dibandingkan tahun 2014.

Citra-News.Com, KUPANG – ANGGOTA DPR RI, ANITA Jacoba Gah, SE menyatakan, Ketua DPD dan beberapa Ketua DPC Partai Demokrat di Provinsi Nusa Tenggara (NTT) tidak serius mengurus partai Demokrat di wilayah kerjanya masing-masing.

“Kerjanya kader partai adalah membesarkan partai. Apalagi iseorang ketua partai. Indikator kesuksesan partai adalah perolehan kursi di parlemen. Di NTT jumlah kursi di DPRD provinsi dan kabupaten/kota terus melorot. Bahkan Nol, nggak ada sama sekali. Itukan sama dengan ketua partai gagal urus, dong,” ungkap Anita saat dihubungi via telpon seluler, Senin 11 Oktober 2021.

Faktanya, sambung Anita, secara nasional pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 perolehan suara Partai Demokrat sebesar 10,9 persen. Tapi jumlah tersebut turun menjadi 7 (tujuh) persen saja pada Pileg 2019.

Makanya ngaca dong Ketua DPC Partai Demokrat Kota Kupang, ungkap Anita. Kursi Demokrat di Kota turun bukan? Anda sendiri aja nggak terpilih jadi DPR. Mana bisa ngurusin kader lain jadi angota dewan. Kan lucu kursi untuk provinsi dari Dapil Kota Kupang, aja Nol.

“Hello…ketua DPC Demokrat Kota Kupang. berkacalah pada diri anda sendiri. Silahkan bercermin diri, sukseskah anda ngurusin Partai Demorat di wilayahmu,” Anita beretoris.

Selain menyebut nama Ketua DPC Kota Kupang Herry Kadja Dahi, juga nama Ketua DPC Demokrat Alor, Denny Lalitan. Anita Gah bahkan mengaku gerah dengan ulah mereka seolah mendiskreditkan dirinya.

“Mereka-mereka ini DPC Gagal. Nggak bisa bikin apa-apa. Meeka udah gagal urus partai Demokrat di wilayah mereka. Urus diri aja gagal jadi anggota DPRD. Padahal itu wilayah kekuasaannya mereka, koq nggak dipilih rakyat. Itu sama dengn ketua partainya ngga kerja untuk membesarkan ini partai Demokrat,” kritik Anita.

Udah gagal urus partai, sambung Anita, sekarang gagal paham lagi. Jangan gagal paham dong, terhadap beberapa hal yang saya utarakan melalui media.

Kalau Ketua DPC Partai Demokrat Alor, Denni Lalian katakan, cari kambing hitam. “Iya kambing hitam di pasar banyak tuh Tinggal nego harganya iya bayar aja”.

Tapi saya hanya mau katakan itu, lanjut Anita, karena saking rasa cintanya saya terhadpa partai Demokrat. Semenjak almarhum ayah saya dia berjuang agar partai Demokrat terus bertumbuh dan berkembang menjadi partai besar.

“Ini saya ngomong fakta. Anda wartawan boleh tanya orang-orang yang mengenal almarhum ayah saya. Tapi coba tanya orang-orang di Kota Kupang, itu Ketua DPD dan Ketua DPC Partai Demokrat, mereka udah pernah berbuat apa, sih,” kata Anita.

Menurut Anita, mesin partai Demokrat mati di daerah NTT. Pilkada di 9 kabupaten di NTT gagal total (gatot). Kecuali Kabupaten Sumba Barat, itupun Wakil Bupati.

“Gimana Pilkada bisa menang kalau Ketua DPD-nya nggak mau dukung. Pilkada Sabu Raijua gagal total. Jika mau direkam jejak, udah banyak mendulang kegagalan. Pada kampanye legislatif aja Ketua DPD kampanye untuk partai lain. Untuk PAN kalau nggak salah waktu itu,”beber Anita.

Mestinya seorang ketua partai harus berpikir cerdas bagaimana membesarkan Partai Demokrat. Dia juga harusya bertindak tegas manakala ada anggota partai yang bertindak melenceng dari komitmen dan kesepakatan bersama.

Untuk itu kepada pihak yang punya hak pilih saat Musda Partai Demokrat harus cerdas dalam memilih figur Ketua DPC. Sehingga benar-benar memilih Ketua DPD yang punya rasa tanggungjawab memajukan Partai Demokrat,” tuturnya.

Jadi hemat saya (Anita Gah,red) untuk menjadikan partai ini besar, lanjut dia, mesin partai harus digerakkan. Mulai dari daerah hingga ke tingkat pusat.

Menjadi Ketua Partai harus berpikir dulu baru berkata-kata. Jangan berkata-kata dulu baru berpikir. Sebelum melihat orang, lihat lebih dahulu diri sendiri.

Anita Gah juga mengajak para kader di semua tingkatan untuk membesarkan Partai Demokrat. Untuk tingkat pusat tahun 2024 AHY harus menjadi besar. Jangan melempem, tandasnya.

“Para pemegang hak suara saat memilih Ketua Partai Demokrat tolong pikirkan kemenangan Partai Demokrat. Bersama AHY 2024 kita harus menang. Bersama Kita Bangkit, Bersama Kita Kuat. Tapi kata kuncinya, ganti itu ketua,” ungkap Anita tidak menyebut nama siapa yang dimaksud. +++ citra-news.com/tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *