LELAKI Ini Ditemukan TEWAS Dalam KMP Cakalang II Lintasan Waibalun Bolok

Pria ini ditemukan tewas di Dek Satu KMP Cakalang II saat menyeberang dari Dermaga Waibalun Kabupaten Flores Timur  ke Dermaga Bolok Kabupaten Kupamg, Sabtu dini hari 16 Oktober 2021. Doc. marthen radja/citra-news.com

Citra-News.Com, KUPANG – KAPAL MOTOR Penyeberangan (KMP) Cakalang II pada Sabtu dinihari 16 Oktober 2021 tiba dengan selamat di Dermaga Fery Bolok Kupang. Namun ada hal aneh terjadi di dalam kapal Ferry ini.

Lasimnya moda transportasi laut yang dikenal dengan Kapal Fery ini selain mengangkut penumpang juga kendaraan besar yakni truk-truk expedisi, kendaraan roda empat dan roda dua.

Saat kapal Fery sandar di dermaga tujuan, khususnya kendaraan harus keluar terlebih dahulu sebelum para penumpang meninggalkan kapal Fery.

Kali ini kapal Fery Cakalang II mengalami ha aneh saat sandar si Dermaga Bolok Kupang, Sabtu dini hari , para penumpang dikejutkan dengan penemuan mayat.

“Itu ada mayat dibawah kolong oto truk,”kata seorang tukang gerobak.

Kabar itu mengungkap fakta beberapa truk pada deretan sisi kiri dek kapal tidak bisa keluar dari kapal. Karena di kolong truk Toyota Dyna dengan Nomor Polisi DH 9442 NC ada sesosok pria terlihat tidur telungkup dengan bagian badannya melintang persis di depan roda belakang kiri.

Rupanya sudah dikabarkan sebelumnya dari pihak kapal sehingga beberapa anggota Polisi pun sigap di TKP. Para anggota polisi yang adapun menyebar mencari informasi dari para penumpang kapal.

“Memang benar tadi malam di dalam truk ini ada banyak orang duduk main kartu. Tapi bukan duduk minum (menengak, red) sopi (miras,red). Tidak ada orang minum sopi,” ungkap salah satu penumpang yang diduga adalah sopir salah satu dari sekian banyak truk yang terangkut dalam KMP Cakalang II.

Pengakuan pria yang berbaju kuning ini dan juga beberapa ABK (anak buah kapal) seadanya ini menambah kebingungan bagi polisi dan awak portal berita citra-news.com

Atas peristiwa yang sarat misteri ini membuat pihak KMP Cakalang II pun belum bisa mengambil keputusan. Apakah mau menggeser atau memindahkan sesosok pria yang terbaring kaku ini. Agar mibil truk yang ada keluar dari kapal.

“Sudah ini orang sepertinya sudah meninggal. Tapi kami juga tidak bisa bertindak lebih jauh sebelum ada perintah dari atasan kami,” ungkap salah seorang anggota polisi.

Sementara salah satu anggota polisi mengatakan, “Ini masih ada di areanya KMP Cakalang II. Paling tidak Kep kapal ini mengambil tindakan emergensi apalah begitu. Karena ini menyangkut nyawa manusia”.

Penjelasan anggota polisi yang bernada permintaan ini membuat Mahamuddin, Cs meminta dua orang ABK (siswa praktek) mengenakan sarung tangan untuk menggeser posisi pria yang sudah tidak bernyawa lagi ini.

Ditengarai Mahamuddin adalah Kep KMP Cakalang II. Dia mengenakan seragam putih biru dan beberapa ABK lainnya berseragam ASDP ikut mengawasi dua siswa praktek saat menggeser mayat ini. Tujuannya agar truk DH 9442 NC bisa keluar dari kapal tersebut.

“Meskipun sudah bisa lowong untuk angkut keluar tapi harus menunggu keputusan pihak KMP Cakalang II. Yang jelas ranahnya ASDP maka urusan kendaraan ambulance pelabuhan dan lain-lain bukan kewenangan polisi. Entah mau diautopsi di rumah sakit mana. Apakah ini meninggal wajar atau tidak wajar. Kalau wajar apa tindakan ASDP, kalau meninggal tidak wajar bagaimana urusannya. Kami dari kepolisian terhadap kasus ini tentu juga menempuh langkah-langkah sesuai prosedur dan kewenangan polisi,” jelas anggota polisi yang tidak ingin namanya dipublikasi.

Beberapa penumpang mengaku kalau semalam penumpang di Dek bawah ada hura-hura entah apa yang dilakukan.

“Tidak tahu lagi om waktu tengah malam kami di dek atas dengar suara ribu-ribut, nyanyi-nyanyi. Ada penumpang yang bilang o.. itu mereka sudah mabok itu. Ternyata ini akibatnya,” ungkap salah seorang penumpang Ferry rute penyeberangan Waibalun – Bolok

Diketahui sajian berita terkait misteri ini merupakan hasil pandangan mata awak media citra-news.com. Hingga berita ini ditayangkan, para pihak yang berkompeten belum berani berani berkomentar. Alasannya masalah ini belum clear and clean (jelas dan tegas, red) . +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *