Dekranasda NTT Merubah POTENSI Jadi Sumber EKONOMI Baru Masyarakat 

Ny. JULIE Sutrisno Laskodat dalam temu pers di Rujab Gubetnur NTT, Kupang Sabtu 30 Oktober 2021. Doc. marthen radja/citra-news.com

Julie Laiskodat : Tanaman bonsai selain punya nilai estetis sekaligus juga bernilai ekonomis.

Citra-News.Com, KUPANG – PENINGKATAN Ekonomi dan kesejahteraan masyarakat adalah kata kunci visi/misi program pembangunan NTT tahun 2018-2023.

Anggota DPR RI, Julie Sutrisno Laiskodat menyatakan, upaya menuju NTT Bangkit Sejahtera dan Sejahtera adalah menggerakan semua sektor. Dengan memanfaatkan semua potensi yang ada dan dimiliki masyarakat NTT.

Bangkitnya itu dalam tanda kutip, ucap Bunda Julie, saya rasa masyarakat NTT sudah bangkit. Hanya bagaimana sejahtera. Maka pemerintah NTT saat ini harus hadir dan mencari solusi. Yaitu berupaya mengoptimalkan semua potensi yang ada untuk bagaimana kita bisa meningkatkan ekonomi dan ekonomi masyarakat NTT.

“Tugas pemerintah harus bisa mensejahtera masyarakat. Bagaimana kita beri ruang bagi masyarakat supaya ekonomi mereka bisa berputar. Jadi bapak gubernur punya program ekonomi dan saya selaku eksekutornya dari Dekranasda NTT, kami mengoptimalisasi semua potensi yang dimiliki masyarakat, ” beber Ketua Dekranasda NTT ini.

Kepada wartawan di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Kupang. Sabtu 30 Oktober 2021, bunda Julie mengaku kaget dan kagum bahwa ternyata ada pegiat tanaman bonsai.

Maka kami dari Dekransda NTT, melalui Bunda 3 (Goreti Poloming isteri Sekda NTT, Benediktus Polomaing, red) berupaya potenai-potensi lain. Selain potensi seni budaya dan tenun ikat untuk dikembangkan dan dilestarikan. Dan Bunda 3 dapati ada pelaku atau pegiat tanaman bonsai.

“Wah saya kaget. Karena saya tahu Bonsai itu hanya ada di negara Jepang,”ucap Bunda Julie diikuti aplaus para wartawan yang hadir.

Dari informasi Bunda 3 ini, lanjut dia, pada tahun 2020 Dekranasda surati Sekda NTT meminta supaya mewajibkan semua OPD memajang tanaman bonsai di setiap meja kerja ASN.
Sehingga waktu itu kami dari Dekranasda NTT beli 50 pot tanaman bonsai.

Bahwa NTT punya aneka tumbuhan endemik bila dikreasikan dengan cara dikerdilkan atau Bonsai akan menjadi sumber baru pendapatan bagi masyarakat.

“Jadi sesungguhnya tanaman bonsai ini selain bernilai estetika sekaligus bernilai ekonomis bagi masyarakat. Maka tanaman Bonsai kita jadikan sebagai salah satu sumber baru pendapatan dan ekonomi,” tandasnya.

Bunda Julie lebih jauh mengatakan, dengan adanya tanaman bonsai akan mengurangi limbah plastik. Karena itu bunga-bunga plastik yang ada di ruangan kantor, harus diganti gengan bunga bonsai.

Sebagai Ketua Dekranasda NTT, pihaknya akan membantu Koboi (Komunitaa Bonsai) Kupang untuk mempromosikan hasil karya bunga bonsai melalui lapak yang akan disiapkan oleh Dekranasda NTT.

“Kita akan menyiapkan e-comers sebagai wadah untuk bantu menjual dan mempromosikan bonsai dari komunitas Koboi Kupang,” jelasnya.

Sembari berharap agar kegiatan yang diselenggarakan tidak hanya sebagai pameran semata. Namun harus mendatangan hasil bagi para pegiat bonsai.

Pameran 1000 Bonsai

Guna meningkatkan kreativitas dan semangat kewirausahaan (enterpreneurship), Dekranasda NTT berkolaborasi dengan Komunitas Bonsai (Koboi) Kupang menggelar Pameran NTT Hijau Dalam 1000 Pesona Bonsai.

Pagelaran tersebut juga turut memeriahkan Peringatan Hari Ulang Tahun ke-93 Sumpah Pemuda 28 Oktober 2021. Dilaksanakan di halaman Rujab Gubernur NTT di Kupang tanggal 28-30 Oktober 2021.

“Saya tidak mau hanya lakukan pameran saja. Tetapi saya mau juga hilirnya mereka dapatkan. Itu yang lebih penting dari pada hanya dipamerkan saja,” kata bunda Julie

Sementara Ketua KOBOI Kupang, Kristoforus Puan Wawin, kepada awak media, Jumat (29/10/2021) mengatakan, kegiatan ini merupakan pameran perdana Koboi setelah dua tahun berdiri.

Tujuan awalnya, jelas Kristo, sekadar memperkenalkan hobi dunia bonsai ke khalayak khususnya pengunjung yang datang ke NTT khususnya Kota Kupang. Tapi dalam perjalanan usaha ini ternyata mendapat apresiasi dari Drkranasda NTT. Sehingga di momentum Hari Sumpah Pemuda kami berkolaborasi dengan Dekranasda NTT menggelar pameran ini.

“Iya dengan menggandeng Dekranasda NTT, paling tidak bukan lagi sekadar hobi bonsai. Tapi bisa menghidupkan UMKM yang pegiat Bonsai,”ungkap Kristo.

Wawin menambahkan, ada berbagai jenis macam bonsai yang ikut dalam pameran ini. Dengan harga bervariasi terendah Rp 500.000. Tertinggi seratus juta tergantung jenis tanaman dan ukurannya.

“Bonsai paling mahal adalah Anting Putri, pernah mengikuti kontes di Jawa dengan patok harga mencapai Rp 100 juta. Yang ada di pameran kali ini semua bonsai dari tanaman lokal. Ada yang dari luar beberapa, tapi kita fokus pada tanaman lokal,” jelasnya.

Pria yang mengaku asal Lembata ini mengatakan, Dekranasda NTT selain mengoptimalkan seni budaya, kuliner serta pariwisata. Tapi juga kreativitas dalam berwirausaha seni membuat bonsai.

“Syukur dan terima kasih untuk Dekranasda NTT. Sehingga hari ini pameran bonsai bisa terlaksana. Perhatian yang luar biasa dari Dekranasda NTT, kami jadi partner dalam kegiatan pameran 1000 Bonsai ini,” ucapnya.

Kristo menambahkan, bonsai yang dipamerkan memiliki harga yang bervariatif, mulai dari puluhan ribu, ratusan ribu, hingga puluhan juta rupiah.

“Kalau harga termahal adalah tanaman jenis anting putri yang pernah mengikuti kontes di Jakarta. Jadi kita lihat saja. Apakah pameran kali ini ada yang belanja dengan nilai tertinggi,” terangnya.

Selain pameran bonsai, Koboi Kupang menyiapkan bibit, peralatan dan perlengakapan bonsai untuk para pengunjung dan pecinta bonsai.

“Buat teman-teman pecinta bonsai yang ingin belanja bonsai atau peralatan dan bibit, silahkan datang ke Koboi Kupng,” ucapnya bernada promotif. +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.