Pemerintah JANGAN Anti Kritik, Ini Wadahnya

Tampak Kapolda NTT, Irjen Pol. LOTHARIA Latif dan Wakil Wali Kota Kupang, dr. HERMANUS Man. Doc. citra-news.com/humaskotakpg

Citra-News.Com, KUPANG – WAKIL WALI (Wawali) Kota Kupang, dr. HERMANUS Man mengatakan dalam upaya membangun kota yang lebih indah dan harmonis maka pemerintah dan masyarakat harus memiliki pemahaman yang benar dan sejalan tentang apa itu seni mural dan fungsi positifinya.

“Seni Murah adalah wadah bagi masyarakat khususnya generasi muda untuk menuangkan ekpresi yang positif dalam kehidupan berdemokrasi,” ungkap Hermanus saat menghadiri Bhayangkara Mural Festival 2021.

Bhayangkara Mural Festival diadakan di Lippo Plasa Kelurahan Fatululi Kota Kupang, Sabtu 30 Oktober 2021. Dalam rangka memperingati HUT Divisi Humas Polri yang ke-70.

Wawali Hermanus diberi kesempatan menggores pertama pada media kanvas pertanda dibukanya Bayangkara Mural Festival 2021. Seusai memberikan goresan Wakil Wali Kota Kupang dua peiode ini menyatakan Pemerintah perlu menginformasikan kepada masyarakat bahwa seni mural bukanlah suatu vandalisme. Dan hal itu harus dijelaskan secara tegas kepada publik bahwa Mural adalah seni dalam mengekspresikan perasaan. Dalam hal ini perasaan berdemokrasi.

“Jadi apabila mural digunakan untuk mengekspresikan kritikan kepada pemerintah dalam konteks berdemokrasi saya kira itu sah-sah saja,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wawali menyampaikan bahwa ke depan akan diupayakan tempat-tempat yang mengakomodir komunitas seniman mural untuk berekspresi dalam menuangkan seni mural yang dimiliki oleh para talenta seniman mural. kota yang lebih indah maka pemerintah dan masyarakat harus memiliki pemahaman yang benar dan sejalan tentang apa itu seni mural dan fungsi positifinya.

“Pemerintah perlu menginformasikan kepada masyarakat bahwa seni mural bukanlah suatu vandalisme dan hal itu harus dijelaskan secara tegas kepada publik. Mural adalah seni dalam mengekspresikan perasaan, dalam hal ini perasaan berdemokrasi, jadi apabila mural digunakan untuk mengekspresikan kritikan kepada pemerintah dalam konteks berdemokrasi saya kira itu sah-sah saja,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wawali menyampaikan bahwa ke depan akan diupayakan tempat-tempat yang mengakomodir komunitas seniman mural untuk berekspresi dalam menuangkan seni mural yang dimiliki oleh para talenta seniman mural.

Pupuk Kebersamaan dan Toleransi

Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Kapolda NTT) Irjen Pol. LOTHARIA Latif dalam sambutannya mengatakan, pembukaan Festival Mural tahun 2021 dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.

Khusus di Nusa Tenggara Timur, sambung Latif, seni mural diikuti sebanyak 22 peserta dan salah satu peserta telah diberangkatkan ke Mabes Polri untuk mengikuti secara langsung festival mural.

Di menjelaskan, Mural Festival bertujuan untuk menyediakan wadah bagi para seniman untuk bebas berekspresi, dalam menuangkan kreativitas seni mural yang digunakan untuk menyampaikan kritikan positif bagi Institusi Kepolisian.

Mural Festival tahun 2021 mengambil tema; ‘Peran Generasi Muda Dalam Menyampaikan Informasi yang Positif Ditengah Pandemi’.

“Seni mural digunakan sebagai sarana untuk memberikan kebebasan mengeksplorasi kreativitas yang dimiliki serta untuk memenuhi hasrat dan nilai estetis yang dicurahkan melalui media yang permanen,” tandasnya.

Menurut Kapolda Latif, nilai utama dari mengikutsertakan diri dalam kompetisi festival mural bukanlah kemenangan. Tetapi semangat kebersamaan dan toleransi untuk bersama-sama menjaga Indonesia.

“Festival mural diharapkan dapat menjadi alat untuk menyampaikan kritik yang membangun dan hal itu merupakan tujuan utama sehingga kemenangan spiritual benar-benar dapat tercapai bersama semua talenta-talenta seniman mural,” ujarnya.

Dia menambahkan, festival mural tahun 2021 menghadirkan banyak talenta yang luar biasa dan mereka akan mengekspresikan seni mereka untuk membuat suatu tempat yang biasa menjadi bagus dan indah, dengan berbagai tema positif seperti tema patriotisme, etos kerja dan lain sebagainya.

Kapolda Latif berharap melalui seni mural bisa menimbulkan semangat dan motivasi bagi masyarakat. Terlebih lagi jika seni mural menjadi sarana untuk mengkritik dengan kritikan yang konstruktif serta bernilai positif sekaligus dapat dinikmati sebagai karya bernilai seni. +++ citra-news.com/Pkp_rdp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.