Lelang MOBNAS Dongkrak Sumber Baru PAD NTT

Kika : Tampak Pejabat Penjual DOMI D. Payong , Sekda NTT  BEN Polomaing,  Harris, dan Kepala  BPAD Provinsi NTT,  ALEX Lumba di Arena Pelelamgan Mobnas, Selasa 09 November 2021. Doc. marthen radja/citra-news.com

Alex Lumba : Partisipasi masyarakat dalam kegiatan pelelangan mobil dinas (Mobnas) adalah wujud dukungan masyarakat untuk peningkatan PAD NTT.

Citra News.Com, KUPANG – PEMERINTAH Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Badan Pendapatan dan Aset Daerah (BPAD) pada Selasa 09 November 2021 telah melaksanakan lelang 23 unit kendaraan roda empat di pelataran Aula El Tari Kupang.

“Hari ini pemerntah Provinsi NTT melaksanakan lelang mobil dinas yang diinventarisir sudah mencapai batas umur ekonomis. Ini pelelangan tahap kedua dengan jumlah 23 unit kendaraan roda empat. Hasil penjualannya dapat mendatangkan PAD,” demikian Kepala Badan Pendapatan dan Asset Daerah (BPAD) Provinsi NTT, Alexander Lumba.

Menurut dia, pelelangan yang sama juga pernah dilakukan beberapa waktu yang lalu. Untuk tahap pertama dilelang besi tua 13 unit dengan limit yang ditetapkan oleh Apraisal kurang lebih 51juta.rupiah.

Akan tetapi, lanjut dia, pada saat pelelangan penawaran tertinggi 111 juta rupiah. Sehingga penawaran tertinggi yang dipakai dan prosesnya sudah selesai.

“Umtuk tahap kedua ini ada 23 unit kendaraan. Tetapi tiga unit tidak ada penawaran. Sehingga dari 20 unit itu target kita nilainya kurang lebih 900 juta rupiah,” ungkap Alex

Dia menambahkan, sebelum akhir tahun 2021 Pemprov NTT kembali melakukan pelelangan tahap ketiga. Karena harus menunggu proses pelunasan atau penyelesaian administrasi tahap dua ini.

“Kami juga belum bisa memastikan jenis kendaraan apa yang mau dilelang pada tahap III. Tetapi pasti akan dilakukan sebelum akhir tahun. Dan jumlahnya sekitar 60 unit. Nanti total nilai yang didapat dari pelelangan tahp satu sampai tiga akan saya sampaikan setelah proses pelelamgan tahap III,” tuturnya.

Sembari menyatakan pelelangan kendaraan dinas bersifat tentatif. Artinya tidak dilakukan pelelangan setiap tahun.

Kita tidak lakukan kendaraan dinas setiap tahun, tegasnya. Kita mendata semuanya dan mengidentifikasi kendaraan mana saja yang mau dilelang.

“Tapi yang pasti kita lihat kendaraan-kendaraan yang sudah mencapai umur ekonomis cukup tua. Kemudian kendaraan yang sudah tidak lagi menunjang proses pelksanaan kepemerintahan. Serta juga kendaraan yang membutuhkan biaya perawatan yang cukup tinggi. Itu yang kita inventarisir untuk dilelang guna mendatangkan pendapatan asli daerah. Atau sumber baru PAD kita,”pungkasnya.

Hasil pandangan mata awak citra-news.com di arena lelang, Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara (NTT), selaku Pejabat Pengguna Barang Negara, Ir. Benediktus Polomaing ikut memantau jalannya pelelangan tersebut.

“Mewakili Gubernur Nusa Tenggara Timur (selaku Pemilik Barang Negara, red) kami berterima kasih kepada masyarakat atas partisipasinya dalam proses pelelangam hari ini,” ucap Ben.

Dia menambahkan, untuk menghitung berapa besar hasil penjualannya, nanti dilakukan oleh teman-teman dari KPKNL.

Sedangkan untuk mobil yang belum terlelang akan di lelang sesuai dengan petunjuk dari KPKNL.

Sementara dari pihak BPAD NTT
melalui Pejabat Penjual, Drs. Dominikus D. Payong, MA. Kemudian dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Kupang dipimpin oleh Asmatriyadi Anwar dan Lelang (KPKNL) Kupang.

Batas Pelunasan 16 November 2021

Domi Payong yang juga Kepala Bidang II (Pemanfaatan Pemindahtanganan dan Pengamanan Aset, red) BPAD Setda NTT mengatakan, pihaknya telah melaksanakan pelelangan 23 mobil dinas milik Pemprov NTT.

Adapun nama-nama pemenang lelang sebagai berikut; (1) Daniel Wilton Foenai, Minibus Toyota Kijang G. Rp. 86.660.000.; (2) Ferdinand Marthen Rommer, Minibus Toyota Kijang standar Kf. CG Long, Rp. 23.600.000.- (3(. Roni Anggrek, Pick Up Daihatsu S91, Rp. 18.567.999,-
(4). Cornelis Oktavianus Dae Panie, Mini Bus Zusuki Carry ST130 Rp. 21.050.000.-

(5). Roni Anggrek, Zusuki Carry ST130, Rp. 15.888.999.- (6). Tedi Kurniawan, Minibus Daihatsu S91, Rp.12.567.899,- (7). Albert Dimo Heo, Minibus Toyota Kijang KF60, Rp.33.975.000,- (8). Markus Ndolu Eoh, Toyota Kijang Super KF50 Long, Rp.14.399.000,- (9). Marthen Langgar, Minibus Nisan TeranoTerano Spirit S3, Rp.37.500.000,- (10). Djoese Selestino M. Nai Buti, Toyota Kijang G KF83 Long, Rp.50.000.000,-

(11). Pieter Daud Samadara, Minibus Toyota Kijang G KF80, Rp 50.000.000,- (12). Erwin Jap, Ford Ranger Double KabinKabin 4×4, Rp.20.766.000,- (13). Sayu Komang Puspa Bintari, Minibus Toyota Kijang InovaG, Rp.95.210.000,- (14). Markus Toni, Minibus Toyota Kijang InovaG, Rp.91.888.000,- (15). Jeremia Febriano William, Sedan Mitsubishi Galant, Rp.30.000.000,-

(16). Albert Dimo Heo, Jeep Toyota Fortuner 2.5G, Rp.158.795.000,- (17). Ulul Albab Mansur, Jeep Toyota Fortuner 2.5G, Rp.117.899.999,- (18). Supardi, Jeep Toyota Fortuner 2.5G, Rp.132.800.000,- (19). I. Komang Soma Ardana, Jeep Daihatsu Hilline F 69, Rp.47.890.000,,- (20) Pentagon Chen dengan nilai penawaran Rp 16.160.000;-

Dari sejumlah kendaraan dilelang hri ini (Selasa 9/11, red) kata Domi penawar terbanyak 21 orang yakni kendaraan tahun 1995 jenis Daihatsu DH 883 AW.

“Bagi para pemenang lelang diberikan kesempatan sampai dengan 16 November 2021, untuk melunasinya. Sejumlah kendaraan lelang ini setelah dilunasi baru bisa dibawa keluar arena pelelangan. Jika sampai jatuh tempo belum dilunasi maka akan ada sanksi administrasi,” tegas Domi. +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.