Aplikasi PAPA-PD Hindari Dugaan PUNGLI di Sekolah

Kika : MARDIANI Here, Kepala SD GMIT Bonipoi Kupang mendampingi OKTOVIANUS Naitboho, S.Pd, M.Si saat Bimtek, Jumat 12 November 2021. Doc. marthen radja/citra-news.com

Okto : Perkembangan teknologi dan informasi di era Four Point Zero (4.1) menuntut siapun dia untuk terus berinovasi. Tidak ketinggalan pengelolaan manajemen sistem digitalisasi di dunia pendidikan.

Citra News.Com, KUPANG – LANJUTKAN PERUBAHAN –sebuah tagline besutan Wali Kota Kupang. Dr. Jefirstson (JEFRI) R. Riwu Kore, MM, MH kini terus merasuk sukma ke semua para pengambil kebijakan di jantung ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kota Kupang.

“Tidak terkecuali Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang. Kami saat ini punya inovasi-inovasi baru dalam dunia pendidikan. Guna menyongkong peningkatan SDM yang handa, Dinas ini sejak tahun 2019 telah sigap melahirkan beberapa perangkat inovasi digitalisasi pendidikan. Ini sebagai jawaban atas program Digitalisasi Pendidikan yang diluncurkan Kementerian Pendidikan Nasional,” ungkap OKTOVIANUS Naitboho, S.Pd, M.Si.

Okto -demikian ia biasa disapa, adalah Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang. Menurutnya, giat Bimbingan Teknis Pengelolaan Perangkat Pembelajaran Berbasis Digital ini terlaksana di SD GMIT Bonipoi 133456 Kupang.

Kepala Dinas P dan K Kota Kupang, DUMUL Djami (ke-4 dari kiri) pose bersama para guru SD GMIT Bonipoi Kupang, Jumat 12 November 2021. Doc. marthen radja/citra-news.com

“Sesungguhnya Esensi Bimtek ini adalah untuk meningkatkan kapasitas guru dalam hal pengelolaan administrasi pembelajaran. Yang mana kita inginkan sudah saatnya kita tinggalkan pengelolaan pendidikan berbasis manual untuk menuju yang digital,”kata Okto di Kupang, Jumat, 12 November 2021.

Dihadapan sejumlah guru dan pegawai Okto menjelaskan, dalam kerangka program Digitalisasi pendidikan itu kita di dinas P dan K sebagai perpanjangan tangan Kemendiknas memfasilitasi, mengembangkan aplikasi yang membantu sekolah keluar dari paradigma manual ke digital.

“Kami di Dinas PK Kota Kupang dalam setiap tahunnya kita selalu melahirkan inovasi-inovasi teknologi digital,” katanya.

Terbukti tahun 2019/2020, lanjut dia, kami dari Dinas P dan K Kota Kupang telah melahirkan Aplikasi PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) secara Online.

Berikut, pada tahun 2021 ada Aplikasi Pengelolaan Dana BOS secara online yang kami namakan Aplikasi BOSTO. Kemudian tahun 2022 ini, yang kita sudah siapkan sekarang dengan penguatan kapasitas pengelolaan aplikasi untuk action yang kami beri nama PAPA PD.

Nanti tahun 2023 kami juga mulai mendesign untuk seluruh pengelolaan kenaikan pangkat maupun berkala guru PNS maupun pegawai di sekolah juga berbasis digital. Sehingga guru tidak boleh buang-buang waktu hanya untuk urus berkas.

“Aplikasi PAPA-PD ini sekaligus juga menepis dugaan adanya pungutan liar dalam urusan administrasi para guru dan pegawai dalam urusan kenaikan kenaikan pangkat atau kenaikan berkala,” tuturnya.

Lebih jauh Okto menjelaskan, aplikasi yang kami beri nama PAPA-PD atau Pengelolaan Administrasi Perangkat Pembelajaran Digital. Artinya kita ambil langkah berani dan kita percaya diri untuk meninggalkan pengelolaan berbasis manual ke yang digital.

“Jadi sebenarnya jawaban atas program nasional Digitalisasi Pendidikan yang mana harapannya bahwa seluruh satuan pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA/SMK itu dalam pengelolaan manajemen sekolah, untuk urusan administrasi keuangan maupun administrasi pembelajaran harus berbasis digital,”tandasnya.

Inovasi Tiada Henti

Dengan adanya aplikasi secara digital ini semua urusan bisa langsung dari sekolah. Lalu kami periksa di dinas. Kalau sudah penuhi syarat langsung dia naik pangkat.

“Nah, sifat dari sigitalisasi sekolah ini adalah menghemat waktu, tenaga, biaya. Atau dengn kata lain menghindari adanya pungutan-pungutan liar sehingga lebih efisien dan efektif,” tegasnya.

Lebih jauh Okto menjelaskan, sesungguhnya pertama kali menerapkan sistem digitalisasi dalam penatalaksanaan pendidikan secara online adalah Kota Kupang. Seperti PPDB secara Online kita yang pertama. Pengelolaan dana BOS secara Online kita juga yang pertama. Lalu sekarang aplikasi PAPA PD.

Ini semua, kata Okto, kami anggap bahwa di jantung ibukota Provinsi NTT di Kota Kupang ini semua fasilitasnya harus disiapkan lengkap. Dan harus menjadi contoh bagi daerah yang diluar ibukota.

“Kota Kupang sebagai ibukota Provinsi NTT, itu adalah wajar dan sah-sah saja. Baik soal jaringan listrik, internet, dan sumber daya manusia harus menunjang. Jika dibandingkan dengan teman-teman lain. Kita harus mampu berinovasi.
Iya kami tidak berupaya mengkerdilkan mereka seperti di Amfoang sana. Mereka mengalami kendala-kendala tersendiri. Kendala sumber daya, baik menyangkut jaringan listrik, internet, dan sumber daya lain,”pungkasnya. +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.