Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

Pengelolaan Kawasan KONSERVASI Berdampak GANDA Bagi MASYARAKAT

CitraNews

Itulah sebabnya Dirjen KSDAE, sambung Arief, dalam merevitalisasi perhutanan di kawasan konservasi selalu mengedepankan kearifan lokal yang dimiliki masyarakat.

Gandeng KOBOI Kupang

Puncak Peringatan HKAN 2021 kali ini juga, kata Arief, diselenggarakan bersamaan dengan peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) yang diperingati setiap 5 November. HCPSN Tahun 2021 mengusung tema“ Keanekaragaman Puspa dan Satwa: Aset Dasar Pemulihan Ekonomi Nasional.

Thema HCPSN tersebut sangat berkaitan erat dengan kegiatan-kegiatan peringatan HKAN yaitu pelepasliaran satwa liar dan penanaman pohon sebagai upaya rehabilitasi habitat, serta pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar untuk kesejahteraan masyarakat dan penerimaan pendapatan dan devisa negara.

Berkaitan dengan HCPSN ini maka BBKSDA NTT nenggandeng KOBOI (Komunitas Bonsai Indonesia) Kupang. Diketahui bersama bahwa hasil inisiasi ibu Julie Laiskodat mendayagunakan para pencinta tanaman bonsai menggelar festival bonsai.

“Ini hal menarik untuk diikuti. Karena untuk membangun ekonomi masyarakat sekaligua membangkitkan minat kewirausahaan bagi kelompok UMKM. Ibu Julie Laiskodat juga telah menyelenggarakan pelatihan wirausaha pembuatan kain tenun untuk anak muda NTT. Coba bayangkan, bukan cuma satu dua hari. Akan tetapi selama tiga bulan. Jadi apa yang dibuat ibu Julie Laiskodat berkaitan dengan giat konservasi alam di NTT,” beber Arief.

Masih berkaitan dengan HCPSN, tambah dia, kita melakukan pelepasliaran burung Lamparia dari kawasan Mutis secara virtual. +++ marthen/citra-news.com