TENUN Motif Bunga SEPE Melejitkan KOTA Kupang Raih PENGHARGAAN

Tampak Ceria Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson (JEFRI) R. Riwu Kore, MM, MH saat terima Penghargaan di Studio GSMC Jakarta, Selasa 14 Desember 2021. Doc. citra-news.com/humaskotakpg
 
Kota Kupang pada tahun 2019 terpilih sebagai salah satu kota dari 165 kota di Indonesia yang masuk dalam daftar Smart City.

Citra News.Com, KUPANG – KOTA KUPANG ibukota Provinsi Nusa Tenggara (NTT) itu kini kembali mengukir prestasi. Persisnya pada Selasa 14 Desember 2021 melalui produk kain tenun ikat bermotif bunga Sepe, Kota Kupang meraih penghargaan Smart Branding.

Penghargaan tersebut diterima langsing oleh Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM., MH. pada acara Penutupan Gerakan Menuju Smart City di Studio GSMC Jakarta.

Pada kesempatan tersebut panitia mengumumkan Kota Kupang meraih penghargaan sebagai Kota Terbaik. Dalam implementasi program Smart City kategori Smart Branding Gerakan Menuju Smart City.

Wali Kota menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh stakeholder, Dinas Kominfo Kota Kupang atas kerja sama dan kerja keras sehingga Pemerintah Kota Kupang dapat meraih penghargaan ini.

Apresiasi juga diberikan kepada Dekranasda Kota Kupang dan PKK Kota Kupang yang melalui ide-ide dan inovasinya berhasil memenangkan salah satu penghargaan kebanggaan masyarakat Kota Kupang melalui tenun ikat motif bunga Sepe yang merupakan brand dan ikon Kota Kupang.

Saat menerima penghargaan itu Wali Kota Kupang didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, SE., M.Si., dan Sekretaris Dinas Kominfo Kota Kupang, Wildrian R. Otta, S.STP., MM.

Acara ditutup oleh Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Johnny Gerard Plate, S.E., sekaligus menyerahkan penghargaan bagi Kabupaten/Kota berdasarkan kategori yang telah dinilai.

Dalam sambutannya Menkominfo menyampaikan Gerakan ini bertujuan membimbing pemerintah kota/kabupaten terpilih dalam membuat rencana induk pembangunan berbasis kota pintar atau Smart City.

Rencana induk pembangunan kota pintar (smart city) ini disusun berdasarkan tantangan serta potensi masing-masing wilayah. Sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Johny Plate berharap, Gerakan Menuju Smart City dapat menciptakan momentum percepatan pembangunan Smart City di seluruh penjuru Indonesia. Dengan begitu, cita-cita untuk meningkatkan taraf hidup seluruh rakyat Indonesia pun akan cepat terwujud.

Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang efektif, tambah Johny, untuk mendukung implementasi Smart Government. Ini juga harus didukung dengan penguatan kerja sama, koordinasi, dan kolaborasi antar instansi pemerintah dalam satu sistem yang terintegrasi untuk mewujudkan Smart City yang dapat menjawab zaman. Dan mencapai tujuan demi terselenggaranya pemerintahan dan pembangunan secara efektif, efisien, dan inovatif serta mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Menurut Johny, penerapan Smart City khususnya di Kota Kupang, ditargetkan selesai pada tahun 2029. Meski dalam jangka panjang namun diharapkan mampu mensejahterakan masyarakat.

“Hal ini sesuai dengan visi dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang yaitu mewujudkan Kota Kupang yang Nyaman, Bebas dari KKN, Kota Layak Huni dan Kota Cerdas.,” tandasnya.

Sasaran utama smart city adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat meliputi pembangunan infrastruktur, tata kelola lingkungan pelayanan publik dan lainnya.

Untuk diketahui Gerakan Menuju Smart City sudah dilakukan pada 2017-2019 dengan membimbing 100 kota/kabupaten terpilih.

Bahwa Kota Kupang pada tahun 2019 terpilih sebagai salah satu kota dari 165 kota yang masuk dalam daftar smart city. Pada pelaksanaan 2021, gerakan ini memfokuskan pada tema pariwisata yang sejalan dengan program pemerintah terkait Kawasan Wisata Prioritas. +++ citra-news.com/PKP_chr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.