Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

Pemprov NTT Ajak BAYER Indonesia Kerja Bersama Mengatasi STUNTING

CitraNews

Prevalensi stunting di Provinsi NTT pada tahun 2018 adalah tertinggi di Indonesia yaitu 42,6 persen. Bagaimana kondisinya saat ini?

Citra News.Com, KUPANG – PEMERINTAH Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Wakil Gubernur (Wagub) JOSEF Adrianus Nae Soi memberikan apresiasi kepada Bayer Indonesia dan Mercy Corps Indonesia yang sudah berperan aktif dalam bidang kesehatan dan juga pertanian di wilayah Provinsi NTT.

“Saya atas nama Pemprov dan masyarakat NTT memberikan apresiasi pada pihak Bayer Indonesia, yang berkompeten dalam bidang kesehatan dan pertanian dengan telah diluncurkannya “Program Better Farming, Better Life” sebagai pemberdayaan holistik yang ditargetkan pada petani kecil,”ucap Wagub Josef.

Baca Juga :  BANK NTT Donasikan Rp 500 Juta SUKSESKAN Porprov 2022

Wagub Josef mengungkapkan hal tersebut pada saat memberikan sambutan dan juga membuka kegiatan Seminar Kesehatan Reproduksi, Keluarga Berencana dan Nutrisi Yang Baik Bagi Kesehatan Keluarga yang diselenggarakan oleh Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi NTT. Kegiatan tersebut selenggarakan secara daring melalui zoom meeting di Kupang pada Selasa 14 Desember 2021.

Baca Juga :  MELONJAK 13 Kasus COVID19, Warga KOTA Harus WASPADA

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan tahun 2018, sebut Wagub Josef, prevalensi stunting di NTT masih tertinggi di Indonesia yaitu 42,6 persen. Jika dibandingkan dengan kondisinya saat ini di tahun 2021 pada angka 20,9 persen.

“Penurunan angka stunting yang cukup signifikan ini berkat kerja bersama semua pihak. Kerjsama bersama pihak Bayer Indonesia dan juga Mercy Corps Indonesia adalah bagian yang tidak terlepas dari upaya percepatan penurunan angka stunting di Provinsi NTT,” tandasnya.

Baca Juga :  BEROLAHRAGA Cara Cerdas Mencegah Penyakit KATASTROPIK

Mantan anggota DPR RI dari Partai Golkar ini mengatakan, program ini juga bertujuan mengaplikasikan inisiatif petani kecil secara holistik melalui peningkatan reproduksi keluarga, penerapan sisten KB (keluarga berencana), pemberian edukasi mengenai perawatan kesehatan diri serta mentransfer pengetahuan teknologi pertanian untuk hasil pertanian yang optimal.