Gubernur VIKTOR Minta KAJATI Wisnu LANJUTKAN Tugas Ini

Hutama Wisnu : “….Mohon kiranya saya diterima sebagai bagian dari warga NTT”.

Citra News.Com, KUPANG – KEPALA Kejaksaan Tinggi (Kajati) Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini dijabat oleh Hutama Wisnu, menggantikan Yulianto.

Sebagai lembaga penegak hukum tentunya Kejaksaan Tinggi (Kejati) sangat sarat dengan beban tugas. Selain tugas-tugas pengawasan dan pengawalan kasus-kasus ketidaktaatan hukum atau tindakan melawan hukum. Aparat kejaksaan juga harus berpikir cerdas dan bertindak tepat dalam menghadapi persoalan hukum. Jika harus menyinggahi meja hijau maka sudah tentu neraca keadilanlah yang ditunggu.

Tidak terlepas dari tugas dan kewenangan kejaksaan, untuk hal kekinian yang sedang mengemuka saat ini di NTT adalah kasus pembunuhan ibu Astrid Manafe dan anaknya Lael.

Hal lain yang juga tidak boleh disepelehkan adalah kasus mafia tanah. Dalam mana perlu keterlibatan pihak Kejati NTT dalam penanganan dan penertiban aset-aset milik pemerintah daerah.

Kedua hal tersebut diatas dinarasikan saat audiensi bersama Gubernur, Wakil Gubernur NTT dan Kajati NTT, Hutama Wisnu dan jajarannya.

Bahwa kasus pembunuhan ibu dan anak (Astrid dan Lael, red) saat ini sedang dalam proses hukum.

Soal asset milik Pemda bahwa sudah ada teken kontrak kerjasama antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT dengan pihak Kejati NTT dalam hal penanganan dan penertiban aset-aset milik pemerintah daerah (Pemda). Baik asset milik Pemprov NTT maupun milik Pemkab/Pemkot.

Dari penelusuran awak media ini, terkait kerjasama pemanfaatan dan penertiban asset milik Pemda telah membuahkan hasil. Sebut saja lokasi tanah milik Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang seluas kebih kurang 2,4 Hektar di depan Hotel Sasando, Kelurahan Kelapa Lima, Kota Kupang. Luasan tanah milik Pemkot Kupang ini saat Yulianto jabat Kajati NTT ia berhasil melakukan Eksekusi.

Diketahui, Kejaksaan Tinggi NTT melakukan eksekusi atas putusan Mahkamah Agung yang telah berkekuatan hukum tetap.
Hasilnya ditandai dengan penyerahan 32 sertifikat tanah seluas kurang lebih 2,4 hektar kepada Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, SE, M.Si di Kantor Kejaksaan Tinggi NTT di bilangan Jalan Adhyaksa pada Kamis 24 Pebruari 2022.

Berikut, lokasi tanah Stadion Oepoi Kupang adalah milik Pemprov NTT juga berhasil ditertibkan. Juga beberapa area tanah dan atau bangunan di lokasi lainnya yang sudah dan sedang dalam taraf pendataan oleh Badan Pengelola Asset Daerah Setda Prov. NTT.

Terhadap dua hal pokok ini Gubernur Viktor nengingatkannya saat beraudiens dengan Kajati Wisnu dan jajarannya di Ruang Kerja Gubernur Gedung Sasando, di bilangan Jalan El Tari Kota Kupang, Senin 07 Maret 2022.

“Saya minta perhatian pak Kajati terhadap kasus pembunuhan ibu Astrid Manafe dan anaknya Lael. Karena telah menjadi sorotan masyarakat NTT. Saya juga telah menyampaikan hal ini kepada Kapolda NTT. Isu-isu seperti ini perlu diredam dengan segera melalui penanganan yang adil,” kata Gubernur Viktor.

Mengutip Siaran Pers Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT,
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi menerima audiensi Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, Hutama Wisnu.

Hutama Wisnu merupakan Kepala Kejaksaan Tinggi NTT yang baru dilantik pada Rabu 02 Maret 2022, menggantikan Yulianto.

Wisnu : Mohon Diterima sebagai Bagian dari Warga NTT

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Viktor menyampaikan profisiat dan selamat bertugas kepada Kajati Hutama Wisnu.

“Saya minta perhatian pak Kajati untuk mempercepat penyelesaian kasus pembunuhan ibu dan anak (Astri Manafe dan anaknya Lael, red). Kami juga tetap mengharapkan keterlibatan kejaksaaan dalam penanganan dan penertiban aset-aset dari pemerintah daerah.

Terkait asset milik Pemda Gubernur Viktor berharap kerjasama dalam penanganan dan penertiban aset milik pemerintah daerah yang sudah ditandatangani dengan Kajati yang lama (Yulianto, red) dapat tetap dilanjutkan.

Kajati NTT, Hutama Wisnu dalam kesempatan tersebut mengungkapkan keinginannya untuk menjadi bagian dari masyarakat NTT.

“Saya telah dilantik pada tanggal 2 Maret yang lalu. Mohon kiranya saya diterima sebagai bagian dari warga NTT,” ungkap Wisnu.

Kajati Wisnu juga membangun komitmen bahwa pihak Kejati NTT siap melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk mendukung program-program pemerintah provinsi NTT.

“Kami juga tetap memberikan dukungan terhadap upaya penelusuran dan penertiban aset milik pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-NTT,” kata Wisnu.

Terkait permintaan Gubernur untuk penyelesaian kasus ibu dan anak (Astrid dan Lael, red) pihak Kejati NTTA akan segera menindaklanjuti dan memperhatikan hal tersebut secara serius.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut Wakil Gubernur NTT, Sekretaris Daerah Provinsi NTT dan Aspidsus Kejaksaan Tinggi NTT serta Kepala Biro Hukum Setda Provinsi NTT.  +++ citra-news.com/biro APim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.