Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

Warga BELLO Minta PEMKOT Kupang JANGAN Pilih Kasih Bangun SARPRAS

CitraNews

Astaga, Pemkot Kupang tidak bangun bak sampah warga RT 20 Kelurahan Bello berinisiatif mengumpulkan karung plastik bekas untuk mengisi sampah. Bukankah tugas kumpulkan sampah hingga angkut ke TPA itu tugas dan tanggung jawab Dinas Kebersihan Kota Kupang?

Citra News.Com, KUPANG – SEJUMLAH pihak menyebut Kelurahan Bello “berwajah desa”. Pasalnya, warga berkesan Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang menerapkan manajemen “Pilih Kasih” dalam membangun Sarpras yang dibutuhkan warga Kelurahan Bello.

Pendapat ini sepadan dengan minimnya sarana prasarana (Sarpras)
yang dibangun oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang. Tidak terkecuali bak sampah sebagai TPS (tempat pembuangan sementara) sampah rumah tangga.

Baca Juga :  Kehadiran JHONI Asadoma dan NIKO Rihi Heke PACU Adrenalin PETINJU Alor dan Sabu Raijua

Prasarana jalan, listrik, dan air bersih ibarat jauh panggang dari api. Terutama jalan-jalan akses di banyak titik terlihat berlubang-lubang tergerus air hujan. Hampir semua jalan lingkungan tidak ada drainase.

Juga lampu jalan pemandangan gelap legam sulit terbantahkan. Tidak ada lampu di banyak ruas jalan lingkungan. Kondisi ini tidak seperti laiknya di wilayah kelurahan lainnya di Kota Kupang. Disana sini diterangi gemerlapnya lampu jalan.

Baca Juga :  TERNYATA Sudah Diputihkan Mobnas DH 5 Juga DH 1

Sementara untuk kebutuhan air bersih, beruntung ada beberapa warga memiliki sumur. Itupun hanya dinikmati pada musim hujan saja.

Padahal ditengarai Kelurahan Bello merupakan salah satu titik suplay (pasokan) sayur mayur untuk warga ibukota.

Dari fakta-fakta miris ini, ada yang paling tidak sedap dipandang dan menyebar ada di setiap RT/RW adalah ketiadaan bak sampah. Tidak terbangunnya bak sampah oleh Pemkot Kupang ini mengkibatkan warga sekitar membuang sampah di sembarang tempat.

Bahkan di jalan poros sekalipun. Disana
tampak ada tumpukan sampah dibiarkan membusuk. Sebut saja di area depan Rumah Sakit Boromeus dan Kapela Susteran di bilangan Jalan H.R Koroh.

Baca Juga :  Kondisi Pasar SEMRAWUT Direktur PD PASAR Diminta Kerja KOLABORATIF

Lantaran tidak jua dibangunkan bak sampah di setiap RT ini, telah memicu warga RT 20 Kelurahan Bello pada Sabtu 12 Maret 2022 harus turun lokasi memungut sampah.

Hasil ‘buruan’ itu lalu dimasukan kedalam 93 lembar karung bekas hasil inisiasi pengurus RT 20. Bersama warga mereka bergotong-royong memungut, mengumpulkan, lalu mengangkutnya dengan mobil pick up.