Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

Pendidikan KONSERVASI Spirit Kepedulian Membangun LINGKUNGAN

CitraNews

Provinsi NTT mewakili 34 provinsi di Indonesia Launching program KSDAE MENGAJAR. Tampak Gubernur  NTT Viktor Bungtilu Laiskodat memukul gong pertanda dimulainya program ini. Doc. citra-news.com/biro APim

Citra News.Com, KUPANG –
DIREKTUR Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Dirjen KSDAE), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Ir. Wiratno, M.Sc mengatakan program KSDAE Mengajar merupakan bentuk kepedulian, keberpihakan, serta rasa cinta kepada alam dan lingkungan.

“Program KSDAE Mengajar ini dapat menjadi program nasional dan dapat terus diterapkan oleh seluruh UPT KSDAE se-Indonesia, dengan sasaran adalah sekolah-sekolah yang berada di sekitar kawasan konservasi yang ditetapkan sebagai sasaran pembelajaran secara rutin, khususnya pada tingkat SD, SLTP, SLTA maupun perguruan tinggi sesuai kemampuan UPT KSDAE masing-masing,” kata Wiratno.

Baca Juga :  Output SMK Dituntut Sertifikat Kompetensi BUKAN Ijazah

Diketahui Dirjen KSDAE Wiratno dalam kunjungan ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin, 21 Maret 2022, dia bersama Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat melakukan kegiatan launcing Program KSDAE Mengajar di SMA Negeri 3 Fatuleu Kabupaten Kupang.

Launching tersebut, kata Dirjen Waratno merupakan tanda awal perjalanan program KSDAE Mengajar di seluruh UPT Direktorat Jenderal KSDAE se-Indonesia.

Dirjen Wiratno menjelaskan,  program KSDAE Mengajar merupakan bentuk kepedulian, keberpihakan, serta rasa cinta kepada alam dan lingkungan.

“Program KSDAE Mengajar ini dapat menjadi program nasional dan dapat terus diterapkan oleh seluruh UPT KSDAE se-Indonesia dengan sasaran adalah sekolah-sekolah yang berada di sekitar kawasan konservasi yang ditetapkan sebagai sasaran pembelajaran secara rutin, khususnya pada tingkat SD, SLTP, SLTA maupun perguruan tinggi sesuai kemampuan UPT KSDAE masing-masing,” kata Wiratno.

Baca Juga :  Soal PAKEM Budaya, Ini Seruan Bunda JULIE Laiskodat dan JOHN Rumat

Selain melaunching program KSDAE Mengajar, Gubernur NTT bersama dengan Dirjen KSDAE didampingi Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe juga turut secara simbolis menanam dua anakan pohon di lokasi Arboretum SMA Negeri 3 Fatuleu. Dua anakan pohon yang ditanam tersebut yakni anakan pohon kelengkeng atau dalam istilah botani disebut Dimocarpus Longan.

Hadir pada kesempatan tersebut Anggota Komisi IV DPR RI yang juga Ketua TP-PKK dan Ketua Dekranasda Provinsi NTT Julie Sutrisno Laiskodat, Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi NTT Ir. Arief Mahmud, M.Si, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Linus Lusi, Staf Khusus Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan Prof. Daniel D. Kameo.

Baca Juga :  Dari TANGAN Dingin ALEX Bank NTT Menggengam Opini WAJAR

Gubernur Viktor dalam sambutannya mengatakan bergesernya peradaban dunia oleh evolusi manusia dari zaman purba yang perlahan menguasai alam, dan dengan jumlah yang kian banyak, berakibat pada dirambahnya tanah dan hutan.

Kondisi ini hingga memasuki zaman yang modern dimana banyak manusia yang lupa akan posisinya di bumi dengan tidak lagi memperhatikan kelestarian ekosistem alam.