JALAN Nisum Bello DIASPAL, Wujud Kepedulian JERIKO

ROBYNSON E. Lona, SH dan kegiatan peningkatan jalan Nisum di Kelurahan Bello Kecamatan Maulafa Kota Kupang, Timor – NTT. Doc. marthen radja/citra-news.com

Adhy : “….usulan Musrenbang 2021 dan diperkuat lagi dengan bapak Jefri Riwu Kore, Wali Kota Kupang, melihat langsung kondisi jalan Nisum maka inilah jawabannya…”

Citra News.Com, Kupang – LURAH Bello, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), ROBYNSON E. Lona, SH mengatakan, dengan terlaksananya pekerjaan pengaspalan jalan yang ada maka kerinduan warga akan infrastruktur jalan akses yang memadai telah terjawab.

Menurut warga, kata dia, ruas jalan tersebut sudah berumur 25 tahun lamanya ini tidak pernah diperhatikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang.

“Kondisi jalan di itu ruas (sekarang diberi nama Jalan Nisum, red) memang patut untuk diperbaiki. Apalagi berdasarkan hasil usulan Musrenbang tahun 2021 di tingkat Kelurahan,”. demikian Lurah Roby saat dihubungi awak portal berita citra-news.com, by phone Kamis kemarin.

Menurutnya, warga Kelurahan Bello khususnya warga di RT 04 RW 02 yang selama ini mengeluh soal jalan rusak, kali ini baru terjawab.

Bayangkan saja, tegasnya berulang, sudah selama 25 tahun kondisi jalan di wilayah itu tidak tersentuh perbaikan apapun. Kali ini dimasa kepemimpinan Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore (Jeriko) baru terjawab keluhan warga. Ini juga sebagai wujud kepedulian Wali Kota Kupang.

“Sebagai aparat di Kelurahan Bello kami memberi apresiasi atas kepedulian bapak Walikota Kupang atas pembangunan pengaspalan yang sedang dikerjakan saat ini. Sehingga dapat memperlancar arus transportasi dan aksesibilitas warga sekitarnya,” tegas Roby.

Dia menjelaskan, ada banyak usulan di tahun 2021 kala Musrenbang di tingkat kelurahan. Salah satunya tentang infrastruktur jalan yang sudah rusak berat. Namun sudah bertahun-tahun tidak jua dibangun.

“Nanti nama ruas jalan dan berapa panjangnya, pak wartawan tanya langsung Ketua RTnya. Karena ruas jalan yang nyata dibangun saat ini ada di wilayahnya beliuau,” tuturnya meminta.

Lebih jauh Roby menjelaskan, kondisi infrastruktur jalan yang tidak memadai sangat berpengaruh pada aksesibilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Karena ini berkaitan dengan kebutuhan ekonomi dan upaya peningkatan kesejahteraan warga Kota Kupang, tegas Roby.

Nah, untuk menjawabi kebutuhan warga inilah menjadi konsen Pemkot Kupang di era kepemimpinan Wali Kota Kupang (Jefri Riwu Kore, red) saat ini.

Sembari mempersilahkan wartawan citra-news.com untuk menghubungi Ketua RT 04 RW 02 soal titik pembangunan yang terjadi.

Bukan Maunya ADPR

Pantauan awak citra-news.com di lokasi proyek, tampak beberapa warga turun ke jalan. Tawaria pertanda wujud kegembiraan bahwa impian untuk melintasi jalan uang layak sama seperti warga di kelurahan lainnya, kali ini membuahkan kenyataan.

Namun di titik pertigaan jalan Nisum 2 ada beberapa ibu usia setengah baya, mereka berusaha menghadang alat berat yang sedang meratakan material (tanah putih).

“Tidak bisa hanya itu kesana dibangun aspal. Kalau tidak dibuat aspal kesini, kami palang. Karena waktu Anggota DPR (ADPR) itu namanya pa Dogon datang dengan pegawai PU di ini rumah janji bilang, jalan di muka rumah nanti diaspal. Tapi kenapa itu alat berat tidak ratakan ini jalan. Juga tidak ada tanah putih ditaroh disini, “ungkap seorang ibu dan diamini ibu-ibu lainnya.

Tidak lama berselang tampak Ketua RT 04 RW 02, ADHY Hoan tiba di titik ‘sengketa’. Didapatinya para ibu tampak berdiri di tengah jalan Nisum 2

“Begini mama-mama dong (mereka,red) tolong tak usah berdiri di tengah jalan. Itu oto truk mau po’a (turunkan, red) tanah putih,”pinta Adhy.

Menjawab adanya oknum anggota DPRD yang turun janji kepada warga, Adhy menegaskan, pengaspalan Jalan Nisum bukan atas dasar janji-janji dari oknum-oknum anggota DPRD Kota Kupang.

“Sebagai RT saya tidak tahu bahwa ada janji ini itu di ini wilayah. Ini program pemerintah (esekutif,red) dan bukan program DPR (legislatif, red). Yang pasti ini dibangun berdasarkan gambar atu denah dari PU dalam hal ini pemerintah. Bukan maunya DPR dari titik mana kemana. Saya juga bisa punya ‘selera’ nanti bangun di titik mana saja. Kalau ikut maunya saya semua tempat. Tapi tidak. Apa yang dibangun sekarang sesuai dengan keputusan pemerintah di Dinas PU sana,” jelas Adhy.

Sehingga, tegasny berulang, kalau ada warga saya (Adhy Hoan,red) disini bilang, ada oknum anggota DPRD Kota Kupang janji bangun ini itu saya sebagai RT tidak tahu.

Ibarat Gayung Bersambut

Saat dimintai komentarnya terkait proses pengaspalan jalan tersebut, Adhy menyatakan, pengaspalan jalan Nisum 1, 2, dan Jalan Nisum 3 hampir sepanjang satu kilometer ini ada di wilayah RT 04 RW 02.

Proyek peningkatan jalan Nisum, beber Adhy, merupakan usulan Musrenbang tingkat Kelurahan tahun 2021. Diperkuat lagi saat pak Walikota Jefri Riwu Kore datang resmikan program Bedah Rumah di wilayah ini. Dimana bapak Jefri Riwu Kore mendengar langsung keluhan warga soal kondisi jalan rusak berat dan lampu jalan. Apalagi beliau melihat langsung kondisi jalan saat melintasi jalan Nisum.

“Atas usulan Musrenbang tahun 2021 dan pemantuan langsung bapak Walikota ini ibarat gayung bersambut. Maka realisasinya atau baru terjawab awal tahun 2022 ini. Untuk itu atasnama warga Kelurahan Bello kami berterima kasih atas kepedulian bapak Wali Kota Kupang ini,”ungkap Adhy.

Jadi mama-mama mereka, tegas Ady, jangan bilang pemerintah pilih kasih atau pilih orang dalam menata Kota Kupang ini.

“Pemerintah Kota hingga tingkat RT tetap memperhatikan warganya. Hanya saja kita tahu bersama masalah Covid maka pembiayaan untuk bangun fisik ada prioritas-prioritasnya,”jelas Adhy.

Sang Ketua RT 04 yang baru menjabat sekitar satu tahun ini menambahkan, untuk kebutuhan lampu jalan akan diusulkan pada Musrenbang tahun 2022.

“Soal lampu jalan di Musrenbang tahun 2022 ini diusulkan 12 tiang dan 15 mata lampu. Ada juga lain-lain tapi paling pertama kami usulkan lampu jalan. Sehingga hasil Musrenbang tahun 2021 pengaspalan jalan Nisum sudah nyata sekarang dibangun. Mudah-mudahan usulan lampu jalan di Musrenbang tahun 2022 ini bisa terjawab,”harap Adhy.  +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.