Tinjau Mulut Seribu, Wagub Josef : “Ini Lobster NTT!”

Wakil Gubernur NTT, JOSEF Adrianus Nae Soi dan Lobster hasil budidaya di petatan Mulut Seribu Kabupaten Rote Ndao. Doc. citra-news.com/istimewa

Melirik usaha budidaya lobster di perairan NTT sama artinya dengan menebarkan jala keberuntungan bagi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Citra News.Com, KUPANG – PEMERINTAH Provinsi Nusa Tenggara Timur melirik potensi budidaya lobster laut sebagai komoditi ekspor guna meningkatkan perekonomian masyarakat.

Dalam menggapai harapan ini Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef A. Nae Soi melalui Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi NTT telah melabuhkan program budidaya lobster laut di Teluk Mulut Seribu Kabupaten Rote Ndao.

Usaha budidya lobster laut ini menggunakan teknologi Keramba Jaring Apung (KJA) benih lobster laut ditebar di kawasan Mulut Seribu.

Kika : Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat, George Hadjoh, Pineng, dan Wagub Josef Nae Soi. Doc. citra-news.com/istinewa

Diketahui, sejauh ini belum ada para pembudidaya yang secara khusus mengembangkan budidaya lobster laut di perairan NTT. Termasuk budidaya ikan Kakap dan Kerapu Keramba Jaring Apung (KJA) yang saat ini gencar dilakukan di Teluk Kulambu Kabupaten Ngada dan di Kawasan Pantai Liman Pulau Semau Kabupaten Kupang.

Pembudidayaan tiga komoditi unggulan ini layak dikembangkan karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Sebab punya prospek pasar yang menjanjikan dan menjadi komoditas ekpsor unggulan. Dan harganya pun bisa mencapai ratusan ribu per kilogram terutama bagi kualitas yang bagus.

Untuk memastikan perkembangannya Gubernur Viktor dan Wagub Josef, didampingi Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi NTT, George Hadjoh, pada Jumat 29 April 2022 meninjau budidaya lobster laut di Mulut Seribu.

Oktober 2023 Panen Lobster

Kedua pemimpin sekaligus sahabat karib dan layaknya adik dan kakak itu melakukan perjalanan dari Kupang melalui jalur laut dengan menggunakan Kapal Cepat berbeda. Gubernur Viktor menggunakan kapal Viber Catamaran dan Wagub Josef menggunakan Kapal BKKPN Kupang. Keduanya berangkat dari pelabuhan Tenau Kupang pada pukul 06.15 Wita dan tiba di kawasan Mulut Seribu pada Pukul 7.15 Wita langsung meninjau lokasi Budidaya Lobster.

Lokasi Budidaya Lobster tersebut berada di kawasan Mulut Seribu, Desa Dayama Kecamatan Landuleko, hasil kerja sama antar Pemerintah Provinsi NTT dengan PT Cakrawala Lautan Abadi (CLA).

Dalam peninjauan ke Teluk Mulut Seribu Rote ini, Gubernur Viktor mengatakan, budidaya Lobster merupakan proses transfer pengetahuan dalam perubahan pola pikir dan tindakan nyata bahwa NTT punya potensi yang kaya dan sekarang sedang dikerjakan.

Menurut Viktor, NTT sebagai Provinsi Kepulauan yang didominasi oleh wilayah lautan, menunjukan bahwa NTT ini kaya. Untuk itu optimalisasi potensi laut harus kita kerjakan. Salah satunya adalah budidaya Lobster. Dengan prinsip perkuat SDM melalui riset dan teknologi, pengetahuan, semangat untuk berkolaborasi, serta pemberdayaan bagi para nelayan kita.

“Langkah awal kita kerjakan dulu seperti yang ada sekarang. Yang pasti tahun depan saat panen saya hadir. Dan selanjutnya kita kerjakan yang lebih besar lagi. Karena sudah ada modelnya dan ekosistem ekonominya kita desain agar berdampak juga bagi kesejahteraan nelayan,” tuturnya.

Sementara itu, Wagub Josef saat melepas secara simbolis perpindahan kandang tangkar dari tempat benih bening lobster ke tempat kandang tangkar yang dewasa.

Sambil menujukkan ke arah kamera Wagub Josef sontak mengatakan, “Ini Lobster NTT”.

Ditengarai ungkapan Wagub Josef ini punya makna ganda. Ia sudah tentu bangga atas kesuksesan PT CLA dalam pembudidayaan lobter laut di kawasan Mulut Seribu.

Juga mengandung makna ajakan bagi semua pihak untuk bersama-sama membangun perekonomian masyarakat.

Selanjutnya Supervisor PT. CLA, Pineng menjelaskan, perkembangan pertumbuhan lobster di Mulut Seribu selama enam bulan ini sangat baik. Pihaknya terus berkolaborasi bersama masyarakat nelayan.

“Sudah enam bulan kami bekerja dan progresnya sangat baik. Harapannya adalah kerjasama dan sukses bersama masyarakat. Diharapkan pada Oktober tahun 2023 kita dapat lakukan panen perdana,” ungkap Pineng.  +++ citra-newa.com/biroApim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.