Tahun 2023 Bupati KORNELIS Targetkan KIRIM 3000 Ton Jagung TJPS

Pengiriman perdana jagung hibrida varietas R7 Program Integrasi Pertanian Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) Pola Kemitraan Mandiri sebanyak 1.000 ton secara curah pada Kapal Motor Kalimas I di Pelabuhan Waikelo Kabupaten Sumba Barat Daya Provinsi NTT, Sabtu 21 Mei 2022. Doc. citra-news.com/Sekretariat TJPS NTT

Pengantarpulauan 1000 ton jagung ke luar NTT memberi bukti bahwa pelaksanaan program TJPS menuai sukses. Berikut penjelasan Bupati Sumba Barat Daya, Kornelis Kodi Mete….

Citra News.Com, TAMBOLAKA – BUPATI Sumba Barat Daya (SBD), Kornelis Kodi Mete mengatakan, di wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya adalah areal yang sangat potensial untuk pengembangan jagung program TJPS (Tanam Jagung Panen Sapi).

Pengiriman 1000 ton jagung ke luar NTT adalah faktanya. Kalau tahap awal sudah diantrpulaukan 1000 ton maka tahapan selanjutnya bisa mencapai 2000 sampai 3000 ton. Bahkan puluhan ribu ton.

Demikian Bupati Kornelis saat Launcing jagung program TJPS Mandiri di Pelabuhan Waikelo Kabupaten SBD, Provinsi NTT, Sabtu 21 Mei 2022.

“Kami patut berterima kasih kepada Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan jajarannya yang terus mendukung pengembangan jagung di Kabupaten SBD melalui TJPS Pola Kemitraan,” ungkap Bupati Kornelis.

Dia menegaskan, pengiriman 1000 ton jagung TJPS, ini untuk tahap pertama. Kita akan panen terus dan kirim lebih banyak lagi.

Diketahui pada hari itu dilakukan prosesi pengiriman perdana jagung hibrida varietas R7 sebanyak 1000 ton.

Bahwa program ini merupakan program Integrasi Pertanian Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) Pola Kemitraan secara curah pada Kapal Motor Kalimas I.

Dan pengantarpulauan perdana 1000 ton jagung varietas R7 ini dibeli oleh Offtaker TJPS Pola Kemitraan PT. Agro Investama untuk dikirim ke PT SREEYE Sewu Indonesia, Sidoarjo-Jawa Timur.

Bupati Kornelis berani pasang target mengantarpulaukan hingga 3000 ton jagung pada tahun 2023 dilatari oleh potensi areal untuk pengembangan jagung program TJPS yang ada di Kabupaten SBD.

Menurut dia, wilayah SBD mempunyai potensi areal jagung yang dapat ditanam pada musim hujan maupun pada musim kering. Jika pada musim kering juga bisa tanam jagung yaitu memanfaatkan sumber-sumber air yang ada melalui bantuan pompa.

“Kita akan terus mendorong penanaman jagung pada semua areal potensial yang ada. Meskipun hama belalang sekarang lagi mengembara menyerang tanaman jagung,” tuturnya.

Terkait hama belalang, kata dia, Pemerintah Kabupaten SBD telah menetapkan serangan hama belalang ini sebagai bencana. Karena itu maka harus dilakukan penanganan secara menyeluruh.

“Untuk masalah ini kami mengharapkan dukungan pemerintah provinsi NTT lebih lanjut,” pintanya.

Bupati Kornelis juga menyampaikan terima kasih kepada PT. Gama Agro Investama, KTNA, para penyuluh pertanian dan masyarakat petani/kelompok tani sekaligus mengajak untuk terus dan terus menanam jagung berbasis TJPS Pola Kemitraan.

Informasi yang dihimpun media ini dari Sekretariat TJPS menyebutkan, pengiriman perdana Jagung hibrida varietas R7 sebanyak 1.000 ton secara curah, ditandai dengan rombongan berada di atas kapal motor Kalimas I dan diawali dengan prosesi penutupan ruang penampung jagung. Kemudian dilanjutkan dengan pengguntingan pita dan penyerahan sertifikat karantina.

Bupati Sumba Barat Daya Kornelis Kodi Mete dalam sambutannnya menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama jajarannya yang mendukung pengembangan jagung di Kabupaten SBD melalui TJPS Pola Kemitraan.

“Kabupaten SBD mempunyai potensi areal jagung yang dapat ditanam pada musim hujan dan juga memanfaatkan sumber-sumber air yang ada pada musim kering melalui bantuan pompa. Kita akan terus mendorong penanaman pada semua areal potensi jagung yang ada meskipun hama belalang sekarang lagi mengembara di tanaman jagung.

Terkait hama belalang, tambah dia, Pemerintah Kabupaten SBD telah menetapkan serangan hama belalang ini sebagai bencana untuk dilakukan penanganan secara menyeluruh serta mengharapkan dukungan pemerintah provinsi NTT lebih lanjut.

Nixon : Kolaborasi Bersama Terus Ditingkatan

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT yang diwakili oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, NIXON Balukh, SP, M.Si dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah dan masyarakat petani Kabupaten SBD atas hasil yang telah dicapai ini.

“Kami berterima kasih kepada pemerintah dan masyarakat petani Kabupaten SBD. Dengan harapan untuk terus ditingkatkan melalui kolaborasi bersama,” ungkap Nixon.

Lebih lanjut Nixon menjelaskan, TJPS Pola Kemitraan merupakan exit program dari TJPS Pola Regular yang dilaksanakan melalui suatu ekosistem pembiayaan.

TJPS Pola Kemitraan melibatkan stakeholders terkait dengan tiga pilar utama. Yaitu Pemerintah, Perbankn, dan Offtaker.

Yng dimaksud pemerintah dalam hal ini Dinas Pertanian dan KP (kelompok petani) Provinsi dan Kabupaten. Tugas pemerintah memfasilitasi dari aspek manajemen dan teknis.

Berikut, Perbankan memfasilitas permodalan usaha tani melalui kredit KUR dan Non KUR dan atau Mikro Merdeka Bank NTT.

Sementara Offtaker memfasilitasi sarana produksi serta membeli hasil dari wirausahawan mandiri.

“Ini sejarah untuk pertama kalinya NTT dapat mengirim jagung secara curah. Kalau kirim menggunakan kontainer itu sudah biasa,” tandasnya.

Menurut Nikson, untuk tahun 2022 TJPS Pola Kemitraan NTT ditargetkan seluas 105.000 Ha pada 21 kabupaten Selain Kota Kupang. Khususnya Kabupaten SBD ditargetkan seluas 11.200 Ha.

Pengiriman (pengantarpulauan) jagung TJPS Perdana ini dilakukan oleh Bupati Sumba Barat Daya (SBD) Kornelis Kodi Mete didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT yang diwakili oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Nixon Balukh, SP, M.Si. Juga Offtaker dari PT. Gama Agro Investama (GAI) Andung Triwenda, Sekda Kabupaten SBD, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten SBD beserta sejumlah pejabat Lingkup Pemerintah Kabupaten SBD, Bank NTT Cabang Tambolaka, para penyuluh, pendamping lapangan TJPS, KTNA, Petani dan kelompok tani.

Turut hadir Anggota Komisi IV DPR RI Edward Tanur, SH. Dalam sambutanya, Tanur mengatakan, pada periode ini di Komisi IV yang juga membidangi pertanian ada 3 anggota dari Provinsi NTT siap mendukung kebangkitan pertanian di NTT dan kabupaten SBD.

Bentuk dukungan yang dimaksudkan, lanjut dia, diantaranya melalui bantuan alat dan mesin pertanian serta Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada para petani.

Kepala Dinas Pertanian dan KP Kabupaten SBD Rofinus D. Kaleka, SP, dalam laporannya memaparkan, bahwa TJPS Pola Kemitraan Mandiri di Kabupaten SBD sudah dimulai dari Musim Tanam Oktober-Maret (MT Okmar) 2021/2022 seluas 1.163 HA.

Kemudian dilanjutkan pada Musim Tanam April-September (MT Asep) 2022 seluas 726,5 HA. Panen mulai dilakukan pada bulan maret dan akan berlanjut terus sejalan dengan waktu panennya.

Hasil 1.000 ton ini, tegas merupakan sebagian dari hasil panen yang sudah dilakukan seluas 454 HA pada MT Asep 2022.

Ke depannya tambah dia, kita terus dorong areal penanaman TJPS Pola Kemitraan juga akan ditanam jagung hibrida melalui program pusat seluas 10.300 HA.

“Ini sekaligus juga mempersiapkan areal tanam dan petani atau wiarausahawan mandiri TJPS Pola Kemitraan MT Okmar 2022/2023.  +++ citra-news com/sekretariat tjpsntt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.