JOKOWI dan Sepeda BAMBU dari FLORES Untuk KTT G20

Presiden Joko Widodo (ke-2 dari kiri) kagum melihat sepeda bambu saat berada di Kampus Bambu Turetogo Kabupaten Ngada Flores NTT, Rabu 2 Juni 2022.  Doc. citra-news.com/istimewa

Anthony Albanese : Presiden telah menawarkan kepada saya untuk membawa sepeda itu kembali ke Australia . Dan Anda mungkin akan melihat saya mengendarai satu-satunya Sepeda Bambu di Canberra. (www.presidenri.go.id,)

Citra News.Com, JAKARTA – DIREKTUR Eksekutif Yayasan Bambu Lestari, Monica Tanuhandaru menyatakan, mereka sedang menyiapkan sepeda bambu, yang akan digunakan para pimpinan negara-negara dalam penyelenggaraan KTT G20 di Bali.

“Saat ini YBL sedang menyiapkan 25 unit Sepeda Bambu untuk KTT G20 di Bali nanti. Material bambu dari Flores,” ujar Monica saat dihubungi Kompas, Selasa (7/2/2022).

Pernyataan Monika menyusul tulisan Harian Kompas edisi Selasa (7/6/2022) memberitakan bahwa Presiden RI, Joko Widodo dan Perdana Menteri (PM) Australia, Anthony Albanese,
bersama-sama menanam pohon kamper (Dryobalanops lanceolata) di halaman belakang Istana Kepresidenan Bogor sebelum bersepeda menuju kawasan Kebun Raya Bogor.

Penanaman pohon menjadi penanda persahabatan kedua negara.

“Itu adalah pengalaman yang luar biasa dan setiap kali saya naik sepeda, saya akan mengingat persahabatan dengan Presiden Widodo,” ungkap Albanese.

Hal menarik dalam kegiatan dua kepala pemerintahan itu, baik Presiden Joko Widodo maupun PM Australia Albanese, bersepeda pagi dengan menggunakan sepeda bambu.

PM Albanese menilainya sebagai sebuah kehormatan besar. Kegiatannya bersepeda dengan Presiden Joko Widodo juga menunjukkan persahabatan antara Australia dan Indonesia.

”Presiden telah menawarkan kepada saya untuk membawa sepeda itu kembali ke Australia dan Anda mungkin akan melihat saya mengendarai satu-satunya sepeda bambu di Canberra,” kata Albanese seperti dikutip dalam laman www.setneg.go.id, Senin (6/6/2022).

”Tapi, itu adalah pengalaman yang luar biasa dan setiap kali saya naik sepeda, saya akan mengingat persahabatan dengan Presiden Widodo,” Albnese menambahkan.

Presiden Joko Widodo (kanan) bersama PM Australia Anthony Albanese mengayuh sepeda bambu di Istana Bogor., Senin 6 Juni 2022.  Doc.istimewa

Adapun sepeda bambu, yang dikayuh Joko Widodo dan Albanese adalah hasil karya Singgih Susilo Kartono, desainer produk kreatif dari Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Nama sepedanya disebut Spedagi, yang dirancang untuk penggunaan di jalan raya.

Spedagi adalah sepeda dengan rangka (frame) dari bambu dan elemen lainnya merupakan produk berkualitas yang dapat diperoleh dari pasar.

Menurut Singgih, sepeda bambu itu kuat karena bambu memiliki karakter menyerap getaran. Selain itu, sepeda bambu secara visual lebih indah dan cantik.

Meskipun berbahan bambu, kekuatan sepeda Spedagi tidak dapat dipandang remeh.

Penasihat Senior YBL, Noer Fauzi Rachman, menyatakan, langkah Presiden Joko Widodo memberikan Spedagi sebagai cendera mata menjadi awal dimulainya Diplomasi Bambu dan juga menandakan andil alam dan rakyat Indonesia dalam kancah diplomasi internasional.

Pemberian sepeda bambu berdekatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni.

Sehingga diplomasi sepeda bambu yang ditunjukkan Presiden, kata Noet, dinilai penting sebagai penanda adanya kemampuan warga berinovasi teknologi memproduksi barang kebutuhan manusia modern berbasis industri rakyat dan menggunakan material ramah lingkungan.

Diplomasi tersebut, menurut Noer, menjadi penting dan menarik ditunjukkan Indonesia dalam konteks pertemuan KTT G20.

Lanjutan dari diplomasi sepeda bambu ini penting dan menarik. Yakni, membuat cara-cara baru dalam melihat dan menghargai bambu.

“Diplomasi sepeda bambu ini juga sekaligus menyusun strategi merevitalisasi wanatani yang ada menjadi hutan bambu lestari,” ujarnya  +++ */citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.