Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

Bank NTT Sodorkan Pola ASUH 6000 Anak GIZI Kurang dan STUNTING

CitraNews

Dirut Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho menyuapkn makanani tamahan kepada Baduta di Batulesa, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, NTT. Foto: Ama Beding/koran ntt.com

Lerry Mboeik: “…kelebihan program Bank NTT Peduli Stunting ini adalah pada Pola Asuh. Sehingga ada edukasi kepada keluarga 1.000 hari pertama kehidupan ….”

Citra News.Com, KUPANG  –  DATA Kementerian Kesehatan pada 2018 Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menempati angka Tertinggi Balita Stunting. Yaitu 42,7 persen dari 5 (lima) provinsi lainnya di Indonesia. Angka itu juga di atas persentase balita stunting nasional sebesar 30,8 persen.

Persentase balita stunting tinggi selanjutnya adalah Sulawesi Barat (41,6 persen), Sulawesi Selatan (35,7 persen), Kalimantan Tengah (34 persen), dan Kalimantan Barat (33,3 persen).

Baca Juga :  Bunda JULIE Laiskodat dan PEMKOT Kupang Hadirkan PMT Berbahan KELOR

Mendaras pada data dan fakta ini maka Bank NTT mengambil peduli untuk terlibat langsung dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di NTT.

Bahkan banyak pihak memberikan atensi bahwa Bank NTT selalu terdepan memberikan contoh bagi pihak lain. Untuk giat kerja secara kolaboratif dalam upaya penurunan angka stunting.

Ketua Pokja Percepatan Penurunan Stunting, AKI (Angka Kematian Ibu) dan AKB (Angka Kematian Bayi) Propinsi NTT, Sarah Lerry Mboeik memberikan atensi kepada Bank NTT yang sudah terlibat aktif dalam upaya mencegah stunting.

Baca Juga :  PPKM Level 2 DIPERPANJANG, Angka SEMBUH Covid19 Terus MELAJU

“Kita beri apresiasi kepada Bank NTT yang terdepan dalam memberi contoh bagaimana pihak swasta di NTT terlibat mencegah stunting, yang merupakan program quick win pak gubernur. Kita berharap semoga ini bisa diikuti oleh badan swasta yang lain sehingga menandakan pihak swasta pun ikut berperan dalam pengentasan masalah di sekitarnya,”ungkap Lerry.

Dia menjelaskan, berdasarkan hasil status gizi Balita periode Februari 2022 terdapat angka Stunting sebanyak 91.032 balita (22,0 persen); Wasting 42.068 balita (10,2 persen); dan Underweight 95.179 balita (23,0 persen).

Lerry menambahkan, dari data ini Bank NTT sudah membantu menangani 6.000 anak dari 16 ribu anak dengan status gizi kurang. Jika mereka ini tidak ditangani secara baik, maka berpeluang sebagai anak stunting.

Baca Juga :  SADARKAN Warga, Keluarga JERIKO Sodorkan TELADAN Vaksinasi

“Ini adalah pendekatan prima yang dilakukan oleh Bank NTT. Kelebihan program Bank NTT Peduli Stunting ini adalah pada Pola Asuh. Sehingga ada edukasi kepada keluarga 1.000 hari pertama kehidupan yang mencakup suami, dan orang dekat ibu hamil,” kata Lerry.

Bukti Kepedulian Bank NTT

Sebagai bukti partisipasi mendukung Pemerintah Provinsi NTT yakni mengentaskan permasalahan stunting. Untuk hal ini Bank NTT berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi NTT dan pemerintah kabupaten/kota se-NTT, memberi makanan tambahan bagi anak gizi kurang.