(5) Kabupaten Belu berjumlah 298 desa dengan jumlah Puskesmas 24 dan tersebar di 4 lokasi PMT; (6 ) Kabupaten Malaka berjumlah 589 desa dengan jumlah Puskesmas 74 dan tersebar di 18 lokasi PMT; (7) Kabupaten Alor berjumlah 133 desa dengan jumlah Puskesmas 33 dan tersebar di 4 lokasi PMT;
(8) Kabupaten Lembata berjumlah 114 desa dengan jumlah Puskesmas 37 dan tersebar di 13 lokasi PMT; (9) Kabupaten Flores Timur berjumlah 190 desa dengan jumlah Puskesmas 72 dan tersebar di 16 lokasi PMT; (10) Kabupaten Sikka berjumlah 307 desa dengan jumlah Puskesmas 59 dan tersebar di 9 lokasi PMT;-
(11) Kabupaten Ende berjumlah 125 desa dengan jumlah Puskesmas 66 dan tersebar di 13 lokasi PMT; (12) Kabupaten Nagekeo berjumlah 106 desa dengan jumlah Puskesmas 28 dan tersebar di 3 lokasi PMT; (13) Kabupaten Ngada berjumlah 83 desa dengan jumlah Puskesmas 38 dan tersebar di 6 lokasi PMT;-
(14) Kabupaten Manggarai Timur berjumlah 164 desa dengan jumlah Puskesmas 45 dan tersebar di 11 lokasi PMT; (15) Kabupaten Manggarai berjumlah 107 desa dengan jumlah Puskesmas 30 dan tersebar di 8 lokasi PMT; (16) Kabupaten Mangarai Barat berjumlah 56 desa dengan jumlah Puskesmas 10 dan tersebar di 1 lokasi PMT; (17) Kabupaten Sumba Timur berjumlah 192 desa dengan jumlah Puskesmas 54dan tersebar di 11 lokasi PMT;-
(18) Kabupaten Sumba Tengah berjumlah 31desa dengan jumlah Puskesmas 19 dan tersebar di 2 lokasi PMT; (19) Kabupaten Sumba Barat berjumlah 128 desa dengan jumlah Puskesmas 23 dan tersebar di 2 lokasi PMT;
(21) Kabupten Sumba Barat Daya berjumlah 120 desa dengan jumlah Puskesmas 40 dan tersebar di 12 lokasi PMT; (20) Kabupaten Sabu Raijua berjumlah 141 desa dengan jumlah Puskesmas 27 dan tersebar di 4 lokasi PMT; (22) Kabupaten ROTE Ndao berjumlah 716 desa dengan jumlah Puskesmas 111 dan tersebar di 11 lokasi PMT.
Dan totalnya berjumlah 6000 desa dan tersebar di 1.019 Puskesmas pada 189 titik lokasi PMT.
Alex mengatakan, dalam kegiatan ini, evaluasi akan dilakukan setiap akhir pekan (hari Sabtu,red). Dari pihak Bank NTT yang ada di seluruh NTT disertai pemberian edukasi bagi masyarakat terutama ibu baduta dari kelompok 1000 HPK.
Pola edukasi menggunakan berbagai alternatif media seperti pemutaran film tentang nasihat-nasihat gizi maupun materi lain yang berhubungan dengan kesehatan selama 4 kali sampai akhir masa pemberian makan.
Hasil akhir (outcome) dari kegiatan intervensi gizi bagi Baduta gizi kurang, sebut Alex, antar lain Mendukung upaya peningkatan cakupan program gizi; Penurunan jumlah kasus baduta gizi buruk; Mendukung program intervensi spesifik dalam rangka percepatan penurunan stunting pada kelompok 1000 HPK;
Serta optimalisasi proses aksi konvergensi Lintas Sektor dengan melibatkan Bank NTT dalam rangka percepatan penurunan stunting di Provinsi NTT.
Kegiatan pemberian PMT dan edukasi ini diberikan mulai 21 Juni-16 Juli 2022 di 1019 Desa/Kelurahan yang berada pada 187 Puskesmas se-Provinsi NTT.
Untuk tingkat provinsi, dilaunching oleh Gubernur NTT sementara bersamaan di daerah, secara simbolis dilaunching oleh para bupati Walikota se-NTT. +++ citra-news.com/humas bankntt
