Daya DOBRAK Bunda JULIE Dari Proses TENUN Hingga MELENGGANG di Catwalk JF3

Adu trampil melenggang di catwalk dari Duta Pelajar NTT di Ajang JF3 Kelapa Gading Mall Jakarta. Kamis 01September 2022. Doc. citra-news.com/dekranasdantt

Citra News.Com, JAKARTA – AJANG adu trampil untuk berlenggang ria di catwalk bagi pelajar asal NTT tidak kalah hebohnya dengan kebanyakan model fashion lainnya di Indonesia.

Fakta ini tersirat pada malam pembukaan pagelaran Jakarta Fashion and Food Festival (JF3 ) di Mall Kelapa Gading Jakarta, Kamis 01/09/2022.

Diketahui, ajang model ini terselenggara berkat kegigihan Ketua Dekranasda Provinsi Nusa Tenggara Timur, JULIE Sutrisno Laiskodat, untuk terus memperkenalkan kain tenun ikat dari NTT ke dunia luar. Bahwa NTT punya potensi budaya tenun ikat yang sudah diwariskan secara turun temurun.

“Tenun ikat patut untuk dilestarikan dari generasi ke generasi. Salah satu wujud pelestarian kain tenun ikat NTT adalah melalui ajang model fashion seperti JF3 ini,” kata bunda Julie.

Kepada tim media melalui zoom meeting, Bunda Julie – demikian isteri Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskidat ini akrab disapa, dia membenarkan bahwa giat JF3 ini melibatkan para pelajar SMK se-NTT.

Dikatakannya, ajang FJ3 adalah momentum memperkenalkan kain tenun ikat NTT sehingga makin luas dikenal di kalangan masyarakat. Baik domestik maupun mancanegara. Apalagi tempat pettunjukkannya di ibukota negara, Jakarta.

“Ketika pertama kali berkunjung ke NTT kami menemukan sejumlah kelompok usaha tenun ikat. Namun hanya sebagai penenun. Sebagai ketua Dekranasda NTT kami berupaya mendorong dan melakukan pelatihan-pelatihan menjahit di berbagai kelompok usaha Tenun ikat di NTT. Dari pelatihan tenun, menjahit, hingga menjadi designer handal untuk membanggakan NTT,” tuturnya.

Dari proses menenun hingga menjadi designer dan bahkan menjadi model fashion, kata Bunda Julie, sasarannya lebih kepada generasi muda. Siswa pelajar kita libatkan dalam kegiatan-kegiatan pelatihan.

“Ini selain memperkenalkan kain tenun NTT secara meluas juga sekaligus menggugah semangat para pelajar di tingkat SMK se-NTT untuk mencintai produk sendiri,” tandasmya.

Menurutnya, melalui Dekranasda hasil tenun Ikat NTT yang dipresentasikan pada ajang Jakarta Fashion and Food Festival (JF3 ) di Jakarta. Dimana menampilkan karya gengan berbagai macam desaign dari beragam motif daerah Nusa Tenggara Timur.

“Ini merupakan sebuah aksi yang menggugat semangat para pelajar dan kelompok Tenun ikat yang ada di NTT dalam membangun kepercayaan diri,” tegasnya berulang.

Sementara Kepala SMK Negeri 3 di Kota Kupang, Yesaya Banunaek menyampaikan terimakasih dan turut berbangga karena yang tampil dalam ajang JF3 tersebut salah satunya adalah dari pelajar SMKN 3 Kupang.

“Kami bersyukur dan berterima kasih atas kepedulian Bunda Julie menyelenggarakan JF3 ini,” ucapnya.

Sembari berharap agar perhatian dan kepedulian Bunda tidak hanya cukup sampai disini saja. Akan tetapi akan selalu ada di masa-masa yang akan datang.

Ucapan terima kasih juga kepada Bunda Julie yang sudah berupaya mendatangkan Designer ternama dan melatih anak-anak kami. Sehingga menjadi designer yang luar biasa dan mengikutsertakan dalam ajang Jakarta Fashion and Food Festival (JF3 ) tersebut dengan tampilan yang memukau.

Lebih lanjut dikatakan Banunaek, di ajang Jakarta Fashion and Food Festival ini juga diperagakan berbagai macam motif tenunan NTT.

“Ini menandakan bahwa kita memiliki keberagaman suku, budaya dan bahasa yang ada di NTT. Dimana merupakan tugas kita bersama untuk mengoptimalisasikannya dengan cara merawat dan melestarikannya,”kata Banunaek.

Mengutip savanaparadise.com, para pelajar yang terlibat dalam fashion show ini, ada 8 (delapan) SMK se-NTT.

Saat zoom meeting merekapun tampak ceria. Beberapa siswa yang ikut bersama Bunda Julue di ajang JF3 ini menyampaikan rasa syukur dan rasa bangga terhadap bunda Julie.

Atas perhatian, dorongan dari semangat dari bunda Julie telah membawa mereka hingga trampil berlenggok di panggung nasional.

Lebih dari itu bunda Julie sangat peduli dan intens melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat edukatif terhadap hasil tenunan NTT.

“Terima kasih untuk Bunda Julie yang sudah mengikutsertakan kami dalam kegiatan ini. Semoga dalam giat-giat bunda ke depannya dapat membawa berkat dan manfaat yang lebih baik lagi. Sekali Lagi terima kasih Bunda Julie,” ucap mereka.  +++ citra-news.com/tim

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.