MEMBENDUNG Niat Wisatawan di Rest Area BENDUNGAN NEBE

Tampak Gubernur VIKTOR Bungtilu Laiskodat (depan tengah) saat meninjau Bendungan Nebe, Maumere Flores NTT, Minggu 11 September 2022. Doc. citra-news com/biro AP setdantt

BUMDes Lembah Ili Wuli :
” …Mengapresiasi dan ucapan terimakasih kepada bapak Gubernur VIKTOR Bungtilu Laiskodat dan ibu JULIE Sutrisno Laiskodat yang telah memberi perhatian besar terhadap kemajuan sektor pariwisata, stunting, pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan; …”

Citra News.Com, MAUMERE – KOLABORASI antara Dinas Pertanian dengan Bank NTT telah membidik Bendungan Nebe menjadi Rest Area berbasis Agro Wisata.

Pasalnya, Desa Nebe Kecamatan Talibura Kabupaten Sikka, Flores memiliki letak yang sangat stategis sebagai tempat persinggahan bagi pengguna jalan Nasional antara Kabupaten Sikka dan Kabupaten Flores Timur.

Tempat ini layak dijadikan Rest Area dengan konsep Agro Wisata karena terdapat beberapa lokasi pendukung Desa Wisata.

Hampir pasti keputusan untuk merancangbangun bendungan Nebe menjadi Rest Area berbasis Agrowisata telah melalui tahapan musyawarah di tingkat desa. Menjadi rest area (tempat persinggahan tamu perjalanan, red) sudah tentu semua produk UMKM dijajaki di area tersebut akan dibeli oleh pengunjung. Ini sekaligus juga membantu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat menuju kesejahteraan bersama.

Terkait Rest Area Bendungan Nebe tersebut Penjabat Kepala Desa Nebe, MARTINUS Mustari Ipir berani menyampaikan hal itu saat Gubernur NTT, VIKTOR Bungtilu Laiskodat dan rombongan meninjau Bendungan Nebe pada Minggu 11 September 20222.

“Terimakasih atas kesediaan bapak Gubernur NTT untuk meninjau Bendungan Nebe yang nantinya akan dijadikan rest area dan lokus pemberdayaan ekonomi masyarakat di bidang pariwisata. Ini seiring dengan program kerja Gubernur yang menjadikan pariwisata sebagai prime over pembangunan ekonomi di Provinsi NTT,” ungkap Mustari.

Menurut dia, Rest Area yang direncanakan dibnun di bendungan Nebe ini nantinya memiliki lima klaster yang terintegrasi. Yaitu Klaster kuliner, industri kreatif, industri agro, wisata dan seni budaya kearifan lokal.

“Diharapkan ke depannya desa wisata ini juga memiliki digitalisasi perbankan bekerjasama dengan bank NTT selaku bank daerah NTT,” ujarnya.

Penjelasan Mustari ini dipertegas lagi dalam pernyataan sikap BUMDes Lembah Ili Wuli bersama segenap mitra aktif. Adalah (1) Berkomitmen atas program Nawacita Presiden Indonesia DEWI (Desa Wisata) DEDI (Desa Digital) di desa Nebe; (2) Memberi dukungan terhadap kinerja NTT Bangkit NTT Sejahtera melalui program Pariwisata sebagai prime over pembangunan ekonomi NTT; (3) Berkomitmen terhadap kinerja Bupati dan Wakil Bupati Sikka dalam kinerja memperjuangkan hak-hak dasar masyarakat;

(4) Mengapresiasi dan ucapan terimakasih kepada bapak Gubernur VIKTOR Bungtilu Laiskodat dan ibu JULIE Sutrisno Laiskodat yang telah memberi perhatian besar terhadap kemajuan sektor pariwisata, stunting, pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan;
(5) Dukungan kepada Presiden Joko Widodo untuk 3 (tiga) periode kepemimpinan sebagai Presiden dan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat untuk 2 (dua) periode Kepemimpinan sebagai Gubernur NTT.

Gubernur Viktor Minta Didiskusikan Bersama

Ibarat gayung bersambut pernyataan sikap kelompok BUMDes Lembah Ili Wuli ini diapresiasi Gubernur Viktor melalui peninjauan secara langsung ke Bendungan Bebe dan beberapa lokasi yang nantinya akan menjadi unggulan dan memiliki nilai manfaat pada sektor pariwisata.

“Sebagai Gubernur saya memberikan apresiasi atas ide-ide kreatif yang membangun seperti ini. Terimakasih atas ide dan rancangan yang telah disampaikan,” ucap Viktor.

Lebih lanjut mantan anggota DPR RI ini mengharapkan agar
segera direalisasikan. Silahkan berdiskusi bersama pihak pemerintah daerah dan Bank NTT untuk proses selanjutnya. Tentunya perencanaan harus matang, tidak boleh setengah-setengah dan harus selesai. Cari arsitek yang baik dan bertanggung jawab, perhatikan juga dengan lahan parkir di bagian atas dan dibawah dibangun taman sehingga terlihat lebih asri.

“Gagasan yang bagus harus menghasilkan sesuatu yang bagus dan memberikan nilai manfaat bagi masyarakat setempat. Semangat seperti inilah yang harus dimiliki oleh setiap masyarakat yang maju” imbuh Gubernur Viktor.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPR RI, Julie S. Laiskodat, Pimpinan OPD Provinsi, para Staf Khusus Gubernur, Anggota DPRD Provinsi dan segenap masyarakat Dese Nebe Kecamatan Talibura.

Selanjutnya Gubernur juga mengikuti HLM TPID (High Level Meeting Tim Penanggulangan Inflasi Daerah) di Kantor Bupati Sikka.

Gubernur Viktor dan rombongan juga berkesempatan melakukan panen secara simbolis tanaman Hortikultura di Kantor Bupati Sikka dan penanaman Hortikultura di area milik Keuskupan Agung Maumere.  +++ citra-news.com/biro AP setdantt

Editor : Marthen Radja/citra-news.com
Naskah/Foto/Audio : Staf Biro Administrasi Pimpinan Setda Prov. NTT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.