Astaga, TIGA KOTA Kabupaten di NTT Jadi Penyebab INFLASI Tahunan Lebih TINGGI Nasional

Gubernur VIKTOR Bungtilu Laiskodat saat Lanjutan HLM TPID-GNPIP di Maumere, Minggu 11 September 2022. Doc. citra-news.com/biro AP setdantt

Alex Riwu Kaho : Bank NTT bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan telah mendesain Aplikasi B-Pung Petani. Aplikasi ini membantu…..

Citra News.Com, MAUMERE – ADA TIGA kota kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjadi penyebab inflasi tahunan lebih tinggi secara nasional.

Masing-masing Kota Kupang, Waingapu (Kabupaten Sumba Timur), dan Maumere (Kabupaten Sikka).

Hal tersebut mengemuka disampaikan saat Pemerintah Provinsi NTT menggelar High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (HLM TPID) di Kantor Pusat Bank NTT, di bilangan Jl. W.J Lalamentik Kota Kupang, Jumat 12 Agustus 2022.

Seperti diberitakan sebelumnya pada kesempatan itu Gubernur VIKTOR Bungtilu Laiskodat mengingatkan antardaerah harus ada interkoneksi dalam mengatasi inflasi.

“Tahun depan jangan lagi Kepala BI (I Nyoman Ariawan Atmaja, red) bahas hal yang sama. Ini dia ada senyum-senyum tapi malu juga kita. Jadi antar daerah perlu saling mengisi. Saling suplay akan kebutuhan pasar. Harus bangun koneksi antar daerah untuk saling mengisi kekurangan,” ucap Viktor.

HLM TPID tersebut Kepala Bank Indonesia NTT, Nyoman Ariawan Atmaja berbicara soal inflasi dan kelangkaan BBM. Sementara Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho berbicara terkait aplikasi B PUNG PETANI hasil inovasi Bank NTT.

“Hari ini Bank NTT luncurkan ‘B Pung Petani’. Semua sistemnya harus terkoneksi dengan baik. Sambungan itu sama seperti kerja otak manusia. Dimana semuanya harus bisa tersambung atau terkoneksi secara baik,” tambah Gubernur Viktor.

Lebih lanjut dia mengatakan, di sektor pertanian masyarakat masih mengeluhkan hal yang sama, yaitu kelangkaan dan mahalnya harga Tomat, Lombok dan Bawang, khususnya di Kota Kupang

Baru-baru ini, jelas Viktor, dia melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke salah satu daerah di Timor. Ternyata masyarakat di daerah itu melakukan panen cabe yang luar biasa. Tetapi Kota Kupang justru kekurangan Cabe.

Nah, di Kota Kupang ini, kalau tidak paham betul-betul pasarnya, itu susah. Harus ada hubungan interaksi dan kolaborasi antar daerah. Sehingga bisa memenuhi permintaan pasar.

“Masa Bupati/Walikota tidak bisa tanam Cabe, Tomat, Lombok dan Bawang. Itu kan sangat memalukan. Saya harap pulang dari sini, Tomat, Cabe, Bawang, Ikan Tongkol, dan Ikan Kembung itu tidak ada lagi pengeluhan,” tegasnya.

Dengan adanya aplikasi ‘B Pung Petani’ Bank NTT, Gubernur berharap, semua kepala daerah bisa membangun kolaborasi, sinergitas, dan konektivitas antarwilayah.

Campur Tangan Perbankan

Ketika Gubernur Viktor menghadiri lanjutan HLM TPID dan DNPIP di Maumere, Deputi Kepala BI Perwakilan NTT Daniel Agus juga menyinggung soal inflasi.

“Untuk bulan Agustus 2022 inflasi tahunan NTT mencapai 4,93 persen yang lebih tinggi dari inflasi nasional sebesar 4,69 persen. Ini sudah melebihi sasaran target inflasi karena sasaran inflasi kita adalah 2 – 3 persen,” kata Agus.

Sementara itu, Dirut Bank NTT Alexander Riwu Kaho menjelaskan Bank NTT bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan telah mendesain Aplikasi B-Pung Petani. Aplikasi ini membantu petani dalam pengembangan kemandirian dan keunggulan komoditi lokal.

Alex Riwu Kaho menyerahkan secara simbolis aplikasi B PUNG PETANI inovasi Bank NTT kepada Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Prov. NTT, LUCKY F. Koli (kiri) saat HLM TPID  di Lantai 5 Kantor Pusat Bank NTT, kupang, Jumat 12 Agustus 2022. Doc. marthen radja/citra-news.com

“Aplikasi ini menjawab persoalan oleh para petani, “tegas Alex.

Validitas datanya, lanjut dia, by name by adress, komoditi, luas lahan, kebutuhan bibit, pupuk, hortikultura, tanaman pangan ataupun perkebunan itu terintegrasi dengan baik.

Sehingga dalam master planning itu bisa membantu dalam sisi mengatasi masalah ketahanan pangan jangka pendek menengah dan panjang.

Maka secara berkelanjutan kerja kita memberikan informasi kepada pemerintah, stakeholder, masyarakat, petani dan pasar utk terjadi hubungan kerjasama secara baik antar daerah yang surplus atau defisit. Sehingga kebutuhan ketahanan pangan bisa terakomodir dengan aplikasi ini.  +++ citra-news.com/biroAP setdantt

Sumber : Biro AP Setda NTT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.