Gegara FGD Soal EBT Kadis PK NTT dan Direktur Politeknik Undana SEPAKAT Berkantor di SMKN 3 Kupang

Tampak Kepala SMKN 5 Kupang, Dra. SAFIRAH Cornelia Abineno (kanan) didampingi Kepala SMKN 2 SoE dan Kepala SMKN 2 Kota Kupang serta Kabid Dikmen Dinas PK NTT, AYUB Sanam (kiri) dalam giat FGD Penguatan SDM Pengelolaan EBT Melalui Peran SMK, di Aula SMKN 3 Kota Kupang, Kamis, 15 September 2022. Doc. marthen radja/citra-news.com

Profesor Ambar : “Kami salut dengan kepala SMKN 5 Kupang. Patut kami beri apresisi kepada ibu Safirah yang punya inisiasi terjadinya kegiatan FGD terkait energi baru terbarukan….”

Citra News.Com, KUPANG – KEPALA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (Kadis PK NTT), LINUS lusi, S.Pd, M.Pd mengatakan, pihaknya untuk sementara berkantor di SMKN 3 Kupang.

“Iya betul hari ini kami gelar FGD (Forum Group Diskusi) mengenai Penguatan SDM Pengelolaan EBT Melalui Peran SMK, di SMKN 3 Kota Kupang,” ucap Linus saat ditemui awak citra-news.com di Aula SMKN 3 Kota Kupang, Kamis 15 September 2022.

Dia menjelaskan, dalam giat FGD mengenai energi baru terbarukan (EBT) ini menghadirkan narasumber dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.

Peserta yang hadir, sambung dia, diantaranya beberapa OPD (organisasi perangkat daerah) tingkat Provinsi NTT yang nantinya berkolaborasi dengan SMK yang memiliki jurusan terkait EBT. Sementara dari Perguruan Tinggi juga hadir Direktur Politeknik Undana.

“Saya dan Direktur Politeknik kami bersepakat hari ini berkantor di SMKN 3 Kota Kupang. Kami dua ikut kegiatan bersama ini sampai selesai materi. Karena itu bagian dari tanggung jawab maka semua pelayanan administrasi perkantoran dinas PK sementara kami pindahkan kesini. Direktur Politeknik juga berkantor disini,” kata Linus.

Sembari menambahkan, ada maksud dibalik niat kami pindah kantor untuk sementara waktu ini. Bahwa apa yang dibicarakan dalam FGD ini ada pemahaman yang utuh.

“Langkah-langkah konkrit apa yang perlu diambil oleh Politeknik untuk mendukung sekolah-sekolah menengah kejuruan yang menjadi pusat keunggulan (center of excellent). Demikian juga kami dari Dinas PK, apa strategi yang harus kami tempuh untuk mendayagunakan SMK-SMK yang dikatergorikan sebagai COE,” tambah Mantan Penjabat Bupati Ngada ini.

Menjawab citra-news.com mengenai outcome dari FGD ini, Linus mengatakan, hasil dari FGD ini adalah kembali pada komitmen dan tindakan konkrit dari sekolah-sekolah. Bahwa dalam teori dan praktek harus seimbang dibawah supervisi Dinas PK Provinsi NTT.

Kepala SMKN 5 Kupang Datangkan Narasumber

Pada kesempatan yang sama Kadis Linus Lusi juga menyebut, Kepala SMKN 5 Kota Kupang berhasil mendatangkan narasumber dari UGM. Sementara keterlibatan dan partisipasi aktif peserta FGD tersebut mengingat NTT punya potensi besar penyumbang EBT. Sehingga stakeholder terkait dan beberapa kepala sekolah perlu mendukung EBT program Gubernur VIKTOR Bungtilu Laiskodat.

Khususnya berkaitan dengan FGD ini ada beberapa SMKN yang terlibat. Kadis Linus menyebut, yang mendatangkan narasumber dan stakeholder terkait adalah Kepala SMKN 5 Kota Kupang (Dra. Safirah Cornelia Abineno, red).

“Untuk SMK yang terlibat di FGD ini yakni SMKN 5 Kota Kupang yang mendatangkan narasumber. Juga hadir SMKN 2 SoE, SMKN 2 dan SMKN 3 Kota Kupang,” tandasnya.

Lagi-lagi ditohok dengan pertanyaan apakah giat FGD serupa dilakanakan juga di Flores. Mengingat beberapa daerah dudana juga memiliki sumber potensi tenaga surya dan tenaga bayu.

Kadia Linus menjelaskan, FGD inikan berdasarkan skala kebutuhan potensi dominan wilayah. Nah, ini terkait EBT dimana wilayah Sumba dan Timor (termasuk Rote dan Sabu) punya potensi besar akan sumber EBT ini.

“Maka layaknya aplikasi penguatan SDM melalui peran SMK ini dilakukan di ibukota provinsi. Dengan memberdaya sekolah-sekolah COE yang ada,” tuturnya.

Kedepan, tambah dia, daerah-daerah kabupaten berkolaborasi dengan Pemprov dalam aktivitas yang lebih luas lagi. Sebagai upaya mendukung EBT yang juga menjadi program Gubernur NTT.

Dia mengakui, memang di Flores juga ada beberapa daerah dengang potensi sumber EBT. Namun ada indikator lainnya sebagai daya dukung kebutuhan EBT itu. Misalkan soal ketersediaan sarana prasarana dan kapasitas dan siswa persekolah.

“Data tentang potensi sudah ada. Sisa komitmen seperti apa. Kalau Pemprov tidak soal dengan program-program brilian bapak Gubernur Viktor seperti EBT ini ke depannya untuk kebutuhan energi masa depan bangsa dan daerah ini,” pungkasnya.

Sementara Prof. Ir. AMBAR Partiwiningrum, M.Si, Ph.D mengatakan, wilayah Povinsi NTT sangat kaya dengan potensi tenaga (energi) matahari (surya) dan tenaga bayu (energi angin). Sumber potensi energi yang ada terutama terdapat di Pulau Sumba dan Pulau Timor.

“Hasil riset pusat teknologi UGM menyebut potensi energi surya dan tenaga bayu dari NTT mampu mensuplay kebutuhan listrik dalam negeri. Sehingga ke depannya oleh pemerintah pusat menjadikan NTT Pusat Pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT), “kata Guru Besar UGM ini.

Mengingat NTT sangat potensial pengembangan sumber EBT, kata dia, mulai dari sekarang perlu dipersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni melalui lembaga pendidikan SMK yang memiliki jurusan terkait.

“Kami salut dengan kepala SMKN 5 Kupang yang puby inisiasi terjadinya FGD soal EBT ini. Patut kami beri apresisi kepada ibu Safirah yang punya inovasi dan kreasi untuk urusan energi baru terbarukan. Kegiatan FGD ini adalah inisiatif beliau,” tuturnya.

Dia berharap, setelah giat FGD ada langkah aksi. FGD ini bisa memacu guru-guru SMK dalam menyusun materi pembelajaran teaching factory. Sehingga ada link and match antara teori dan praktek terkait EBT ini.

“Harap SMK jangan sampai jadi penyumbang pengangguran terbesar. Karena itu di SMK jangan lagi bangun baru. Berdayakan saja yang ada dengan membuka jurusan-jurusan yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan saat ini. Iya Kolaborasi kata kuncinya,” pinta Prof Ambar.

Terpantau jadi narasumber dari UGM masing-masing, Guru Besar Ambar; Kepala Pusat Studi, Ir. Sarjaya, ST, MT, IPU; Associate Proffesor, Dr. Ir. Bambang Suhartono, SU, DEA, IPU dan Direktut PT. Yogya Presesi Teknikatama Industri (PT YPTI) Petrus Tedja Hapsoro.

Juga hadir dari OPD tingkat provinsi yakni Kepala Bidang EBT Dinas ESDM, Ir. STEVEN Th. Lay, MM dan Kepala UPTD Latihan Kerja (LK) Dinas Kopnakertrans, CHARLES Foeh.

Dari Dinas PK hadir Kepala Dinas LINUS Lusi dan Kepala Bidang Pendidikan Menengah, AYUB Sanam (moderator). Serta Direktur Politeknik Undana, FRANS Mangngi, ST, M.Eng.  +++ marthen/citra-news.com

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.