Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

JEMY Haning, Cs Selamatkan BAYI dari Amukan API di Area RSUD Naibonat.

CitraNews

“Petugas medis saya konfirmasikan untuk segera mengevakuasi pasien. Terutama bayi segera dipindahkan ke ruangan yang nyaman. Saya juga minta petugas IPL matikan listrik dan amankan semua fasilitas secara manual. Saya telpon Kepala Badan Bencana juga sigap mengirim truk Damkar dan mobil tanki air. Sama-sama bergerak cepat padamkan api yang sudah merambat masuk halaman rumah sakit,” urai Jemy.

Jemy menyatakan, rumah sakit adalah institusi vital yang harus diprioritas untuk semua urusan. Karena berkaitan dengan penyelamatan nyawa manusia.

Untuk itu sebagai ‘pemilik rumah sakit’ kami harus sigap padamkan api. Karena merupakan tanggung jawab kami selaku Kepala Tata Usaha (KTU) RSUD Naibonat.

“Yang saya utamakan bayi baru lahir. Itu yang kami takuti jangan sampai api merambat ke ruangan pasien.Terutama di kamar bayi. Makanya bayi kami cepat-cepat evakuasi ke ruangan lain. Karena ada dua bayi yang belum berumur sebulan yang rentan dengan asap. Begitu pula ada pasien gawat darurat yang butuh penanganan intensif,” tuturnya.

Menjawab luasan area RSUD Naibonat, sebut Jemy, ada 24 Hekto Are (HA). Dari luasan ini semuanya tanah gembur. Artinya mudah ditumbuhi alang-alang dan rerumputan liar lainnya.

Oleh karena tanah gambur yang mudah serap air, lanjut Jemy, maka tumbuhan liar segera tumbuh. Sehingga walaupun dibersihkan tapi tetap saja tumbuh. Tapi karena musim kemarau maka mudah terbakar.

AMAN Dari Asap Api

Lebih jauh dia menjelaskan, rerumputan di sekitar area rumah sakit ini selalu dibersihkan setiap pekan.

Bayangkan dengan luasan 24 hektar, tegas Jemy. Dimana perbandingan tanah kosong lebih luas dari gedung, maka rumput cepat tumbuh. Sementara petugas kebersihan cuma sedikit orang.

“Itu letak masalahnya. Obyek yang ditangani lebih besar dari jumlah SDM yang tersedia. Apalagi dengan kondisi tanah gembur (mudah teresap air) membuat rumput tumbuh setiap saat. Sehingga terlihat sepertinya tidak terurus sanitasi dan kebersihan lingkungan rumah sakit.

Sementara, di sela-sela petugas sibuk dengan pengevakuasian pasien, NENSY Neno kepada wartawan menjelaskan, dalam evakuasi pasien kami dahulukan di ruangan bayi.

“Karena ada dua bayi yang baru lahir. Yang satu ini orangtuanya dari Amabi Oefeto. Dan bayi yang satunya punya orangtua dari Oesao. Ada yang berumur 9 hari dan bayi baru lahir,” terang Nensy.