Lagu MAUMERE Manise Kembali BERGEMA di ACARA Akbar KKBM

Yang Mulia Mgr. EDWALDUS M. Sedu – Uskup Maumere berkenan menghadiri acars Pelantikan Pengurus KKBM di Kupang.  Doc. istimewa

Citra News.Com, KUPANG – SYAIR lagu Maumere Manis e gubahan Drs. Daniel Woda Pale kembali dilantunkan Orkes Musik Kampung ‘Siawora’ di acara pelantikan Pengurus Kerukunan Keluarga Besar Maumere (KKBM) di Kupang.

Acara Pelantikan Pengurus KKBM tersebut terlaksana di Aula El Tari Kupang pada Jumat 30 September 2022.

“Dipastikan Yang Mulia Uskup Maumere Mgr. Edwaldus M. Sedu memimpin Misa sebelum seremoni Pelantikan Pengurus KKBM periode 2022-2025,” kata Sekjen KKBM Fidelis Nogor di sela-sela gladi resik di Aula El Tari Kupang, Kamis 27 September 2022.

 

Menurut dia, acara misa konselebrasi tersebut dipimpin Uskup Maumere dan didampingi tujuh imam. Usai misa dilanjutkan dengan pelantikan pengurus KKBM.

Tetamu yang dikonfirmasi akan hadir, sebut Fidel diantaranya Gubernur/Wakil Gubernur NTT, Bupati/Wakil Bupati Sikka, Pejabat Wali Kota Kupang, dan undangan VVIP lainnya.

Acara seremoni pelantikan tersebut sesungguhnya dimeriahkan dengan gerak tari dan musik dari lintas lintas budaya (antaretnis) yang aa di wilayah Kabupaten Sikka.

“Kita ketahui bahwa di Kabupaten Sikka memiliki seni budaya yang beragam. Dan beberapa diantaranya disuguhkan di acara akbar ini. Ada tarian hegong, tarian gawi, serta musik-musik tradisional,” kata Fidel.

Terpantau saat gladi resik, orkes musik kampung ‘Siawora’. Uniknya di era milenial saat ini anak muda orang Maumere madoh menggandrungi musik gambus ala kampung.

Lagu Maumere Manis e pun dilantunkan disana. Oleh sekelompok mahasiswa asal Kabupaten Sikka yang kuliah di banyak Perguruan Tinggi di Kota Kupang.

Lagu gubahan mantan Bupati Sikka, Drs. Daniel Woda Palle ini drmikian ringkasan syairnya.

//Maumere//Kalau masih ingat e//Maju pemuda maumere manis e// Maimere// Dengan pulau-pulaunya//Nyiur lambai maumere manis e//Kangae, Paga, Nita, dan Sikka manis e//Maju pemuda maumere manis e//Mutiara di nusa bunga e// Maumere …//

Saat ditemui awak citra-news.com, salah seorang dari antaranya mengatakan, orkes musik kampung ini sebagai bagian dari rasa cinta dan menghargai warisan budaya sendiri.

Penamaan ‘Siawora’ di
Orkes Musik Kampung diambil dari nama jenis burung dalam bahasa daerah Siawora atau Sese. Yang jika sesewaktu bersuara dan berulang kali artinya membawa kabar/berita. Entah berita sukacita namun terkadang juga kabar dukacita.

Jadi kelompok orkestra Musik Kampung ‘ Siawora’, kata mahasiswa yang enggan namanya ditulis, bahwa kelompok musik pembawa berita. Yang tentunya kabar sukacita.

“Kami beranggotakan 10 (sebelas) orang dengan perannya masing di pentasan acara KKBM ini. Ada lima pemetik gambus, satu orang bas, satu orang pemain biola, dua giring-giring dan dua orang pemukul pecahan bambu (akustik),” tuturnya.

Sembari berharap agar musik klasik yang bernunsa budaya ini terus dipelihara dan dilestariknan dari generasi ke generasi. Jika tidak maka musik gambus akan hilang.

Juga terpantau gerak tari dari etnis Lio yaitu Gawi. Dengan musik dan lagu yang digubah oleh Lukas Majikung.  +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.