Menjuri di DESA Lakekun Barat, Ini DUKUNGAN Bank NTT

Tim Juri Festival Desa Binaan dan Festival PAD 2022, saat mengunjungi lokasi wisata kolam pemancingan ikan air tawar di Desa Lakekun Barat, Kecamatan Kobalima Kabupaten Malaka, Rabu 16 November 2022. Doc. istimewa

Citra News.Com, BETUN – DESA Lakekun Barat Kecamatan Kobalima Kabupaten Malaka adalah satu dati 115 desa Binaan Bank NTT yng tengah dilakukan penilain oleh tim juri.  Dimana pada Rabu 16 Desember 2022, desa ini mendapat kunjungan dari Tim Juri Festival Desa Binaan Bank NTT dan PAD Tahun 2022.

Tim kerja utusan Bank NTT Kantor Pusat Kupang ini harus berkeliling dari desa ke desa sasaran binaan Bank NTT. Sambil memberikan penilaian tentang maju mundurnya kelompok UMKM di desa sasaran.

Saat melakukan penilaian di Desa Lakekun Barat, Doktor James Adam didampingi Kristoforus Seda dari Divisi Kredit kantor pusat. Petjlananan kedua juri ini bersama tim kredit dari Bank NTT Kantor Cabang Betun.

Menurut Kepala Desa Lakekun Barat, Luan Martinus bahwa Desa Lakekun Barat  memiliki potensi unggulan wisata kolam pemancingan ikan air tawar. Selain hasil pertanian padi pada luasan lahan basah garapan 520 HA.

Tim juri saat tiba di kolam ikan mereka diterima kepala desa (Kades), Luan Martinus dan perangkat desa.

Sang Kades menyampaikan kalau Desa Lakekun Barat adalah desa potensial pertanian lahan basah. Bahwa dari luasan area lahan basah 520 HA tersebut ada 2 (dua) hektar dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Lakekun Barat. Bumdes ini juga aktif mengelola kolam pemancingan ikan air tawar.

“Kolam pemancingan ikan air tawar ini sebagai icon baru atau potensi baru yang ada di Lakekun Barat. Dan kolam ini sudah siap dibuka untuk umum,” kata Luan.

Menariknya, mereka sudah ada tawaran dari beberapa rumah makan yang siap membeli ikan air tawar hasil produksi mereka.

“Rencananya, setiap tamu yang masuk kesana menggunakan kendaraan, retribusi parkirnya serta karcis masuknya menggunakan kanal pembayaran Bank NTT. Kanal pembayaran ini salah satu wujud dukungan Bank NTT untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat di desa ini,” tutur Luan.

Namun satu hal yang menjadi hambatan, lanjut dia, adalah jalan akses menuju lokasi wisata Kolam Pemancingan. Karena itu, perlu pemerintah entah Pemprov atau Pemda Malaka.

“Kami minta pemerintah memperhatikan akses jalan masuk ke lokasi, yang juga merupakan lokasi pengangkutan hasil pertanian seluas 520 Ha,” pintanya berulang.

Mendengar keluhan sang Kades, tim juri yang dipimpin Doktor James Adam membukukannya sebagai bahan masukan.

Doktor James Adam mengatakan, lokasi pemancingan ikan ini sangat strategis. Tepat berada di pinggir jalan Trans Malaka – Atambua.

“Ini adalah modal utama. Tinggal saja bagaimana desa terus mempromosikan potensi desa yang dimiliko. Agar masyarakat luas bisa mengetahui bawa ada kolam pemancingan ikan air tawar di desa ini,” kata James.

Pada kesempatan bersahaja ini, Doktor James juga nenyarankan sang Kades untuk intens berdiskusi dengan camat dan bupati agar menghadirkan event yaitu lomba memancing ikan air tawar. Sehingga Desa dan Bumdes bisa mendapatkan keuntungan dari event tersebut.  +++ citra-news.com/tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.