Di@ BISA Bank NTT Masuk Desa NOEBAUN Merangsang PETANI BISA Raup Untung Puluhan Juta

Juan : Kami baru saja panen semangka pada bulan Oktober, dan saat itu kami undang Pak Wakil Bupati TTU. Semangka kalau sekali panen kami dapat sekitar Rp 30 juta. Belum lagi sayur yang juga keuntungannya sangat bagus.

Citra News.Com, KEFAMENANU – KETUA Kelompok Pelita Hati Oeluan, YOSEF Juan Heli mengungkapkan rasa bangganya atas pilihan tepat Bank NTT pada Desa Noebaun jadi desa sasaran binaan bank NTT.

Sebagai salah satu dari lima desa pilihan Bank NTT Cabang Kefamenanu, Juan tidak ingin desanya jadi pelengkap penderita saja. Atau sekadar memenuhi syarat administrasi sebuah desa binaan bank NTT.

Desa Noebaun punya keunggulan komparatif, ungkap Juan. Hasil pertanian perlimpahrua. Sayuran, buah-buahan, dan tanaman holtilultura lainnya yang menggenang di pasaran, sebagiannya dipasok dari Desa Noebaun.

Hal itu dikemukakannya saat berada di Lopo Di@ Bisa empunya Bank NTT. Selain dipadati warga tani kelompok Pelita Hati Oeluan, juga hadir Penjabat Kepala Desa Noebaun, Apriana M. Ninu.

“Desa Noebaun, Kecamatan Noemuti Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), adalah satu dari lima desa yang direkomendasikan oleh Bank NTT Cabang Kefamenanu, untuk mengikuti kompetisi antar desa dalam Festival Desa Binaan Bank NTT dan Festival PAD Tahun 2022,” demikian Apriana du hadapan Tim Juri Festival, Stenly Boymau, Cs Sabtu 19 November 2022.

Kedatangan Stenly Boymau, Cs selain memberikan penilaian. Juga hendak mengkonfirmasi soal kesiapan Kelompok Pelita Harapan dalam mengikuti kompetisi paling spektakuler yang dihadirkan oleh Bank NTT.

Saat ke Desa Noebaun, STENLY didampingi dua pendamping dari Divisi Kredit Bank NTT Kantor Pusat, yakni Echni Marisa Killa dan Ronald Lede, serta Berty Nope dan tim dari Bank NTT Cabang Kefamenanu.

Mereka diterima secara adat oleh tokoh masyarakat setempat. Ada yang menarik dari penyambutan juri kali ini, yakni Stenly dan rombongan diterima secara adat, melalui tutur adat Natoni, serta pengalungan selendang.

Usai prosesi, dilanjutkan dengan pertemuan yang berlangsung di Lopo Dia@ BISA yang difasilitasi oleh Bank NTT, terletak di dekat tempat wisata Oeluan, TTU.

Disana sudah hadir Penjabat Kepala Desa Noebaun, Apriana M. Ninu, Ketua Kelompok Pelita Hati Oeluan, Yosef Juan Heli, Charles selaku staf pada Dinas Pertanian TTU, para tokoh adat, tokoh masyarakat dan anggota kelompok.

Juan membeberkan buah dari hasil kerja kerasnya itu kepada tim juri. “Kami baru saja panen semangka pada bulan Oktober, dan saat itu kami undang Pak Wakil Bupati TTU. Semangka kalau sekali panen kami dapat sekitar Rp 30 juta. Belum lagi sayur yang juga keuntungannya sangat bagus,” kata Juan.

Menurutnya, sebagai petani dia harus bisa membaca peluang di pasar. Manakala petani lain ramai-ramai menanam satu jenis sayur, dia tidak akan menanam jenis yang sama.

Dia baru akan menanamnya ketika merek hampir panen, sehingga ketika stok di pasar habis, dia akan melempar sayur olahannya di pasar. Begitu pula dengan cabe.

“Itu yang saya bilang bahwa petani harus bisa membaca peluang pasar. Dari sinilah dia dapat keuntungan,” tandasnya.  +++ citra-news.com/tim.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.