JANGAN Takut Memulai USAHA, Bank NTT Siap Jadi MITRA

Pose Bersama di lokasi usaha Kelompok Usaha Bersama ‘Pelita Hati’ Desa Noebaun Kab. TTU  dengan TimJuri Festival Desa Binaan Bank.NTT dan PAD tahun 2022. Doc. istimewa.

Citra News.Com, KEFAMENANU – TUM.JURI  Festival Desa Binaan Bank NTT dan PAD Tahun 2022 Stenly Boymau, Cs saat turun ke desa-desa binaan, Selain tugas penilaian, juga memberikan motivasi bagi warga.

STENLY mengatakan, tahun 2022 ini adalah tahun kedua dirinya dilibatkan menjadi juri. Dalam penjurian ini Bank NTT melibatkan sejumlah akademisi dari beberapa perguruan tinggi di Kota Kupang.

Di Desa Noebaun Kecamatan Noemuti Kabupaten Timor Tengah Utara ((TTU), Sabtu 19 November 2022, Stenly memberi apresiasi atas kerjasama, kerja keras, dan kerja cerdas dari kelompok usaha Pendampingan Bank NTT.

Karena mereka berani memulai sesuatu hal yang baru, yakni menanam dengan hitungan pasar yang cerdas. Apalagi, mereka menanam tanaman yang tidak lazim digunakan petani umumnya, sepeti buah melon. Sehingga berdampak pada nilai jual.

“Semuanya menggunakan pupuk organik, dan ini sesuatu yang baik. Masyarakat sudah harus bisa memproteksi diri terhadap sayuran dengan pupuk kimia. Karena sangat tidak aman. Disini pak Juan dan kelompok tani ini memulai sebuah pola yang baru,” kata Stenly

Melalui Ketua Kelompok Tani Pelita Hati Oeluan, Yosef Juan Heli, tim juri Bank NTTmendorong warga setempat untuk jangan berhenti berkreasi. Karena lahan mereka masih luas dan Noebaun dikenal sebagai sebuah wilayah yang subur.

“Kelompok tani ini hendaknya menjadi embrio untuk lahirnya kelompok yang lain. Jangan takut untuk memulai, karena Bank NTT siap menjadi mitra,” kata Stenly.

Kepada Kelompok Tani Pelita Hati, Stenly menyampaikan bahwa Bank NTT punya fasilitas kredit yang murah, tanpa agunan dan tanpa bunga.

Tidak cuma itu, tambah Stenly, Bank NTT akan terus mendampingi packaging hingga penjualan.

“Jangan ragu, kita ada banyak even dan selalu melibatkan UMKM sebagai mitra, sehingga kami bisa pastikan bahwa seluruh hasil pertanian atau produknya akan laku karena difasilitasi dengan pembeli,” ujar konsultan Humas Bank NTT ini.

Bank NTT menurutnya memfasilitasi petani agar produknya masuk ke kanal-kanal penjualan yang dijual secara online dengan harga bersaing.

Kelebihan kelompok Pelita Hati ini adalah menjual hasil pertanian dengan pupuk organik.

Nah ini perlu dikampanyekan kepada publik, kata Stenly. Bahwa kita menjual sayuran serta aneka buah-buahan sehat, tanpa pupuk kimia. Masyarakat diedukasi mengkonsumsi makanan sehat, apalagi letak usaha ini di jalur Jalan Timor Raya atau trans Timor, ini sangat memudahkan pemasaran,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, tim juri diajak masuk ke kebun. Dan ternyata luar biasa. Di kebun yang luas itu, seluruhnya dibentuk bedeng-bedeng berdiameter 1 X 4-5 meter. Ada bedeng yang sudah kosong karena baru saja dipanen, sedangkan ada yang masih dipenuhi sayuran maupun cabe.

Belum lagi tanaman labu yang dibentuk melata pada sebuah terowongan bambu, dengan buah labu berukuran besar yang berjuntai di tengah. Tentu ini menambah sensasi pengunjung yang menyusuri lorong, yang diibaratkan sebagai etalase untuk memamerkan beraneka bentuk buah labu.

Penjualan hasil tidak saja di pasar Kota Kefamenanu. Tapi juga hingga ke Kupang dan pasar lokal di daratan Timor. +++ citra-news.com/tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.