Junto : Ruas JALAN Nasional di NTT Bertambah Jadi 2000-an Kilometer

AGUSTINUS Junianto, ST, MT saat Hari Bakti PU ke-77 tanggal 3 Desember 2022 di Tanah Merah, Kupang NTT. Doc. marthen radja/citra-news.com

Citra News.Com, KUPANG – KEPALA Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, AGUSTINUS Junianto, ST, MT mengatakan, saat ini ruas jalan nasional dalam kondisi mantap.

“Ruas jalan nasional di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini sudah terbangun semua dan dalam kondisi mantap. Tinggal saja tahun 2025 ada penambahan ruas jalan nasional di sektor Timur dan sektor Barat wilayah perbatasan NTT-Indonesia dengan Negara Timor Leste,” demikian Junianto kepada wartawan di Kupang, Sabtu 3 Desember 2022.

Sambil melihat data di telpon genggamnya, dia menjelaskan, total panjang ruas jalan nasional di NTT 1.854, 13 Km. Dalam kondisi Mantap 1.764,62 Km atau 94,59 persen. Itu kondisi di Triwulan I tahun 2021. Sedangkan di semester 2 tahun 2022 kemantapan sebesar 95,17 persen. Kondisi rusak berat dan rusak ringan sebesar 4,83 persen atau setara dengan 88,49 Km.

Menjawab soal status jalan nasional, dia menyebut bahwa total panjang ruas jalan nasional di beberapa titik sebelumnya adalah ruas jalan provinsi yang fungsinya ditingkatkan statusnya menjadi ruas jalan strategis nasional dan dinaikan lagi statusnya menjadi ruas jalan nasional.

“Ruas jalan nasional yang saya maksudkan di sektor Timur dan Barat wilayah perbatasan Timor Leste-Indonesia ini nantinya tahun 2025 dibangun tambah sekitar 300-an Km. Itu berarti kita menambah panjang ruas jalan nasional dari 1.800 lebih menjadi kurang lebih 2000-an Km,” tegas pria yang akrab disapa Junto.

Sembari menambahkan didalam preservasi jalan, penanganannya ada yang namanya pekerjaan holdings, ada rehab mayor dan rehab minor. Itu semua dalam satu paket pekerjaan.

“Sekarang kita tidak ada lagi pekerjaan pelebaran jalan. Nantinya tahun 2025 ada pekerjaan peningkatan ruas jalan di sektor Barat dan Sektor Timur perbatasan Indonesia – Timor Leste,” tegasnya berulang.

Sehingga untuk paket pekerjaan jalan dan jembatan tahun 2022, lanjut dia, yakni untuk Jalan 157 paket termasuk paket untuk supervisi.

Sedangkan untuk pekerjaan jembatan di tahun 2022 ada 3 (tiga) paket. Masing-masing di Sabu, jembatan Rangkut di Menggarai, dan jembatan Kenari di Adonara Kabupaten Kupang.

Sementara progres fisiknya sampai dengan November 2022 sebesar 73,17 persen.

“Dalam kontrak kita terhadap pembangunan tiga jembatan tersebut di atas sampai dengan Desember 2022. Kita berharap dalam sisa waktu ini bisa selesai100 persen,” ucapnya.

NTT wilayah rawan bencana longsor terutama pada ruas jalan nasional perlu pemeliharaan berkala. Kita (BPJN NTT, red) minta kepada mitra agar mempersiapkan sumber daya. Baik peralatan maupun tenaga kerja.

Kami mengimbau kepada mitra penyedia jasa, sambung dia, bila kekurangan alat perlu ditambah. Begitu juga tenaga kerja perlu ditambah.

‘Saya sudah sampaikan teman-teman mitra bahwa NTT ini unik ketika memasuki Desember. Susah cari tenaga kerja lokal karena alasan persiapan Natal dan Tahun Baru. Sehingga harus dikondiaikan untuk mendatangkan tenaga kerja dari luar,” tuturnya.

Menjawab alasan paket pekerjaan baru diteken jelang akhir tahun yakni pada Oktober 2022, Junto menyatakan ada 3 (tiga) paket. Dan itu hanya untuk masalah pemantapan jalan.

“Jadi hanya pekerjaan penetapan jalan yakni untuk overclay satu lapis. Ruas-ruas jalan nasional tersebut tersebar di daratan Sumbangan, Flores, dan Timor,” ucapnya dengan tidak menyebut locusnya. +++ marthen/citra-news com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.