Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

JURNALISTIK dan Organisasi PROFESI (Bagian 1)

Reporter: Marthen Radja
CitraNews

Oleh : *) Maxi Biae Dae

Karya seorang jurnalis memberi kita cara untuk melihat dunia. Mereka adalah penyedia bangunan yang memungkinkan kita untuk bertahan dan membangun realitas kita bersama.

Citra News.Com, KUPANG – JUNK Journalism atau Jurnalisme Sampah. Analogi ini hampir pasti mengundang geram sejumlah pekerja media massa atau wartawan di tanah air. Marah itu sudah pasti. Bela diri dan adu jotos itu juga mungkin dilakukan jika harus menghadapi kekuatan fisik. Lantaran karya jurnalistik sang jurnalis dianggap sebagai sampah.

Akan tetapi tahan dulu amarahmu. Jangan sampai penggunaan bahasa tulismu itu sulit dipahami pembaca.

Terkait penggunaan bahasa tulis dimaksud, Maxi Biae Dae menyebut informasi atau bahan berita di media massa itu menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi.

Baca Juga :  Dekranasda NTT Merubah POTENSI Jadi Sumber EKONOMI Baru Masyarakat 

“Sebagai jurnalis pemurnian diri melalui bahasa. Bahasa akan hidup melalui tulisan yang terus menerus”, demikian Maxi saat workshop Peningkatan Kemahiran Berbahasa : Penyegaran Kemahiran Berbahasa Bagi Wartawan Media Massa Se-Provinsi Nusa Tenggara Timur, di Kupang Selasa 11 April 2023.

Berikut materi sajian Maxi Biae Dae saat workshop gelaran Kantor Bahasa Provinsi NTT, yang dikemas Portal berita citra-news.com dalam tulisan bersambung…..

Pertanyaan yang bisa diajukan terkait dengan jurnalistik, misalnya, apa yang dilakukan, bagaimana melakukannya, dan mengapa yang dilakukan itu penting? Tulis Maxi mengawali mateti sajiannya.

Dalam hal ini kegiatan jurnalistik yang diketahui dalam dasar-dasar jurnalistik adalah pengumpulan bahan berita. Namun bahan yang terkumpul sejauh itu masih berupa bahan mentah.

Oleh karena itu, tugas selanjutnya adalah menata atau mengedit materinya sebelum menjadi sebuah berita: materinya bisa berupa rekaman suara, video dan tulisan.

Baca Juga :  GENCAR Menggelegar di Momentum SUMPAH PEMUDA

Dengan kata lain berita yang dibaca masyarakat berasal dari bahan mentah yang diolah dan atau dijadikan bahan “makanan siap saji”.

Aritnya, sebelum disebarkan atau disajikan kepada masyarakat untuk dibaca, sebuah berita melewati beberapa tahapan penataan atau editing.

Pertanyaan lainnya mengapa sebuah berita penting? Secara harafiah berita berarti informasi. Berita adalah titik masuk, entry point menuju ruang publik: ranah di mana seringkali terjadi pergerakan ide baru, informasi baru, dan isu-isu baru dari privat ke publik.

Dalam hal ini terdapat dua sifat informasi yang bergerak: yang bersifat hard news: (ekspose, jurnalisme investigasi, laporan pengadilan, liputan) dan yang bersifat soft news (berita selebriti, berita mode, dan berita rekreasi dan gaya hidup).

Baca Juga :  IMO Indonesia KETUK Hati Rakyat KUTUK Terorisme

Dalam hal ini, ranah media juga bisa menjadi sarana yang dapat diakses sebagai pertemuan antar muka untuk debat politik murni dan perspektif ide yang lebih pluralistik.

Dengan demikian, ranah media menjadi forum interpretasi dan berkontribusi pada ruang pulik yang lebih besar. Dalam hal ini dunia jurnalistik menawarkan ide dan masalah, tetapi terkadang nihil kesimpulan yang pasti.

Meskipun melaluinya pubik dibantu untuk memasuki dunia yang lebih besar untuk menjalankan konsesus dan komporomi.

Sementara itu, Jason Bainbridge, Nicola Goc, Liz Tynan, dalam bukunya Media and Journalism mengklaim bahwa bahwa tidak memuaskan mendefinisikan jurnalistik sebagai satu profesi, sebuah industri, atau institusi atau sebuah kerjinan.