Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

MEMBANGUN Generasi BERKARAKTER Untuk INDONESIA Lebih MAJU

Reporter: Marthen RadjaEditor: Dedy
CitraNews

BAHRUN Lado, S.Pd -Kepala SDN Maulafa Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Doc. marthen radja

Lado : Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh menjadikan Bahasa Inggris mata pelajaran wajib bagi anak SD se-Kota Kupang,. Ini menunjukan korelasi verbal dalam…..

Citra News.Com, KUPANG – HAL prinsip dari penerapan Kurikulum Merdeka Belajar adalah menciptakan generasi bangsa Indonesia yang unggul dan berkarakter.

Demikian inti sambutan Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Maulafa Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) BAHRUN Lado, pada apel perayaan HUT ke-78 Kemerdekaan RI, Kamis 17 Agustus 2023.

Baca Juga :  Dipastikan 2021 Satu Juta Guru HONOR Berubah Status Jadi P3K

Bangsa Indonesia baru mengalami masa kemerdekaan dan tahun ini tepat berusia 78 tahun (17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2023, red). Ini satu usia yang terbilang muda bila disandingkan dengan negara-negara lain.

“Walau masih muda dalam ukuran waktu tapi bangsa Indonesia sudah, sedang, dan akan mengisi
kemerdekaan dengan pembangunan-pembangunan yang berkualitas”, tuturnya.

Baca Juga :  MANAJEMEN Bank NTT Saat INI Yang TERBAIK Mereka Adalah Para LEADER Yang DISIAPKAN (Opini : */Daniel Tagu Dedo)

Bidang pendidikan adalah salah satu aspek dalam upaya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Bahwa cita-cita negara dalam pembangunan pendidikan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Dan bangsa Indonesia tidak akan bisa membangun pendidikan jika saja hidup dalam tekanan penjajahan.

Dia mencontohkan, dalam keseharian hidup semua masyarakat membangun kehidupannya dengan caranya masing-masing. Tapi yang pasti melakukan pekerjaan tanpa adanya tekanan dari bangsa penjajah lagi seperti  tempo dulu.

Baca Juga :  Output SMK Dituntut Sertifikat Kompetensi BUKAN Ijazah

Contohnya petani atau pedagang. Meskipun mereka mendapatkan uang hanya seribu dua ribu dari hasil jual sayur, itu sudah sangat bersyukur. Karena aman dan nyaman dalam berusaha.

Daripada harga sayur satu ikat seratus ribu rupiah tapi hidup dibawah tekanan bangsa penjajah. Itu satu contoh kecil perbedaan kehidupan suatu bangsa yang sedang dijajah dan yang sudah merdeka.

“Apakah anak-anakku sekalian mau dijajah?”, Lado beretoris.

Sumber: Liputan langsung
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Kurikulum Merdeka Belajar, Guru Pahlawan Tanpa Tanda Jasa . Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Kurikulum Merdeka Belajar, Guru Pahlawan Tanpa Tanda Jasa .