Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

Harga BERAS Meroket DUO PENJABAT Merakit TAKTIK Pengendalian INFLASI

Reporter: Marthen RadjaEditor: Dedy -Rumah Web Jakarta
CitraNews

Illustrasi, Penjabat Gubernur NTT, AYODHIA G.L Kalake, SH, MDC (kanan) dan Penjabat Wali Kota Kupang, FAHRENSY P. Funay, SE, M.Si (kiri). Doc. istimewa

Sarwo Edhy : “…. mulai awal September ini pemerintah secepatnya memndistribusikan bantuan pangan untuk …”

Citra News.Com, KUPANG – HARGA beras kualitas standar di pasaran saat ini berkisar antara duabelas ribu lima ratus hingga limabelas ribu rupiah per kilogram. Haruskah dari fakta ini pemerintah berdiam diri?

Rakyat berharap Pemerintah daerah pro aktif menanggulanginya jika tidak ingin rakyatnya menderita. Pemda diminta memanfaatkan sumber daya yang ada dan dimiliki serta upaya-upaya taktis untuk menalangi permasalahan ini agar tidak berlaru-larut.

Bahkan Mendagri Tito Karnavian dengan tegas mengingatkan pemerintah daerah agar setiap hari mengecek harga beras di pasaran.

Baca Juga :  MUI Serukan BANK NTT adalah KITA dan Kita adalah BANK NTT

Demikian halnya Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional Dr. Drs. Sarwo Edhy, SP, MM, MH. Menurutnya pemerintah terus memantau harga bahan pokok terutama beras dan mencari solusi menekan inflasu beras.

“Jika harga beras terus melambung maka Gubernur dan Bupati/Walikota dapat menggunakan anggarannya untuk mengintervensi pasar”, kata Edhy.

Untuk konteks Provinsi NTT,  Penjabat (Pj.) Gubernur NTT, Ayodhia G.L Kalake dan Penjabat Wali Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, tengah berupaya taktis nan sinergis untuk menekan laju inflasi. Terutama harga beras dan beberapa bahan pokok, yang kini kian melambung.

Dilansir Biro APim Serda NTT kalau di hari pertama bertugas pada Senin (11/9) Penjabat Ayodhia Kalake melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Tahun 2023 bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melalui Zoom Meeting.

Baca Juga :  Mengaku ANAK KAMPUNG George Hadjoh Berkisah Saat TAKBIRAN Laut

Rakor tersebut bertempat di Ruang Rapat Gubernur NTT, Pj Odhy didampingi Pimpinan Perangkat Daerah lingkup Pemeribtah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Mengawali Rakor Mendagri Tito Karnavian memaparkan perkembangan hingga kondisi terkini inflasi yang terjadi di Indonesia.

Mendagri Tito menjelaskan, dari hasil rilis BPS kami mengingatkan bahwa inflasi di bulan Agustus year on year (YOY) sebesar 3,27% (persen). Ini terjadi kenaikan sedikit dari bulan Juli yaitu 3,08%.

Tapi angka ini jika dibandingkan periode yang sama Agustus Tahun 2022 yang inflasinya dipicu oleh adanya kenaikan harga BBM penyesuaian kenaikan BBM ditingkat Global di tahun lalu. Sehingga cukup tinggi yakni 3,87%.

Baca Juga :  Kinerja Keuangan POSITIF Bank NTT Raih INDONESIA TOP BANK Award 2022

Namun kalau kita melihat data dari bulan Juli ke bulan Agustus sebetulnya terjadi deflasi yaitu minus 0,02% jadi ada penurunan secara umum.

Kemudian kalau kita melihat dari bulan Desember 2022 ke Agustus 2023 inflasinya 1,43% artinya cukup terkendali.

Namun yang perlu kita waspadai ada beberapa komoditas penyumbang. Diantaranya minggu lalu kita membicarakan yang utama adalah beras, cabe rawit dan cabe merah.

Penjabat Wali Kota Kupang , Fahrensy Funay meninjau harga cabe dan bawang di Pasar Kasih Naikoten 1 Kupang, Selasa 12 September 2023. Doc. citra-news.com/dinas koninfo kotakpg.

Sumber: Siaran Pers
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Operasi Pasar Murah Beras, Pengendalian Inflasi . Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Operasi Pasar Murah Beras, Pengendalian Inflasi .