Dikwatirkan jika kondisi ini terus dibiarkan maka satu saat semua tanah ulayat akan habis. Dari sebelumnya berstatus tanah ulayat akan menjadi hutan negara.
Calon anggota DPR RI dari Partai Demoktat Dae Pemilihan (Dapil) NTT 2 meliputi Timir, Sumba, Rote Ndao, Sabu Raijua ini tidak menampik. Bahwa membangun infrastur jalan tidak ebih dari sekadar membangun aspal dan batu. Menurut dia, perbaikan infrastruktur jalan di pedesaan NTT adalah investasi masa depan menuju kesejahteraan dan kemajuan ekonomi masyarakat setempat.
“Ini merupakan komitmen kita untuk membangun Indonesia dari pelosok desa hingga pusat kota Sehingga semua warga negara dapat merasakan dampak positif dari pembangunan.
“Impian ini akan terwujud jika masyarakat juga punya komitmen yang sama ketika memilih wakil rakyat yang berpihak pada kebutuhan rakyat. Jadi bukan untuk kepentingan segelintir orang saja”, pungkasnya. +++ marthen/citra-news.com
