Mengurangi Kesenjangan
Menurut Bobby, selain fungsi PAUD untuk membentuk dasar-dasar kepribadian, keterampilan sosial, dan kecerdasan emosional, PAUD juga memainkan peran penting dalam mengurangi kesenjangan pendidikan.
Dengan memberikan akses yang sama kepada semua anak, tidak hanya anak-anak dari keluarga berpenghasilan tinggi yang mendapat manfaat dari pendidikan berkualitas. Serta pemberian insentif dan juga ketersediaan saran prasarana (Sarpras) yang memadai, hal ini membantu menciptakan kesetaraan dalam kesempatan belajar sejak dini.
Menurut data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, anak-anak yang mengikuti PAUD memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk berhasil di sekolah menengah dan perguruan tinggi.
Mereka cenderung memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik, keterampilan sosial yang lebih kuat, dan tingkat retensi pengetahuan yang lebih tinggi.
Setelah banyak kali turun ke desa-desa, kondisi PAUD sangat memprihatinkan untuk banyak hal. Selain honorarium guru yang tidak memadai juga keterbatasan Sarpras dan fasilitas yang dimiliki lembaga PAUD yang bernaung dibawah yayasan keagamaan.
Bobby mengaku, setelah membaca banyak referensi tentang Pendidikan anak usia dini, bahwa PAUD bukan hanya tentang mengajarkan huruf dan angka, tetapi lebih pada membentuk karakter dan potensi anak-anak sebagai individu yang mandiri dan berkembang.
“Oleh karena itu penting bagi masyarakat dan pemerintah untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap PAUD sebagai investasi jangka panjang dalam membangun generasi emas yang unggul dan berdaya saing”, timpalnya. +++ marthen/citra-news.com
