Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

KABAR KABUR Usai RUPS Pj. Gubernur NTT Ayodhia Punya Skenario?

Reporter: Marthen RadjaEditor: Dedy -Rumah Web Jakarta
CitraNews

AMOS  Corputy saat diwawancarai wartawan usai RUPS Bank di Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, Kupang, Rabu 08 Mei 2024. Doc. marthen radja/citra-news.com

Amos Corputy : Meski sudah diumumkan Pj. Gubernur NTT tapi harus …..

Citra News.Com, KUPANG – MESKI jalannya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank NTT berlangsung aman tertib dan lancar. Akan tetapi tidak satu katapun (pernyataan verbal) dari Penjabat (Pj.) Gubernur NTT, Ayodhia G.L. Kalake terkait RUPS tersebut.

Jangankan pernyataan verbal dari Pemegang Saham Pengendali (PSP) dalam hal ini Pj. Gubernur NTT. Secara fisik saja Ayodhia Kalake tidak tampak usai RUPS.

Entah menghindar dari wartawan atau ada keperluan darurat? Hingga Pj. Gubernur NTT Ayodhia Kalake harus juga kabur melalui pintu darurat.

Maka praktis untuk fase ini kabar dari PSP untuk publik terkait hasil RUPS jadinya kabur juga bagi wartawan.

Baca Juga :  Golkar Klaim Menang 58,82 Persen di Pilkada Serentak 2018

Oleh banyak pihak menilai RUPS kali ini jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. RUPS tahunan Bank NTT yang dihelat di Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT pada Rabu 08 Mei 2024, dijaga ketat oleh aparat kepolisian dan anggota Satpol PP.

Pj. Gubernur NTT Ayodhia G.L. Kalake, SH, MDC. Doc. citra-news.com/Istimewa

Bahkan lift yang biasa digunakan pun dilarang untuk umum. Para pegawai di Kantor Gubernur kewalahan naik turun tangga listrik itu. Apalagi para wartawan yang hendak meliput jalannya RUPS Bank NTT. Pintu lift tertutup untuk umum dan dijaga aparat.

“Ini hari bikin kami pegawai mulai dari lantai 2 keatas tidak nyaman bekerja. Pak Sekda NTT (Kosmas D. Lana, red), melarang kami menggunakan lift,” keluh seorang ASN yang tidak mau ditulis namanya.

Baca Juga :  Update Pandemi COVID-19 Indonesia Kasus SEMBUH Lampaui Positif

Suasana hari itu Rabu 08 Mei 2024 serasa ‘darurat perang’. Gegara ada agenda RUPS tetutama RUPS Luar Biasa (LB) Bank NTT. Padahal agenda RUPS hanya membahas soal kerjasama Bank NTT dengan Bank DKI guna mendongkrak Modal Inti Minimum senilai Rp 3 Triliun.

“Iya ada dua agenda rapat bersama Pemegang Saham. Yaitu RUPS dan RUPS Luar Biasa. Dan hasil RUPS memutuskan, para pemegang saham menyetujui kerjasama Bank NTT dengan Bank DKI. Tapi hasil RUPS LB tanya saja Pj. Guburnur NTT”, kata Pj. Wali Kota Kupang Fahrensy Funay.

Agenda RUPS LB ini membuat jalannya rapat dikawal ketat aparat. Oleh karena Pj. Gubernur NTT, Ayodhia G.L. Kalake langsung mengumumkan pergantian Direksi Bank NTT.

Adapun fakta-fakta pendukung memperkuat dugaan kalau Ayodhia Kalake punya skenario mengangkat Kosmas D. Lana (Sekarang Sekda NTT) jadi Komisaris Utama Bank NTT.

Baca Juga :  LAW Office THE GLO & Partners Segera SERET PT BIG dan PT BCP ke PHI Di PN Serang

Diantaranya beberapa bupati/walikota (Pemegang Saham Seri A) lebih memilih bungkam tinimbang jujur dan terbuka memberikan keterangan pers.

Sebut saja Penjabat Wali Kota Kupang, Fahrensy Funay. Saat ditanya wartawan apakah setuju dengan pergantian Pengurus Bank NTT.

“Nanti tanya saja ke Penjabat Gubernur,” ucapnya sambil melangkah pergi.

Tidak berbeda dengan jawaban Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke. “Iya tadi keputusan RUPS LB ada pergantian Direksi Bank NTT. Tapi lebih lanjutnya tanyakan saja ke Penjabat Gubernur NTT,” kata Bupati Niko.

Sama halnya dengan Penjabat Bupati Sikka, Adrianus F. Parera. “Pergantian Direksi Bank NTT itu saya tidak boleh omong. Yang itu tanya saja ke Penjabat Gubernur NTT”, tuturnya.

Sumber: Liputan langsung
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan RUPS Bank NTT, POJK No.17 Tahun 2023. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab RUPS Bank NTT, POJK No.17 Tahun 2023.