Dia menjelaskan, kendala teknis dimaksud adalah kren kapal mengalami kerusakan setelah mengangkat beberapa barang palka. Termasuk 15 ton bawang merah milik Siper itu. Hanya saja tersisa 130 Coli karena setelah kren diperbaiki selama dua jam kapal penumpang ini harus ontime berangkat.
“Memang sempat beradu mulut dengan Siper itu. Akan tetapi kita beri solusi bawang merah yang ada itu akan kembali diangkut dengan KM Sirimau pada Rabu 25 September 2024”, jelas Dany.
Untuk teknis operasionalnya, lanjut dia, menjadi tanggung jawab pihak Pelni. Dari Siper tidak perlu bayar biaya angkutannya karena pihak Pelni sudah teken Berita Acara dari KM Bukit Siguntang ke KM Sirimau.
“Jadi kami sudah selesaikan secara kekeluargaan. Malah Siper itu muat tambah lagi 150 Coli atau sama dengan 3 ton lebih Bawang Merah. Tapi itu dia bayar sendiri diluar 130 Coli yang termanifest di KM Bukit Siguntang”, tuturnya.
Menjawab besaran biaya angkutan barang, Dany mengatakan, masing-masing kapal punya ketentuan. Tapi umumnya kalau barang semacam bawang itu per kubikasi/ton senilai Rp 1.500.000.-
“Kalau tuntutan ganti dari pihak semisal barang tidak terangkut, saya kira agak rumit. Persoalan karena pembayaran via aplikasi yang sulit ditarik kembali. Baik oleh pemilik barang (siper) apalagi pihak Pelni. Karena baik penumpang maupun barang sudah tersistem di aplikasi”, pungkasnya. +++ marthen/citra-news.com
